25 Days (4 negara, 11 kota) – Part 3

Lani – Kona, Hawaii


18 Agustus 2010 : MADRID-HANOVER

Penerbangan dari Madrid ke Hanover dengan stop over di Amsterdam berjalan mulus. Megahnya Schipol airport-Ansterdam, luas, akan tetapi tidak membingungkan, papan petunjuk jelas.

Mendarat di Hanover airport, kelihatan landasan basah nampaknya barusan hujan, sambil menunggu ambil koper kelihatan dari pintu kaca temanku “K” sudah menjemput ditempat kedatangan.

Koperku keluar dengan cepat, begitu melangkah keluar, disambut dengan cipika-cipiki, langsung nyrocos tanpa ba-bi-bu karena lama tidak ketemu.

Penerbangan domestic di EU, hanya diperbolehkan membawa 1 tas tenteng kedalam pesawat, koper harus check-in.

“K” menjemput dengan modal nekad, baru sekali ini stir keluar kota sendirian, hanya ditemani GPS takut kesasar. Kesan selama dalam perjalanan menuju ke tempat tinggalnya, sepanjang jalan nampak banyak tanaman, pepohonan, ijo royo-royo, sambil tanya apa saja yang tidak pernah kujumpai di America, tanaman perdu hijau sayangnya lupa nama, kata teman tanaman itu dibuat gula, jadi bukan tebu seperti yang kita kenal, tanaman keluarga biji gandum dinamakan rye, lalulintas sore itu tidak begitu ramai, jalanan basah sehabis turun hujan, langit senja bersemburat kuning, oranye, ungu, bercampur jadi satu, sangat indah.

Sejam kemudian sampailah kami ditempat tinggal “K”, flatnya di lantai 2 & 3, lantai 2 ditinggali oleh “K” dan suami, sedang lantai 3 adalah ruang kerja, serta kamar tamu.

Selesai meletakkan koper di lantai 3, aku turun ke lantai 2 melanjutkan obrolan kami, ternyata “K” sudah siap dengan beberapa macam menu untuk makan malam, seperti QUICHE, roti polenta ditabur powder sugar untuk dessertnya disiram dengan home made jam/preserved di atasnya. Mengundang air liur sampai ketes-ketes hahahah…

P1190995 : silahkan cicipi sepotong quiche, baru lihat gambarnya pastilah bikin melet-melet, apalagi ikut makan…bakalan clegukkkk

P1200005: silahkan dicicipi, salah, maksudku dinikmati gambarnya, awas siap-siap tadah iler…

Tak lama kemudian suami “K” pulang kerja, baru pertama kali jumpa dengan suami “K”. “K” masih sibuk di dapur, aku kepintu menyambut kedatangannya, kebalik ya tamu menyambut tuan rumah.

Belum sempat bersalaman, tiba-tiba aku sudah diangkatnya melayang di awang-awang, kaget mendadak (seneng dasaaaaar!) tapi sambil ketawa ngakak, aku digendongnya dibawa ke dapur ditunjukkan ke istrinya, kami bertiga malah ketawa ger-ger-an. Sayangnya lupa diambil foto.

Mereka ngomong pakai bahasa Jerman jelas aku gak ngerti, temanku nyeletuk: ya, begitulah suamiku kalau ketemu temanku.

Sambil masih dalam gendongannya, aku tanya: sepertinya aku begitu ringan seperti kapuk saja buatmu? Dijawab: ya, kamu ringan……sambil ketawa ngakak.

Selintas kilas aku malah ingat BUTO, pasti dia akan mengatakan hal yang sama, hehehe entengnya Cuma ½ kwintal beras heheh…sambil mak-nyeng dicengkewing (hayooo…buto kira-kira berani gak nyengkewing aku? Uji nyali duonnnk).

Kenapa aku ambil contoh BUTO? Soalnya dia yang paling tinggi di Baltyra, walau suami “K” masih kalah tinggi dibanding BUTO.

“K” masih sempat nyeletuk, bisa-bisa kamu ketagihan digendong, sambil ngakak aku jawab, repot kalau ketagihan karena tukang gendongnya gak selalu siap di tempat hahahaha…

Kemudian kami menata meja untuk persiapan makan malam, sebelum acara makan dimulai seperti biasa semua makanan diambil fotonya dulu. Aku dikasih kesempatan untuk memotong dessert.

Foto: P1190998 kebagian memotong cake Polenta sebelum kami santap…asyiiik

Selesai makan malam, kami lanjutkan ngobrol sambil membicarakan rencana mau ke mana saja selama aku menginap di tempat mereka 8 hari, 7 malam.

Ternyata mereka telah menyusun beberapa acara buatku :


19 Agustus 2010 : GOSLAR

Bangun jam 9:00 pagi, turun kelantai 2, mandi, kemudian bergabung dengan teman, suami, yang sedang menggiling kopi secara manual diputar dengan tangan.

Sambil membantu temanku menyiapkan semua yang akan disantap untuk sarapan, roti berbentuk kotak, beberapa macam jam, keju, butter, cream cheese, bacon irisannya sangat tipis seperti kertas saja, yang sudah matang tidak perlu digoreng lagi.

Kopi diseduh dengan memakai cara French press, aromanya sangat sedap, dibarengi dengan wanginya roti keluar dari oven masih panas kemebul, membuat perutku kemruyuk.

Foto : P1200131 breakfast di balcony, Nonik nama kucing kesayangan “K” tidak mau ketinggalan ikut duduk di kursi yang disediakan tersendiri buatnya, aku ngakak dibuatnya.

Sedikit cerita tentang “Nonik”, kucing ini sangat dekat hubungannya dengan “K” dan suaminya, lucu sekali si kucing punya keranjang kesayangan, bila “K” dan suaminya mengatakan mau keluar rumah, langsung Nonik naik ke ranjang ndekem, anteng. Biasanya kucing itu diajak jalan-jalan, entah karena kucingnya yang memang pandai, atau karena belajar dari kebiasaan?  Nonik ikut jalan-jalan akan tetapi tidak mau jalan sendiri, cukup diam di keranjang ditenteng oleh suami “K”. Aneh bin ajaib, selama diajak jalan sikucing tidak meloncat dari keranjangnya. Ini yang namanya menungso dikerjain ama kucing hahahah…

Selesai sarapan kami bersiap naik mobil menuju tempat untuk hiking, sampai ke lokasi mobil diparkir di pinggiran jalan, kami langsung mendaki lokasi perbukitan, tempatnya sangat sejuk, karena pepohonan sangat rindang, jadi sinar matahari tidak terasa menyengat, kemudian kami turun menuju ke sungai airnya sangat rendah di musim panas, banyak bebatuan, kami bisa berjalan tanpa harus basah karena berpijak pada bebatuan, kusentuh air sungai yang bening mengalir, uh dingin bak air es.

Kami tinggalkan lokasi ini, kami menyeberang jalan, melihat sungai yang luas, lebar, ada dam dan diatur kapan airnya dikeluarkan jika terlalu penuh. Dari jembatan melihat ke bawah sungai dipasang net, aku tanyakan buat apa net itu? Katanya untuk mencegah bunuh diri orang melompat dari atas dinding jembatan mencebur ke sungai yang jaraknya memang cukup tinggi. Batinku ada-ada aja, mana ada pemikiran sampai sejauh itu di Indonesia, mau terjatuh kek, kepleset kek, apalagi bunuh diri, ya suka-suka monggo aja.

Foto: P1200024 indahnya jamur liar di tepi sungai

P1200035 sungai dengan latar belakang rimbunnya pohon pinus, indah sekali alam di pagi itu

P1200036 kami tampak dari belakang, memandang sungai dibawah yang dipasang jala penyelamat

P1200039 sungai yang lebar dan jernih airnya sungguh menyejukkan mata dipandang

Dalam perjalanan pulang mampir ke supermarket, begitu masuk melihat semua tertata rapi jali, bersih, sangat menarik, sayuran, buah-buah-an segar membuat air liur meleleh, sayang hanya sekilas lintas tidak mengamati secara detail. Yang jadi perhatian utama buatku adalah aneka macam rotinya, untuk urusan roti/baking Eropa memang jauh lebih canggih dibanding dengan America, serta rasa kopinya.

Di supermarket teman membeli beberapa jenis ikan asap, bayam beku, jagung, sayur semacam bengkoan kulitnya hijau muda. Sampai di rumah langsung sibuk di dapur memasak sayur bening, sambal kecap, aku bikin bakwan jagung, teman sudah bikin ikan pepes sehari sebelumnya, ikan asap dibuang kulitnya, dipisahkan dari durinya, baru sekali ini aku mencoba ngremus ikan hering asap bersama dengan durinya, dagingnya lembut, serasa meleleh di mulut.

Foto : P1200046 nampak suwiran ikan asap, dimakan dengan dicocol sambal kecap pedessss…

P1200047 pepes ikan bumbu kemangi dibungkus dengan daun pisang, sedaaaaaaaap abissss

P1200180 makan siang di balcony, yuuk makan siang

Kali ini kami makan siang di balcony, karena udara bagus, hangat. Setelah makanan digelar di meja, difoto dulu, barulah disantap terasa begitu nikmat karena makan sambil muluk, hanya suami teman pakai garpu. Tidak terasa kalau aku berada di Jerman hehehe. Ikan dicocol dengan sambal sambal kecap, yang menyengat karena dicampur dengan cabai rawit, sayur bening yang menyegarkan dengan gigitan bakwan jagung amboiiiiiiii…

Foto : P1200182 bakwan jagung bikinanku, menantang siap santap, suwiran ikan asap dengan sambal kecap pedassssss menggigit, jangan/sayur bening, jagung, bayam.

Makan siang yang tak terlupakan serasa nun jauh di Indonesia.

Sore harinya aku diajak keluar lagi jalan kaki tidak jauh dari tempat tinggal mereka, melihat pemandangan sore hari. Melihat pertokoan, park, bangunan tua, menikmati Italian ice cream, udara hangat menyentuh kulitku, restoran menata kursinya sampai di pelataran halaman, banyak tamu makan malam. Aku yakin banyak dari tamu restoran juga turis dari negara tetangga EU.

IMG 5912 lokasi sama dengan latar belakang gedung yang berbeda

IMG 5914 dengan latar belakang restoran yang berbeda

IMG 5924 in black and white

IMG 5940 lihat patung art yang dipasang di jalanan, bak pigura, ada batu di tengahnya tidak dilewatkan untuk difoto ternyata indah dan nampak beda.

Kami mampir di park, rumputan menghijau bak karpet tebal, ada beberapa bangku panjang di pinggir taman, di tengah taman berdiri tegak bangunan museum, dengan patung orang naik kuda. Udara mulai terasa dingin. Kami berjalan pulang. Melewati perumahan melihat bunga bermekaran inilah foto-fotonya.

Foto: IMG 5968 peta di taman di kota Goslar

P1200118, 119, 120

Selama travel jadwalku berubah amburadul tidak teratur, bangun tidur paling pagi jam 8, kadang jam 9, tidur selalu terlambat sampai tengah malam kadang menjelang dini hari, lupakan berdisiplin sementara waktu.

Malam sebelum tidur, teman melihat jadwal kereta untuk ke Berlin, cari tahu harga ticket, berapa lama perjalanan, menyiapkan peta perjalanan.


20 Agustus 2010 :  GOSLAR

Hari ke 3 di Goslar, aku diajak hiking lagi berbeda lokasi, lebih lama kali ini menempuh jarak sejauh 6 km, dikiri-kanan jalan ada pohon aneka berry liar, kadang kami berhenti untuk memetik langsung dimakan, asam, segar, ada yang berwarna ungu kehitaman, ada pula yang berwarna merah.

Suami “K” pandai dalam biologi mengetahui jenis tanaman disepajang jalan, sambil menjelaskan untukku sangat menyenangkan punya pemandu wisata pribadi. Aku dikasih tahu jenis tanaman yang kalau sampai tersentuh kulit bisa terasa terbakar, gatal.

Tanpa sengaja ketika memetik berry, tanganku menyentuh tanaman itu, beberapa saat terasa panas, terbakar, dan timbul benjol-benjol dipermukaan kulit pergelangan tanganku, sial sekali. Menurut suami temanku setelah beberapa jam akan sembuh sendiri, alamak mana tahan harus menunggu beberapa jam terasa sangat lama, harus menahan rasa terbakar, panas dan gatal sungguh amat tersiksa!

Foto: P1200153 foto-foto yang diambil selama hiking, semacam bunga, yang setelah kering berubah seperti kapas, bila tertiup angin ringan beterbangan.

P1200156 kupu-kupu berwarna-warni sayapnya mencari madu bunga

P1200172 si kumbang tidak mau ketinggalan mengisap madu

P1200178, 120079 ulat sedang beraksi merambat dibatang pohon.

Selesai hiking kami pulang dan segera disusul bikin gemblong/jadah, ketan kinca, ketan crubuk/kedelai bubuk, bubur kinca, lontong sayur tabur bubuk kedelai, oseng tempe, aaaah sedaaap nian!

Foto : P1200234 oseng tempe cabai hijau pedessss, manteppp

P1200238 bubur ketan, kinca, syedaaaap

P1200242 lontong sayur, tabur bubuk kedelai, oseng tempe, uuuh….yummy!

Masak lodeh sayur campur-campur, ayam panggang, sambal trasi, oseng-oseng tempe cabai hijau pedas. Rencananya sebagian dari makanan untuk dibawa ketika kami piknik ke BERLIN.

Di rumah teman, tidak pernah ada acara makan malam selain di hari pertama ketika aku baru datang, adanya makan siang terlambat sekitar jam 3.


bersambung

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *