Janji

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Baltyra-er…

Semoga anda semua ada sehat ya….Pernahkan anda berjanji….???

Pernah ya…. entah sudah ditepati (dibayar) atau belum, terserah masing-masinglah….

Tahukah bahwa “janji” adalah hutang dan hutang cepat atau lambat, ya harus dibayar…. benar kan…???

Kadang karena satu halangan sehingga  bisa saja tertunda…..Sebenarnya hanya soal sepele saja, tapi dari hal yang sepele ini, kadang bisa timbul cerita yang sedikit lucu.

Nah…..inilah, mengapa Dj. ingin sekali menuliskan di sini, karena hal-hal yang kecil seperti ini sering sekali kami alami.

Contohnya beberapa puluh tahun yang lalu, kami diundang makan malam oleh teman yang tinggal di kota Heidelberg. Kami meng-iyakan dan kalau TUHAN ijinkan, maka kami pasti datang…..Karena saat itu belum ada navigator di mobil, maka alamat dan nr. telephon harus dicatat dengan jelas.

Sedangkan alamat teman kami di Jln. Bethoven nr. 3 (Kode kota….) Heidelberg.

Kami mencari nama jalan Bethoven, lebih dari satu jam nanya kiri-kanan, tokh  tidak ketemu dan saat itu belum ada Handy (H.P.).

Jadi kami sudah putus asa dan memutuskan untuk pulang ke rumah dengan ngedumel, karena perjalanan 80 Km. Ternyata sia-sia, pulang pergi kan 160 Km. hahahahahaha….!!!

Saat dalam perjalanan pulang kerumah, keluar dari kota Heidelberg, kami melewati beberapa kampung dan memang sengaja tidak lewat jalan Toll.

Saat sampai di kampoeng atau desa Hirschberg, kami melihat telepon umum dan menelpon dari sana, ingin minta maaf, karena tidak menemukan alamatnya.

Setelah Dj. ucapkan permintaan maaf, maka di ujung sana  teman Dj. bertanya, di mana posisi kami saat itu.

Dj. jelaskan, bahwa kami dalam perjalanan pulang dan sampai di Kampoeng Hirschberg, di telepon umum persis di depan super market HL ….

Setelah itu, hening beberapa detik dan kemudian, di ujung sana, berkata…Coba lihat kebelakang dan lihat jendela atas rumah putih…. Dj. melihat teman kami melambaikan tangannya….

Karena kami sudah kenal baik, maka Dj. sedikit sok marah dan bilang…mengapa ditulis Heidelberg dan bukan Hirschberg…??? Dia bilang, itulah kan ada kode kotanya dan Hirschberg masih termasuk Heidelberg….hahahahahahaha….!!!

Satu kejadian yang kami anggap sangat aneh…. Pernah anda mengalami yang serupa….???

Okay…okay…itu tadi hanya sekedar contoh saja  dan apa hubungannya dengan thema “JANJI …??? “

Nah ya….

Beberapa minggu yang lalu Dj. menengok si Ragil di Trier dan setelah ngobrol di kamarnya, maka kami memutuskan untuk pergi ke kota dengan mobil. Puji TUHAN…!!! Dalam perjalanan kami di tuntun oleh Malaikat (an Angel) di atas kami…

Hebat bukan….??? Jadi kami yakin, semua pasti akan berjalann dengan baik….

Dj. jelaskan ke si Ragil akan tujuan atau keinginan Dj. melihat dan membuat photo di tengah kota Trier….. Nah si Ragilpun sok tau dan berkata itu gampang, karena dia pernah lihat….

Setelah mencari parkir, sengaja Dj. cari parkir gratis di pinggir jalan, karena hari Minggu, kalau di Parkhaus, pasti bayar € 2,- / jam, atau lebih. Setelah mendapat parkir, maka Si Ragil jalan didepan, Dj. cukup tenang, karena tidak harus cari-cari….

Dia tunjukkan Deutsche Bank, kalau mamanya mau ambil duit dulu untuk keperluan dia…..Setelah itu dia bilang, tidak jauh lagi, hanya jalan -+15 menit, maka kita akan sampai (katanya).

Setelah 20 menit belum juga ketemu, maka Dj. mulai sangsi (ragu-ragu) apakah dia benar-benar tau…??? Dia masih sok yakin…sabar pa….sebentar lagi, kita coba belok ke gang kecil ini…ternyata juga salah….

Diapun mulai garuk-garuk kepala dan masuk ke Cafe, di sana dia bertanya….Pegawai cafe yang cukup ramah, ikut keluar dan menunjukkan, bahwa kami harus kembali, darimana kami datang. Dia belum yakin dengan petunjuk pelayan di Cafe, maka dia mulai buka BB nya dan melihat di internet.

Dj…   : Tenang, Dj. yakin kamu tau dan jangan buru-buru….

Ragil  : Tenang pa, tunggu sebentar….

Dj….  :  Apa sudah ketemu…???

Ragil :  Okay…kita kembali kearah semula dan setelah pasar, ambil jalan yang serong ke kanan .

Dj….  : Lho bukannya tadi kita datang dari sana…???

Kami kembali jalan 20 menit lagi dan mendekati tempat yang kami cari, dia bilang…

Mengapa jadi bodo begini…jelas kan pernah naik bis lewat di sini dan karena yang kami cari adalah rumah orang terkenal, maka nama Halte bisnyapun ya pakai nama dia….  Halte bus  KARL MARX  HAUS…..!!!

Jelas sebelum gelap, maka Dj. ambil beberapa photo untuk mas Iwan, di mana Dj. sudah janji akan ambil photo.

Karena di oret-oretan Dj. ttg. Daniel dan kota Trier, (http://baltyra.com/2010/10/18/daniel-dan-kota-trier/ ) mas Iwan menanyakan, mengapa tidak ambil photo rumah kelahiran Karl Marx. Olehnya Dj. janji, kalau ke sana lagi, maka akan Dj. ambil photonya….

Nah inilah photo rumah Karl Marx, hanya sayang hari itu adalah hari minggu dan sudah di atas jam 18:00 dan tutup, sehingga Dj. tidak bisa ambil photo di dalamnya yang sudah jadi Museum…!!!

Ini Dj. ambil photo Susi dan si Ragil, hanya sebagai bukti bahwa kami benar, sudah sampai di sana dan bukan ambil photo dari mana….hahahahahahaha…..!!!!

Nah mas Iwan, ini janji Dj. sudah Dj. bayar dan sudah lunas …..hahahahahaha….!!!

Walau rumah kelahiran Karl Marx ini “mungkin” tidak seperti yang anda semua bayangkan, hanya rumah kelahirannya saja. Jadi rumah biasa, seperti rumah-rumah yang lain pada umumnya di daerah itu. Setelah selesai ambil photo-photo, maka kami jalan kearah di mana mobil kami parkir, ternyata kami parkir di belakang rumahnya Karl Marx….. hahahahahahahahahahaha…..!!!!

Padahal kami sudah terburu-buru agar tidak terlambat dan keburu gelap….. Tapi kami puas, karena janji Dj. kepeda saudara Dj. mas Iwan SATYANEGARA  KAMAH , sudah Dj. bayar….!!!

Puas deh….!!!

Dan bagi anda semua, semoga tidak kecewa dengan cerita Dj. di atas ….Seandainya anda satu saat ke kota Trier dan Luxemburg, maka anda juga bisa mampir ke sana…..

Okay….

Agar tidak hanya untuk mas Iwan saja, maka Dj. akan pamerkan photo kota Trier di waktu malam untuk anda semua. Hanya saja ini photo Dj. ambil 2 minggu sebelumnya. Di mana, setelah kami makan malam di tengah kota (Markt Platz) Trier, di Jerman Restaurant, jelas kami makan makanan Jerman dan bukan makanan Asia…

Hanya saja Dj. tidak sarankan untuk makan di sini, karena tidak ada menu dibawah € 20,- , tapi kalau kantong anda tebal ya silahkan menikmati masakan Jerman di sana…. Kami makan disini, karena sudah malu mundur….Tapi kami juga menikmati….  hahahahahaha….!!!

Nah ini photo Markt Platz (tempat untuk pasar) di tengah kota Trier di waktu malam (Trier By Night ), jelas sepi…pi…!!!

Di luar Restaurant, tidak ada yang duduk di sana, karena sudah cukup dingin…..Hanya bagi perokok yang akan duduk di luar, karena di dalam dilarang merokok….Dan bagi yang tetap mau duduk di luar, biasanya disediakan selimut….seperti di pesawat, kalau kedinginan.

Hanya terlihat beberapa orang yang sedang jalan-jalan….

Photo di bawah ini adalah Portanigra, gerbang hitam sisa bangunan di jaman Romawi yang terkenal di kota Trier.

Okay, sekali lagi….

TERIMAKASIH……!!!

Dan mohon maaf, karena photo-photo di waktu malam, Dj. ambil tanpa stativ (tripod). Jadi hasilnya juga tidak 100% jernih, tapi cukup lumayan kan….

Kepada anda semuanya, baik pengasuh BalTyRa, pun anda pembaca, yang sudah dengan sabar, membaca oret-oretan Dj. ini. Semoga anda semua selalu sehat dan diBerkati oleh TUHAN Yang Maha Pengasih….!!!! Salam manis dari kami di Mainz, untuk anda semuanya…..


Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.