Mencari Komik Wayang RA Kosasih

Osa Kurniawan Ilham


Tahun 1985 setelah mengikuti seleksi yang sangat berat saya terpilih sebagai salah seorang pelajar teladan tingkat SD di sebuah kotamadya di Jawa Timur. Keberuntungan saya bertambah, karena di tahun yang sama ada perayaan besar-besaran 40 tahun Indonesia Merdeka dan di bulan Agustus itu seluruh pelajar teladan dari seluruh tingkat dan seluruh kotamadya dan kabupaten diundang ke Jakarta untuk mengikuti karyawisata di sana sebagai salah satu agenda perayaan 40 tahun Indonesia Merdeka.

Nah, dalam momen inilah saya sebagai salah seorang pelajar dari kampung yang tidak terkenal bisa bertemu dengan pelajar-pelajar teladan dari kota lain. Dalam sebuah kunjungan ke Pasar Seni Ancol, saya melihat beberapa pelajar teladan yang tampaknya memiliki uang saku besar memborong beberapa buku komik wayang karya RA Kosasih. Sebagai anak kampung, wayang tentu menjadi favorit saya.

Bahkan saya hampir ingat semua tokoh wayang maupun cerita wayang yang ada, karena saat itu keluarga kami berlangganan majalah berbahasa Jawa “Joyoboyo” yang rutin memuat cerita bersambung mahabarata. Saya pun hampir selalu menonton setiap ada pergelaran wayang kulit di kampung kami. Tapi tentang komik yang bercerita tentang wayang, saya baru pertama kali itu melihatnya. Terus terang saya pengin juga membeli dan membaca komik tersebut tapi saya nggak punya uang jadi saya harus mengubur jauh-jauh keinginan itu.

Waktu terus berjalan, setelah menikah di tahun 2000 kami sempat melihat ada komik wayang RA Kosasih yang dijual di Gramedia. Bedanya, formatnya sekarang seperti komik-komik Jepang dan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Sayang, saat itu saya tidak bersemangat membelinya karena serialnya tidak komplet.

Menjelang liburan sekolah bulan Juni yang lalu saya coba mencari-cari di google, iseng-iseng mencari tahu kalau komik wayang karya RA Kosasih itu masih ada yang menjualnya. Saya berniat membelinya untuk dibaca oleh anak-anak saya selama masa liburan ini. Eureka !!!!! Lewat google akhirnya saya menemukan berita bahwa ternyata di Bandung masih ada toko buku lama yang menerbitkan sekaligus menjualnya, namanya Toko Buku Maranatha (Penerbit ERLINA) di Jalan Ibu Inggit Garnasih 148-150A Bandung. Di tengah-tengah gempuran komik Jepang, penerbit ini masih setia menerbitkan komik-komik lama RA Kosasih, Oerip, Herimintarja maupun U’syah.

Toko Buku Erlina (Maranatha)

Sumber foto: www.sulastama.files.wordpress.com

Wah senang sekali saya. Akhirnya saya minta tolong teman di Bandung untuk membelikan komik-komik tersebut. Dan dibelilah komik wayang yang sudah menjadi impian sejak 25 tahun yang lalu tersebut. Akhirnya kesampaian deh memiliki dan membaca komik wayang serial lengkap Mahabarata dan juga Ramayana. Dihitung-hitung mungkin ada 50-an buku komik yang dibeli dengan harga nggak sampai 500 ribu rupiah. Anak-anak saya juga senang sekali mendapatkan kado dari ayahnya berupa komik wayang. Bundanya juga sama senangnya, bisa kesampaian membaca komik yang dulu ingin dibaca tapi nggak bisa karena nggak punya uang untuk membelinya he..he…

Anda penasaran ? Inilah komik wayang RA Kosasih yang akhirnya kami beli setelah 25 tahun hanya bisa diimpikan itu.

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Sumber foto: dokumentasi pribadi


Kisah ini masih berlanjut. Awal bulan November ini saya dan isteri berkesempatan pergi ke Bandung untuk sebuah tugas kantor. Sore hari, setelah menyelesaikan tugas saya menggunakan kesempatan bersama isteri untuk mencari-cari toko buku komik itu di kawasan Jalan Ciateul. Karena bukan orang Bandung, kami hanya mengandalkan angkot jurusan Dago – Kalapa saja untuk menemukan toko langka ini. Dan syukurlah, ternyata pilihan kami tidak salah. Secara tidak sengaja angkot kami ternyata melewati toko itu.

Akhirnya kami berbicara dengan tante pemilik toko itu. Usianya sudah lanjut, tapi masih bisa enak diajak ngobrol. Kami memperkenal diri sebagai orang dari Balikpapan yang beberapa lalu membeli komik dalam jumlah besar. Beliau bertanya kenapa kami membeli dalam jumlah besar, dan kami menjawab hanya untuk melengkapi koleksi perpustakaan kami dengan komik-komik wayang.

Terutama dengan motivasi supaya anak-anak kami bisa mengenal cerita wayang di tengah gempuran komik-komik dari Jepang. Harap maklum, sekarang sudah jarang sekali ada pergelaran wayang kulit, jadi bagaimana lagi caranya anak-anak kami mengenal wayang kalau bukan melalui komik.

Tante pemilik Toko Buku Erlina

Sumber foto: www.sulastama.files.wordpress.com


Sang tante juga bercerita kalau cucu-cucunya juga tidak tertarik lagi membaca komik wayang yang dia terbitkan. Mereka lebih suka komik Jepang, demikian Sang Tante memberikan alasannya. Dari beberapa blog yang saya baca, ternyata toko dan percetakan komik wayang ini hampir saja tutup setelah suami sang tante meninggal. Rencana ini disebabkan karena anak-anaknya tidak ada yang tertarik untuk melanjutkan usaha percetakan komik ini.

Beruntung, sang tante tidak jadi menutup toko dan percetakan ini. Beliau tetap menjual komik wayang lamanya walau tidak terlalu berharap banyak untuk mendapat untung besar. Sekedar bisa untuk mengisi waktu luang saja. Tapi siapa mengira, bahwa anak-anak yang puluhan tahun lalu hanya bisa bermimpi untuk memiliki komik itu, atau hanya bisa membacanya dengan cara pinjam atau sewa ternyata sekarang sudah menjadi dewasa dengan kondisi keuangan yang sudah lumayan mapan. Merekalah yang sekarang menjadi pelanggan komik sang tante.

Demikianlah sore itu kami membelanjakan 300-an ribu rupiah untuk membeli belasan komik wayang yang belum sempat terbeli. Kalau tidak salah, saat itu kami membeli serial Batara Kresna, Arjuna Wiwaha, Gatotkaca dan lainnya. Isteri mencegah saya membeli lagi, takut kalau koper yang kami bawa tidak muat lagi he..he…..

Sumber foto: dokumentasi pribadi


Sehari sebelum pulang ke Balikpapan, isteri saya memberitahu kalau masih ada tempat untuk membeli beberapa buku lagi. Tidak menyia-nyiakan kesempatan kami pun kembali ke toko tersebut setelah sebelumnya mengunjungi museum Konferensi Asia Afrika. Tidak terlalu mudah memang. Kami sempat tersesat, lalu hujan turun sangat lebat pada sore hari itu.

Eh, memang sudah rejeki kali, angkot yang kami tumpangi ternyata melewati toko tersebut juga. Kami pun turun, tapi ternyata toko sudah tutup. Saya memberanikan diri menelepon sang tante dan ternyata sang tante mau membuka tokonya kembali. Singkat cerita, akhirnya kami akhirnya membelanjakan 200-an ribu lagi dengan komik-komik tersebut.

Sumber foto: dokumentasi pribadi


Sekarang komik wayang kami sudah lumayan komplet. Semua di rumah kami punya hobi baru, yaitu membaca komik wayang itu. Anak-anak juga mulai kenal dengan nama-nama wayang, bahkan mereka jadi hafal cerita-ceritanya. Tampaknya metode kami berhasil kali ini….untuk memperkenalkan wayang pada generasi penerus kami dengan menggunaka komik. Semoga saja wayang tidak punah, selama kita peduli dengan kebudayaan agung yang satu ini.


(Osa Kurniawan Ilham, Balikpapan, 10 November 2010)

67 Comments to "Mencari Komik Wayang RA Kosasih"

  1. M. Jauhari  5 October, 2012 at 22:52

    bisa ksh tau nomor telepon ny tante erlina nya ga? soal ny di foto alamat ny kurang jelas di bagian nomor telepon ny.. kalo bisa tolong dong di bales komenan ny,, saya segera ke sana jjika sudah punya nomor telepon tante erlina toko buku maranatha..

  2. david langlang baruara  27 July, 2012 at 04:24

    horee!! terima kasih untuk postingannya soal toko buku maranatha loh!

  3. musikbuku shop  12 March, 2011 at 08:31

    hallo semuanya…salam kenal….saya juga sangat menggemari komik ra.kosasih, selain cerita wayang,beliau juga membuat komik legenda nusantara lho….berkunjung ya ke musikbuku shop http://www.musikbuku.blogspot.com……trims

  4. akbar pangharian  9 March, 2011 at 21:08

    kalau mau beli apa bisa,kita sdh lama cari buku2 komik cerita wayang karangan RA KOSASI? dari Bartim Kalimantan Tengah

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.