Otong Udinov’s File: Pesta Dangdut

Wahyu Wibowo


Siang itu terlihat kesibukan di rumah kang Dadang

Sebuah ritual yang biasa terjadi saat panggilan show datang

Begitu banyak orang hilir mudik memindahkan sesuatu

Dari alat musik hingga sound system semua masuk ke dalam truk


Sementara kang Dadang sibuk mengawasi semua dari teras rumah

Sesekali dia memberi arahan saat mereka bingung hendak memindahkan kemana

Kumisnya yang melintang bergerak teratur ke kanan dan ke kiri

Sambil mengunyah pisang goreng yang dicocol petis sambel terasi


Buat mereka yang belum kenal, tongkrongan kang Dadang pasti terlihat begitu sangar dan galak

Tongkrongannya memang lebih mirip dengan preman di Kramat Tunggak

Dengan badan gempal berotot di sana sini dan berkulit full gelap

Sebuah kumis jembrong membuat penampilannya semakin lengkap


Pernah suatu ketika ada preman nekat memalak dia

Dikira akan mendapatkan uang saat mencoba menggertaknya

Tapi dengan satu hentakan kaki kiri saja ……. Tak..tak..tak..pletak…..pletak…….

Semua tulang persendian tu preman lepas dari ikatannya


Pernah juga suatu ketika ada ayam betina milik tetangga

Sepanjang malam sibuk berkokok petok dengan riuh rendahnya

Tapi dengan satu deheman … EHEMMM EHEMMM…. Di dekat pintu kandangnya

Ayam itu langsung diam seribu bahasa dan bertelor lebih dari dua puluh lima


Tapi di sebalik visualnya yang terlihat seperti pegulat WWF Amerika

Dia memiliki hati yang lembut penuh dengan berjuta cahaya

Tak segan berbagi apa saja dengan orang-orang yang ada di sekitarnya

Bahkan bila ada yang membutuhkan pertolongan…. Kang Dadang akan cepat tanggap dengan segera


Hmmm…. Tak lama aku datang ke rumah kang Dadang bersama mpok Ryu

Berboncengan sepeda onta seperti jaman Belanda dahulu

Semua yang melihat akan mengatakan semua begitu serasi

Yang satu mirip banget Brad Pitt dan yang satunya mirip Mpok Nori…… oooppppsss salah ding…. Angelina Jolie


Setelah kuparkir sepeda kesayangan di ujung pekarangan

Kusapa kang Dadang yang langsung menyambutku dengan tersenyum riang

“waduh….. sibuk sekali nampaknya nih….. lagi laris manis yach kang Dadang “ ujarku

“ hmmm iya tong…..alhamdulillah ini juga berkat jerih payah mpok Ryu-mu itu “


Yups…. Ryu memang sebuah fenomena yang sedang hangat hangatnya menjadi buah bibir di mana-mana

Lebih hangat dari bajigur yang membuat orang betah nongkrong di warung berlama-lama

Hampir semua tukang roti, tukang cendol, tukang sayur, tukang bubur ayam mengenalnya

Dari geger kalong hingga ujung berung namanya begitu TOP BGT lah


Sekilas nampak Ryu tengah mulai dihias di ruang tamu

Rambutnya diblow biar keliatan kriting-kriting gimana gitchu

Tangan-tangan luwes dan cekatan dalam sekejap membuat penampilannya menjadi jauh berbeda

Kini dia telah siap menjadi bintang utama sebuah pesta musik yang tiada duanya


“ wow…. Bebek tantik lain dech dari biasanya “ ucapku memuji dengan sejujurnya

“ lain begimana aa……. “ tanyanya dengan tatapan mata penuh nada curiga

“ vokoknya beda banget dech dari penampakan Ryu yang sehari-hari…. Yang rambutnya dikuncir sana sini… yang mukanya suka ditambal pake bedak dingin dan beras tumbuk …..yang kadang males mandi….dan  yang suka ngupil seenaknya….. “ ucapku lagi

“ idiiiiih suka gitu aa mah sekarang… suka ngegombal paijo “ ucapnya sambil tertawa manja…..  “ khan selama ini pun Ryu mah dah jadi selebriti di kalangan tukang sayur, tukang siomay, tukang bakso juga tukang-tukang lain dikota ini “


Perjalanan menuju kampung tempat pesta hajatan bang Kodir cukup lumayan jauh

Dengan kecepatan biasa memakan waktu 2 jam jarak tempuh

Sebuah truk dan avanza tampak berjalan pelan beriringan

Membawa semua rombongan selamat sampai tujuan


Setelah menyalami memberi ucapan selamat pada mempelai dan berbasa basi sebentar dengan keluarga bang Kodir selaku tuan rumah

Dan diajak berkeliling mengagumi pekarangan rumahnya yang tampak begitu mewah

Bang Kodir mengajak rombongan ke halaman tempat panggung musik dang dut yang telah di tata

Hmmm…. Sebuah pesta yang tentunya memakan uang berjuta juta


Segera semua peralatan di bawa ke panggung hiburan

Crew kang Dadang bekerja begitu cekatan

Kurang dari setengah jam semua alat telah terpasang dengan sempurna

Check soundpun tak menemukan sebuah kendala


Hari perlahan merambat meninggalkan senja

Malam penuh bintang kini menghias cakrawala

Para tamu yang hadir semakin banyak saja memenuhi halaman yang tersedia

Sepasang pengantin tampak masih tegar melukis senyum di wajahnya… menyalami lebih dari 5000 undangan yang hadir memberi restu do’a


MC pun mulai membuka acara yang sudah ditunggu-tunggu

Sebuah pesta musik dangdut dengan bintang utama Ryu

Setelah didahului pembacaan do’a dan kata sambutan dari bang Kodir selaku tuan rumah

Eng ing eng…. Tak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati pesta yang meriah


“ kini tibalah acara yang ditunggu-tunggu…….  Sebuah pesta musik dangdut dengan sang ratu dangdut  bojong kenyot…… kita panggilkan sama-sama yuuuk…… RYYUUUUUUUU…… “ ujar sang M/C menggebu gebu

Ryu yang sedang ngunyah ayam goreng plus petai segede jempol langsung keselek karena namanya dipanggil secepat itu

“ udah sana…. Buruan fans bebek tantik dah pada nunggu tuh “ ucapku sambil menyodorkan segelas air minum dingin untuk Ryu

Dengan langkah pasti Ryu pun menyapa semua yang hadir di pesta dangdut malam itu


Lagu “Keong Racun “ berhasil dibawakan dengan desah menggoda menarik atensi

Tua dan muda serentak menari nari…. Berjoged riang gembira mengikuti suara kata hati

Semua seakan larut dalam hentak rancak musik dinamis yang tersaji penuh gemerlap cahaya

Sang bintang tampak begitu luwes bernyanyi sambil menggoyangkan jempolnya


“ tariiiik maaaang “ sekali dua kali Ryu mengajak para tamu bergoyang bersamanya di atas panggung hiburan

Lirikan matanya mampu membuat hati deg degan… aliran darah jadi semakin kencang….. dan jantungpun mendadak ngos ngosan

Tak sekali dua kali aku ikut membopong mereka yang mendadak jatuh pingsan setelah di ajak Ryu bergoyang dangdutan

Karena tersihir pesonanya yang sungguh sungguh begitu aduhai menawan

Tiba-tiba dari arah belakang terjadi sebuah kericuhan

Rombongan penonton yang mabuk terlihat saling baku hantam

Sementara musik masih terus saja dimainkan

Aku memandang keadaan dengan tak tenang… feelingku mengatakan akan terjadi sesuatu yang di luar dugaan


Benar saja pelan tapi pasti semakin banyak saja yang terlibat tawuran

Petugas pamong praja terlihat pasrah dan begitu kewalahan

Pentungan mereka berkelebat ke sana kemari

Di antara barang-barang yang terbang tak terkendali

Tiba-tiba ada lima benda yang melayang menuju panggung sekaligus bersamaan…… melayang menghampiri Ryu

Aku harus segera menyelamatkannya bak bodyguard yang ada di pelmnya Kevin Costner itu

Secepat kilat kutangkap kursi yang melayang dari arah kiri……. Sebuah metromini kutendang dengan tendangan salto ala kung fu soccer…. Sebuah wajan kutangkis dengan bahu kananku……. Balok kayu gelondongan kutangkis dengan tumit kaki…… hanya tinggal sebuah kendi yang belum sempat ku apa apakan…. Melayang semakin mendekati Ryu

Terpaksa….. tak ada cara lain….. kurelakan kepalaku untuk melindungi Ryu yang tampak berteriak panik tak tentu


“ Praaaakkkkk “ tak enak rasanya saat jidatku di cium sebuah kendi berjelaga

Serasa ada ribuan bintang dan burung-burung bercicit mengelilingi kepala

Darah menetes deras saat samar-samar kulihat kang Dadang membawa Ryu pergi

Aku tak sanggup lagi berjalan……. Terhuyung huyung…. Pandanganku berkunang kunang…. Yach…hanya hitam……. Semakin hitam…… hingga akhirnya aku jatuh rebah tak sadar diri lagi…….


I am a man who will fight for your honor…. I’ll be the hero you’ve been dreaming of …We’ll live forever Knowing together that we Did it all for the glory of love

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.