Andai Aku Bisa Protes

Probo Harjanti


Andai saja aku bisa protes……atau menolak….

Aku tak mau namaku diganti lagi….

Aku tak pernah ingin ganti nama!


Dulu, 49 tahun lalu, namaku KONRI,

kependekan dari Konservatori Tari Indonesia

Hanya ada beberapa propinsi yang memilikinya,

Nama pun tidak sama persis…..

Saudaraku bernama KOKAR, Konservatori Karawitan,


Kami bersudara bertempat tinggal di 7 provinsi, awalnya…..

Yogyakarta, Surakarta, Bali, Surabaya, Bandung, Padang Panjang, Ujung Pandang

Entah tahun berapa persisnya…..aku lupa

Namaku dan saudara-saudaraku diganti…menjadi SMKI,

Sekolah Menengah Karawitan Indonesia

Tetap dengan beberapa jurusan seni tradisional di dalamnya

Seni tari, Karawitan, pedalangan dan Teater yang termuda….

SMKI adalah sekolah seni Indonesia asli……seni tradisi


Akulah pencetak benteng budaya bangsa….

Aku takkan biarkan budaya manca menjajahku habis-habisan,

Kan kutangkal sebisaku…..

Tapi sungguh…aku tak hendak menolaknya…

Aku hanya ingin menyaringnya….mana yang cocok untuk bangsaku


Tak terhitung seniman yang kudidik, guru, dosen , wiraswastawan, penulis, kritikus tari,

Penari dan Koreografer, pemusik tradisional, dalang, juga birokrat

Aku bangga karenanya


Entah berapa tahun lalu…aku juga lupa

(tepatnya tak ingin mengingat-ingat yang menyakitkan)

Namaku diganti lagi….dan ini paling jelek saya rasakan

Hanya menjadi SMK…..bersama ribuan SMK lain di Indonesia

Kini di usiaku menjelang 50 tahun

Aku sedih

Aku kian merasa karakterku dibunuh……

Orang tak tahu siapa aku…ketika hanya disebut SMK


Aku beda dengan SMK yang lain…..aku beda!

Entah apa untungnya mengganti namaku

Entah apa untungnya bagi siswa-siswiku,

Tak ada! Sama sekali tidak ada!

Yang ada hanya membuat orang bingung….

Saat mencari almamaternya

Harus tanya sini tanya situ….


Belum lagi pemborosan….

Berapa beaya dikeluarkan untuk mengganti nama

Dari papan nama sampai kop surat…banyak duit terbuang percuma

Tak ada manfaatnya


Belum lagi banyak orang bingung saat mau sekolah…

Banyak yang salah masuk SMK,

Mau masuk tehnik ke SMK eks SKKA,

Atau malah ke eks SMEA…..

STM, SMEA, SKKA, SMTK, SMIP, SMIK, SMKI, SMM, SMSR

tinggal kenangan

dipaksa menjadi SMK saja….


Kenapa pemerintah anti keberagaman…..

Padahal sebenarnya kami memang beda…..beda sekali….

Apa manfaat penggantian nama ini?

Sekolah sepertiku tidak banyak….masih bisa dihitung dengan jari


Adanya otonomi daerah makin membuatku makin tertunduk sedih…..

Karena aku berada di wilayah kecamatan…namaku pun menjadi SMKI Kasihan….

Benar-benar kasihan nasibku….

Kenapa aku tak boleh memakai nama SMKI Yogyakarta?

Apakah kecamatan itu bukan bagian dari Yogyakarta?

Atau haruskah mengadu ke dirjen dikmenjur

Aku tak tahu, itu masih ada

Atau entah apa namanya….


Aku hanya ingin namaku dikembalikan….

SMKI….SMKI….SMKI

Biarkan alumniku bangga dengan nama ini….

Biarkan pendiri-pendiriku tak kecil hati…..

KEMBALIKAN NAMAKU….KEMBALIKAN!

(Untuk almamaterku, SMKI, selamat HUT ke 49, 10 Nop 2010)


Ibu Tanti (84 th) salah satu pendiri KONRI, menari Golek AYun-Ayun bersama penerusnya, yang menjadi dosen dan seniman profesional. Meski tangan sudah gemetar saat harus memegang sonder (selendang). Semangatnya yang harus kami teruskan. Pendampingnya juga tak lagi muda, sudah balita (bawah lima puluh tahun).


Siswa SMKI pada saat uji kompetensi, mempresentasikan karya mereka


Siswa SMKI dalam acara gelar pretasi dan bela Negara 2009


Salah satu alumni SMKI dengan karyanya “The Mask”



Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *