Kondom: Sponsor Utama Pernikahannya

Cechgentong


Kadang-kadang ide gila dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu masalah terutama pada saat kita mengalami kemandekan dalam mencari solusi.


” Sudah banyak usaha yang telah saya lakukan tapi kok masih mentok juga “

” Ikhtiar jalan terus tapi  masalahnya kok ga selesai-selesai “

Itulah kalimat yang sering keluar dari mulut kita apabila permasalahan yang dihadapi sepertinya tidak kunjung rampung.

Saya punya cerita tentang ide gila yang mungkin dapat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan biaya pernikahan yang cukup besar terutama bagi pasangan yang berkantung pas-pasan.

Memang ada pernikahan massal yang banyak diselenggarakan dengan berbagai macam model seperti berita di TV tentang pernikahan massal dimana ijab qabulnya dilakukan di atas balon udara. Tetapi sekali lagi setiap pasang pengantin menginginkan pernikahan yang sakral dan kalau bisa dibiayai oleh kantong sendiri.

Dua tahun yang lalu, seorang teman datang ke tempat saya dan ingin mengabarkan berita gembira kalau dia akan melaksanakan pernikahan 4 bulan lagi. Betapa senangnya saya mendengar berita tersebut. Tetapi nanti dulu, kelihatan menggembirakan tetap saja ada raut muka kebingungan yang menyeliputinya. Apakah itu?

Kembali lagi masalah biaya pernikahan. Perlu diketahui, teman ini hanya bekerja sebagai karyawan rendahan di sebuah perusahaan swasta kecil dengan gaji seukuran UMP. Dia meminta saya untuk mau meminjamkannya sejumlah uang buat pernikahannya.

Saya hanya menjawab bahwa saat itu saya tidak bisa membantu karena uang yang ada sudah ada pos masing-masing dan lebih utama lagi uang saya diproyeksikan untuk pengobatan ibu saya yang menderita stroke (membutuhkan dana yang besar sekali). Tampak sekali kekecewaan dari raut muka teman.

Tetapi sekali lagi saya katakan bahwa saya tetap akan membantu mencari solusi terhadap masalah dan tidak ingin menghilangkan harapan yang mulia dari teman tersebut bagaimanapun caranya. Setelah itu teman langsung pamit diri karena ingin mencari sumber dana lain yang mungkin  bisa membantunya.

Pada malam harinya saat saya sedang menonton film “The Wedding Planner ” yang saya lupa siapa aktor/aktrisnya tiba-tiba timbul ide yang mungkin dianggap gila. Malam itu saya menelpon dia untuk datang ke tempat saya sekalian memaparkan ide ide gila tersebut.

Seperti mendapatkan durian runtuh langsung teman mengatakan akan datang ke tempat saya. Dalam hitungan menit, teman saya sudah tiba di rumah dengan raut muka yang berbeda pada saat datang pertama kali. Apakah ide gila itu ? Tunggu tanggal mainnya eehhh tunggu saya buat kopi dulu, kata saya kepada dia hehehehehe.

Tanpa panjang lebar, saya langsung mengajukan pertanyaan. Berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pernikahan tersebut ? Berapa dana yang dipunyainya saat ini ? Dimanakah pelaksanaan ijab qabul dan rame-ramenya ? Berapa banyak undangan yang hadir ? Masih adakah cukup waktu untuk bernegosiasi ulang (maksudnya urun rembug…. sorry bukan bisnis ya) antar dua keluarga?

Teman saya menjawab bahwa perkiraan biaya pernikahan  sebesar 30 juta rupiah dengan segala perinciannya. Anggaran pribadi yang direncanakan sebesar 3 juta rupiah. Pelaksanaan seluruh acara pernikahan dilakukan di rumah pengantin wanita (teman saya pria) dengan undangan sekitar 300 orang. Teman mengatakan bahwa masih ada 2 kali pertemuan antar keluarga untuk menggolkan pernikahan tersebut dan masih ada waktu efektif kurang lebih 3 bulan.

OK jawab saya. Kemudian saya menelpon seorang teman lagi yang biasa menjadi konseptor dalam setiap acara/even apapun. Dalam waktu singkat teman konseptor datang ke rumah walaupun sudah dini hari. Kemudian saya memberitahukan ide gila kepada keduanya yaitu untuk mengatasi permasalahan dana tersebut maka dibutuhkan sponsor utama yang dapat membiayai pernikahan tersebut.

Saya mengusulkan perusahaan produk KONDOM sebagai sponsor utama dan sebagai sponsor pendukung saya mengusulkan minuman berenergi dan salah satu stasiun TV swasta. Sempat terbelalak dan kaget kedua teman saya mendengar ide saya tersebut.

Alasan saya adalah belum pernah ada acara pernikahan perorangan (kalau massal sudah banyak) yang sebagian besar biayanya diperoleh bukan dari kantong pribadi, sponsor kondom dipakai sebagai bentuk dukungan pasangan pengantin muda terhadap program Keluarga Berencana (banyak yang mengatakan ini di gathuk-gathukkan hehehehe) dan minuman berenergi ya biar roso alias makin jos mainnya hahahahaha. Kemudian even pernikahan perorangan dengan sponsor Kondom mempunyai nilai jual bagi TV dan produk kondom itu sendiri.

Setelah saya jabarkan ide tersebut, langsung teman konseptor membuat konsep dan proposal dengan detil saat itu juga dan tanpa terasa dalam waktu 2 jam selesai (sampai begadang demi seorang teman) dan diperoleh anggaran pernikahan yang tidak beda jauh dengan perkiraan teman yang mau menikah tersebut.

Kemudian konsep dan proposal tersebut, saya minta kepada teman ini untuk disampaikan ke keluarga besar baik keluarga pengantin pria maupun wanita. Kebetulan sekali pertemuan antar keluarga dilaksanakan 2 hari lagi.

Dengan harap-harap cemas, 2 hari kemudian saya mendapat berita dari teman yang menikah baahwa pada prinsipnya kedua keluarga besar setuju dengan usulan saya. Saat itu juga saya memanggil teman konseptor untuk langsung membuat proposal lengkap yang nantinya akan ditawarkan ke perusahaan-perusahaan kondom, minuman berenergi, dan stasiun-stasiun TV. Semua biaya pembuatan proposal ditanggung oleh saya karena hanya itu yang bisa saya bantu.

Dalam waktu singkat semua proposal sudah disebar dan ditawarkan. Tanpa diduga ada satu perusahaan kondom menyatakan minatnya dan ingin bertemu dengan kami sekaligus ingin tahu motif kami menyelenggarakan acara tersebut.

Keesokkan harinya, kami bertemu dan menerangkan motif menyelenggarakan acara tersebut yang pada intinya adalah ingin membantu teman yang mempunyai dana terbatas tapi ingin menjalankan ibadah yang mulia sesuai dengan ajaran Rasulullah.

Tanpa diduga perusahaan tersebut menyetujuinya dan membiayai sesuai anggaran yang tercantum dalam proposal dengan berbagai kompensasi yang harus kami penuhi seperti menyediakan tempat untuk ATM Kondom di pintu masuk/keluar sekaligus sebagai merchandiser, ijin menerbangkan balon Kondom di lokasi kepada pihak berwenang yang nantinya bisa menjadi penunjuk lokasi pernikahan bagi para undangan, tempat pemasangan iklan di belakang panggung pengantin dan beberapa tempat lainnya yang masih dalam lokasi acara pernikahan dan lain-lain.

Berita gembira tentang persetujuan perusahaan kondom menjadi sponsor tunggal, langsung saya sampaikan ke teman. Tampak wajah kegembiraan yang luar biasa darinya yang kemudian berita tersebut disampaikan ke seluruh keluarga besar kedua pasangan calon pengantin.

Alhamdulillah saya mengucapkan syukur berulangkali kepada Allah SWT yang telah memberikan petunjuk dan pertolongan kepada teman saya agar ibadah mulia yang dijalankannya dapat segera terlaksana.

Selama 2 bulan kami dan perusahaan produk kondom  saling melakukan komunikasi dalam ranga pemantapan acara pernikahan. Tetapi kembali lagi manusia punya rencana tapi Tuhan yang menentukan.

Apa yang terjadi?

Dua minggu menjelang acara penikahan, calon pengantin wanita masuk rumah sakit karena  jatuh sakit terkena penyakit demam berdarah (DBD) akut alias terlambat penanganannya. Sungguh sedih saya mendengarnya dan benar saja dengan apa yang saya kuatirkan yaitu baru saja beberapa menit saya tiba di rumah sakit (calon pengantin wanita sudah 2 hari dirawat) langsung dikabarkan kalau calon pengantin wanita meninggal dunia. Innalillahi wa innalillahi roji’un.

Teman saya, calon pengantin pria tampak tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi dan raut kebingungan, sedih, marah, berontak menjadi satu. Mengapa ini harus terjadi kepada saya ? Begitulah kalimat sedih yang terucap dihadapan saya. Saya hanya berpikir bahwa Allah SWT mempunyai rencana yang lebih baik bagi teman saya bagi kehidupannya di kemudian hari.

Ide gila tinggal sebuah ide yang mungkin dapat menjadi solusi bagi sebuah permasalahan tapi Allah punya sesuatu yang lebih baik dari sekedar sebuah ide gila. Atau apakah ide gila tersebut dapat menjadi tertawaan sehingga mengurangi kesakralan sebuah pernikahan?

Semuanya tergantung pada niat yang baik dan hanya diri sendiri yang bisa menjawabnya. NASRUMINULLAH WA FATHUN QARIB

58 Comments to "Kondom: Sponsor Utama Pernikahannya"

  1. Hennie Triana  28 November, 2010 at 02:05

    Cech..saya masih menunggu jawabannya

  2. Lani  28 November, 2010 at 01:52

    DA : hahahah……kok malah ngasih nasehat sama mbak CENUT-CENUT?????? sak-jane sing perlu ditambah dosis obate sopo?????? ngakak waelah aku

  3. Dewi Aichi  28 November, 2010 at 01:46

    mas Chec…(panggil mas biar ngga ngambek)….ampun yaaa….ampunilah orang gila ini gara-gara ide gilamu…!

    padahal orang gila itu tidak dosa…bebas dari hukuman….! Silahkan berbuat….!

  4. Dewi Aichi  28 November, 2010 at 01:44

    Lani, makanya sana nikah di KUA..biar tau, wong biayanya tuh murah banget kok, ngga nyampe 500 kok Xa…(nganyang mode ON)…weh..cara mana nih nikah kok biayanya nawar-nawar he he he….

  5. Dewi Aichi  28 November, 2010 at 01:41

    xixixixixixi..Elninooooooooo..nglilir cuma mau protesssssssss…ayo sana tidur lagi, diminum dulu obatnya, awas dosisnya ditambah untuk minggu ini, soalnya udah ketularan miss Kona…!

  6. Lani  28 November, 2010 at 01:41

    whoaaaaaaaa………..wes dirusak, mobrak-mabrik tenan artikel bung Cech…….monggo2 di-odol2 sekalian…….mumpung yg duwe lapak gek ngorok kkkkkkkk

  7. Lani  28 November, 2010 at 01:40

    hello cenut-cenut el-nano-nano ……..aku le ngakak karo nibo tangi…..betoooooooool sekwaliiiiiii…..jelas yo la gak usah mlebu dilebok-e wong sudrun………DA kan malah udah PROFESORNYA……wakakak…….ngasek kepuyuh-puyuh iki aku…………kowe iki lo…………wakakak………yo…..bener XA, aku, DA, dan dirimu jua……..iso jd EO plg TOP MARKOTOP…………laris manis tanjung kimpul

  8. Dewi Aichi  28 November, 2010 at 01:40

    Pengumuman: ketinggalan satu untuk komen 41 yaitu Alexa…soalnya tadi mau ngetik Alexa..komputerku dead he he..!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Image (JPEG, max 50KB, please)