Luka Dalam Sajak

Fahri Asiza


LUKA DALAM SAJAK 1


gugusan hujan lembing menampar bumi darah

memandikan anak-anak semboyan dan melingkari titiktitik ketiadaan

inikah tanah merdeka


serombongan kisah berombak riak, bertamu, meludah lalu mengangkasa lagi

tak ada kemudi, tak ada nakhoda

tinggal mimpi bocah memetik bulan

meminta pada bunda agar mengubahnya menjadi setangkai mawar


gugusan hujan lembing menampar tanah darah


(sayup dalam ranah merah, si kecil bertanya :

adakah bunga itu mekar sebelum waktunya?)


aku, kau dan siapa saja kelak menjadi sejarah



LUKA DALAM SAJAK 2


ada tanda tertinggal

sementara merah tak lagi bernoktah

biarkan :

Ya, biarkan


lelakon tapak kaki tanggalkan gedung, murka, langit, amarah

di mana kau dan diriku berada


kusingkap hitam kutelusuri nama

kulepas tari kupendam iris

biarkan :

Ya, biarkan


di sini kau dan aku pernah bersama

bercakap tanpa nada, kosong saja


geligi bergigi taring bertaring

kau dan aku, sama asa

biarkan :

Ya, biarkan


barangkali karena kasih kita bersama menyaksikan rasa sayang-Nya melalui

kemarahan gunung, angin dan badai


: ya, biarkan seperti apa adanya

barangkali




Mutiara Duta 3 – 4 November 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.