Otong Udinov’s File: Hantu Suster Ngesot Egi

Wahyu Wibowo


Perlahan kubuka mataku yang masih berat menahan jahitan luka

Terasa denyutan nadi berdetak keras mengetuk di seputar kepala

“ Hey… dimana aku… mengapa tiba tiba aku bisa berada di ruangan remang-remang serba putih yang sepi “

Kuraba wajahku sambil kucoba menerawang memikirkan apa yang terakhir kali terjadi dengan diriku ini


Hhhmmmm aku ingat lagi sekarang…sesaat berkelebat potongan potongan kejadian yang kualami terakhir kali

Kuingat ketika kursi, metromini, wajan, kayu gelondongan serta kendi menerpa tubuh ini

Juga tawuran massal yang terjadi dalam keriuhan sebuah suasana pesta

Dan Ryu… yups Ryu…ah kemana dia yach…apakah dia baik baik saja… mata ini sekejap berputar putar mencari sosok keberadaannya


“ Sepi… tak ada siapapun di ruangan ini “ gumanku… “ Aku ada dimana sebetulnya… Apakah ini di surga “

Kulihat jam di dinding menunjukkan sudah dekat jam setengah dua lewat tengah malam… “ Pantesan saja suasananya sepi… rupanya semua telah terlelap dalam mimpinya “

Pingsan tak sadar diri sehari semalam membuat mulutku begitu dahaga

Kucoba untuk menggerakkan tubuhku… ough begitu terasa berat dan tiada daya


Aduh… mengapa seluruh badanku berdenyut sakit tak terkira

Hampir semua bagian tubuhku pun terlilit perban yang mengikat di mana-mana… hanya sepasang mata dan bibir ini saja yang masih terbuka

Sepertinya ada bagian tubuhku yang terbentur hebat karena peristiwa malam itu

Sehingga saat bergerak sedikit saja semua sendi langsung terasa ngilu


“Aduh… aku harus minta tolong kepada siapa yach… “ rintihku “ Tak terlihat seorang pun suster atau dokter jaga “

Kualirkan pandangan melihat sekeliling ruangan, mencari cari adakah segelas air minum yang bisa tawarkan dahaga

“ Hmmm… kutemukan juga akhirnya… tapi jauh sekali letaknya di sana… di ujung dekat pintu dan tak mampu tanganku menggapai meraihnya… aku harus segera mencari cara untuk bisa bergerak kesana

Tak ada pilihan lain… pelan pelan seperti kucing turun dari pohon aku merayap turun dari pembaringan dengan menanggung semua rasa sakit yang kurasa


Segera aku mengambil posisi ngesot di lantai untuk mencapai tempatnya

Karena hanya posisi ini saja yang paling wuenak saat ini untuk mencapai ke tempat air minum penghapus dahaga

“ Sroghhhh…Sroghhhh… “ terdengar bunyi berderit memecah keheningan malam

Suasana kamar yang sepi saat itu mendadak menjadi begitu mencekam dan menakutkan


“ Meooong… Meoong… !!!!! “ tiba tiba terdengar suara kucing garong yang melompat tak terduga dari tingkap jendela yang setengah terbuka

Terlihat sosok bayangannya yang besar hitam memanjang di bawah sinar purnama

Mendadak jantungku terasa berhenti berdetak karena begitu terkejut melihat kehadirannya

“ Hmm dasar mpuss kurang kerjaan… kelayapan koq malam malam… “ ujarku sambil mengelus-ngelus dada


Huft… ternyata tak semudah yang dibayangkan sebelumnya… perlu perjuangan extra keras untuk ngesot dengan kondisi yang ada

Keringatpun mulai menetes di sela-sela perban yang melilit tubuhku…. Sepintas diriku ini lebih mirip dengan mummy yang ada di negeri Mesir sana

Lama kurasa waktu berlalu tapi baru setengah jalan saja yang kulalui… itupun dengan nafas yang memburu satu dua

Tiba-tiba terdengar langkah sepatu mendekat dari balik pintu… semakin lama suara itu semakin jelas ditelinga… lalu terdengar suara berdecit gagang pintu yang berputar perlahan…dan sebuah wajah cantik muncul tanpa disangka-sangka


“ Groooompyaaaang…. Thak.. Dugh Dugh Chek… Ting Ting… Tuink… Tuink…….. “ nampan yang dibawanya mendadak jatuh terpelanting berhamburan seketika… wajahnya pucat pasi melihat diriku yang sedang mlungker-mlungker di lantai dengan lilitan perban di mana mana

“ Han… Han… Han… Han… tu… Nge… Sot !!!!! “ teriaknya memecah keheningan suasana malam itu sambil terus ngibrit penuh hysteria

Aku hanya bisa melongo pasrah diteriaki seperti itu olehnya “ Asem… Asem… mimpi apa diriku diteriaki hantu ngesot buruk rupa “

Andai saja dia tahu di balik perban ini wajahku seganteng Brad Pitt tentu dia akan tersipu-sipu malu jatuh cinta


Terjadi kepanikan luar biasa di pos jaga rumah sakit malam hari menjelang pagi

Suster muda itu masih juga berteriak-teriak histeris tak bisa didekati

“ Kenapa dik… apa yang sudah terjadi…” “ Nyebut dik… nyebut… but..but..but.. “ ucap teman temannya

“ Panggil security cepat…. Ini kayaknya bukan bintang biasa….. ini naga-naganya seperti kemasukan mahluk yang nongkrong di po’on nangka di ujung sana “ kata teman teman lainnya


Setelah agak lama ditenangkan dan disembur air oleh teman-temannya

Suster muda itu akhirnya bisa juga bercerita dengan suara pelan terbata bata

“ Ada han.. han.. han.. tu… nge.. sot…di sana “ ucapnya lirih “ bentuknya seperti mummy… asyik mlungker-mlungker seperti ikan pepes peda “

“ Di sana… dikamar 303… yang kemarin di huni pejabat koruptor yang bunuh diri karena putus asa di vonis 20 tahun penjara “


“ Busyet dah… ora di emek-emek koq mlethek dhewek… belum ilang lagi rasa hausku… sudah datang masalah baru… “ gumanku ngedumel di dalam hati

Tak perlu menunggu lama kamarku penuh dengan orang orang yang terbangun karena terkejut dan penuh rasa ingin tahu apa yang telah terjadi

Beberapa di antara mereka malah ada yang iseng membawa bawang putih sebagai penolak bala

“ Capek dech… lu pikir gue ini drakula yach… atau lu pikir gue ini vampire hantu gonggo dari negeri China apa… “


Keadaan panik seketika berubah menjadi riuh rendah berisi gurau canda

Sang suster muda tampak tersudut malu-malu telah membuat gaduh suasana

Beberapa dari mereka membantu aku kembali berbaring di tempat tidurku

Setelah sebelumnya memberi segelas air untuk menghilangkan dahaga dan rasa kagetku


“ Lain kali… kalau melihat hal seperti itu jangan lupa tanyakan dulu pada mahluk itu punya KTP yang masih berlaku atau tidak … “ kata suster kepala menasehati

“ Lihat juga kakinya masih menempel di tanah atau melayang layang tinggi di udara …” ucapnya lagi

“ Iya bu… saya juga sudah terlanjur malu melakukan hal-hal konyol seperti itu “ ucap suster muda itu terisak menahan malu

“ Ya sudah… sekarang minta maaf sama mas Otong sana… dia kelihatan syock banget dibilang hantu ngesot… dan setelah itu lanjutkan kembali berjaga… masih banyak pasien yang membutuhkan penanganan medis segera “ ucap suster kepala sambil berlalu


Dengan langkah ragu, rasa malu dan pipi bersemu merah jambu suster muda itu perlahan mendekatiku

Dari pakaiannya yang masih kinclong belum bladust kutahu dia masih belum lama bekerja di situ

Dia berdiri lama-lama memandang ke arahku yang pura pura memejamkan mata…. Sepertinya dia tengah berpikir menunggu sesuatu

“ Ehem… Ehem… “ aku pura pura batuk… yang membuatnya semakin meleleh di samping tempat tidurku


“ Hmmm… mas Otong…. Saya… hmmm… Saya mau… hmmm… Saya mau anu mas…. Hmmm… “ ucapnya ragu dan malu

“ Waduh maaf dik… anu saya bukan untuk konsumsi publik loh… ini hanya untuk calon istriku nantinya “ ucapku pura-pura galak gitu

“ Bukan mas… bukan itu maksud saya… “ ucapnya buru buru menutupi wajahnya yang semakin merah tak menentu….. “ saya cuma… hmmm… saya cuma mau anu…hmmmm itu loh mas… anu…. “

“ Tuh khan… anu lagi…”  ucapku sambil senyum senyum menggoda dirinya yang mati kutu

“ Saya mau minta maaf mas atas huru hara yang terjadi barusan… “ ucapnya setelah mampu menguasai diri

“ Minta maaf itu soal gampang dik… tapi gimana urusannya dengan syock saya ini… “ balasku pura pura jaga gengsi

“ Saya mau melakukan apa saja mas… sebagai ganti rugi…bila itu yang mas mau… “ ucapnya memasrahkan diri

“ Hmmm baiklah… saya punya 3 permintaan yang harus dipenuhi “ ucapku yang tiba tiba teringat sebuah iklan rokok di tivi


“ Apa itu mas… asal bukan sesuatu yang terlarang dan saya mampu melakukan… saya pasti akan melakukannya mas “ ucapnya sambil tersedu

“ Permintaan yang pertama….. saya ingin tahu lebih banyak tentang dirimu… adik bisa khan berbagi cerita keseharian adik padaku “

“ Hmmm Nama saya Egi, mas… lengkapnya Egi Wakiyem Teposaliro Singodimejo… status jomblo kacang ijo… blasteran betawi bogor… kebetulan bapak dan emak bertemu waktu mereka sama-sama jualan di PRJ Kemayoran dahulu…. Bapak jualan kerak telor… dan emak jualan taoge goreng… cuman entahlah kenapa namaku jadi koyo wong jowo gini…dan bla..bla..bla… hampir setengah jam diapun asyik bercerita ”

“ Saya baru seminggu kerja di rumah sakit ini… mas, “ ujarnya lagi “ jadi mohon dimaafkan bila masih belum begitu luwes melayani pasien dengan sempurna “


“ Okeh… sekarang permintaan kedua….” Ucapku “ apa kamu suka sama lagu-lagunya band ungu… ituloh yang vokalisnya bernama pasha

“ Suka banget mas… malah saya hapal di luar kepala hampir semua lagu-lagunya…. “

“ oh ya… kalo begitu sebagai permintaan kedua… coba nyanyikan lagunya yang terbaru… kalo tidak salah judulnya PERCAYA PADAKU dengan catatan semua huruf vokalnya harus diganti dengan huruf I “ ujarku yang tiba tiba saja mempunyai ide brilliant untuk menggodanya lagi

Tak berapa lama Egi pun mulai bernyanyi “ birikin cintimi jigi siyingmi pirciyi pidiki kikin minjigimi hinggi ikhir wikti minjimpitmi…. “ dengan hati khekhi


“ Terus permintaan yang ketiga apa mas…. “ tanyanya dengan nafas ngos-ngosan sehabis dikerjain nyanyi lagu ungu tadi

“ Hmm.. wajahnya yang cantik jelita… dalam sapuan warna-warna yang sederhana begitu sedap dipandang mata… aku harus sering sering bersamanya kalau ingin cideraku ini cepat sembuh… “ ucapku dalam hati

“ Dik Egi… karena sekarang sudah mau subuh dan adik tentunya masih punya pasien lain yang harus diurus keperluannya di kamar lain… jadi biarlah permintaan ketiga dipending sampai besok saja yach… lagian mataku sudah mengantuk “ ucapku bermisteri

“ Terima kasih mas Otong…. Senang berkenalan dengan mas… ternyata mas orangnya lucu juga yach…. Egi permisi dulu yach… ada ataupun tidak ada permintaan ketiga… besok Egi pasti kesini lagi koq “ dan Egi pun lantas berkemas dan beranjak pergi

(http://dzackidotcom.wordpress.com)

“ Hey… mengapa senyumnya yang sederhana selalu terbayang-bayang di mata “

“ Seperti ada sebuah pesona yang selama ini diam-diam kudamba “

“ Ah sudahlah… masih panjang hari-hariku di rumah sakit ini… masih banyak waktu untuk bertemu lagi dengannya… sekarang waktunya beristirahat karena kepalaku masih berdenyut nyeri “

Sementara di luar ruangan Egi sang suster muda tersenyum-senyum sendiri mengenang apa yang barusan terjadi… “ mas Otong… boleh juga orangnya “ ucapnya dalam hati


Hmmm kira kira apa yach permintaan ketiga Otong Udinov kepada suster Egi… biarlah matahari esok yang menjawabnya….

…. Berikan cintamu… juga sayangmu… percaya padaku… kukan menjagamu… hingga akhir waktu… menjemputmu….

12 Comments to "Otong Udinov’s File: Hantu Suster Ngesot Egi"

  1. dhi'  11 August, 2011 at 13:32

    lanjutan nya mn???

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *