Sebuah Lukisan di Kamarku

Anastasia Yuliantari


Aku mempunyai sebuah lukisan di dinding. Lukisan itu milik Bapakku. Lukisan yang aku tak pernah tahu maknanya waktu masih kecil, karena hanya berupa goresan cat berwarna-warni. Namun seiring berjalannya waktu dan keakrabanku dengan lukisan itu, aku merasakan ada jiwa yang hidup di dalamnya. Ada sesuatu yang ingin diungkapkan oleh garis dan coretan warna-warni itu. Sesuatu yang bergelora suatu ketika, lalu berubah tenang saat berikutnya.

Perlahan tapi pasti aku mulai memahami makna setiap garis dan warna. Aku hapal kapan warna itu menjadi suram dan kapan berubah menjadi cerah. Aku mulai menyelami dan memahami saat-saat terbaik dan terburuk lukisan itu. Aku semakin pandai pula menentukan saat kapan aku ingin menikmati lukisan itu. Biasanya itu sesuai suasana hatiku. Bisa jadi saat matahari bersinar terang di kamarku, atau saat senja hanya meninggalkan sejumput cahaya.

Bukan berarti aku tak pernah menatapinya ketika malam tengah menggerayangi bumi. Sering aku terpaku melihatnya membisu, seakan tidur, disinari lampu neon putih yang menyilaukan di kamarku. Aku tak melihatnya bergerak atau hidup seperti saat mentari menghamburkan cahayanya. Dia sungguh hanya sebuah lukisan. Tapi perasaanku berkata dia tahu aku mengamatinya, mencoba menebak apa yang tengah terjadi di balik keheningannya.

Ada saatnya aku menyimpan kesedihan yang teramat sangat, lalu aku akan melihat garis-garis gelap pekat yang tergores dalam bidang itu. Apakah itu sisi dimana emosi pelukisnya sedang gelap seperti diriku juga?. Kebalikan dari nyala membara warna-warna terang yang menimpalinya?

Kamu ingin melihat gelombang perasaan seseorang? Lihatlah lukisan itu suatu ketika kalau waktu berpihak pada kita. Ada beribu riak dan badai di dalamnya. Persis sama seperti yang terlukis di sana. Walau pun aku tak pernah tahu siapa orang yang melukiskannya.


(painting by Abe A Kohar Ibrahim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.