Mainz Kota Tua

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Dunia BalTyRa…

Salam jumpa dari Mainz….!!! Bukan hari Selasa kan….??? Hahahahahaha…. maaf, takut kalau mbak DA mutung, jangan mutung ya mbak….

Okay…

Kalau belum bosan, maka kali ini Dj. ingin mengajak anda semua melihat photo-photo kota Mainz dari sisi yang lain…Benar, Mainz ada bagian bangunan yang baru dan ada pula bagian bangunan yang tua…

Walau kota Mainz sangat kecil, mungkin lebih cocok dibilang “Desa”  ya…. hahahahaha….!!!

Oret-oretan ini Dj. tulis, berdasarkan komentar dimas Josh Chen, di ” Janji “, yang mana dimas menulis, kalau di Eropa, alun-alunnya selalu dikelilingi bangunan tua..

Lha Mainz, kota kecil, ya tidak punya alun-alun, apalagi alon-alon….hahahahaha….!!!

J C Says:
November 16th, 2010 at 15:04

Pak Djoko, tidak di Belanda, Belgia atau Luxembourg, rata-rata kota di Eropa Barat, tidak besar tidak kecil punya ciri khas mirip ya. Alun-alun yang dikelilingi bangunan tua yang kebanyakan berfungsi sebagai restoran. Matur nuwun sharing Trier di waktu malam….)

Bagi orang Asia yang kurang menyenangi sejarah bangunan, maka bangunan tua, juga gereja tua akan sangat membosankan. Karena orang Asia lebih condong untuk jalan-jalan ke Mal dan Shoping….

Maaf di Mainz, kami tidak punya Mal….. Kasihan ya…. hahahahaha…!!! Benar memang tidak semua berpikiran demikian, banyak juga orang Asia yang senang dengan sejarah…

Ciri khas kota Mainz, adalah Gereja Katholik (DOM) yang sudah berumur 1000 tahun lebih dikit. Walau saat perang dunia ke 2, kota Mainz hampir rata dengan tanah, hampir semua bangunan runtuh. Tapi DOM ini tidak ada yang berani, menyentuhnya.

Dj. yakin, (karena sering cerita tentang kota Mainz dimana Dj. tinggal), maka banyak dari anda semua yang tahu, kalau kota Mainz dilalui bengawan Rhein. Sungai yang terbesar di Eropa dan juga yang memisahkan Propensi Rheinlandpfalz dengan ibu kotanya Mainz dan Propensi Hessen dengan ibukotanya Wiesbaden.

Di sini anda lihat ada bendera merah-putih, tapi di Jerman pada umumnya, ini bendera dikibarkan kalau ada perayaan saja. Kadang juga kebalik, jadi putih merah….Jadi bukan karena SBY datang ke Mainz lho ya….hahahahahaha…!!!

Kota Mainz dilihat dari seberang, saat senja dan anda bisa lihat DOM dan juga Christus Kiirche, walau kecil.

Ini photo DOM dan Christus Kirche asli dan sekalian pamer lukisan Dj… (lukisan bakar yang menggunakan Solder yang membakar papan triplex.

Dan juga Gereja Protestan dengan nama ” CHRISTUS  KIRCHE”

Ini gedung Theater di Mainz, sisi depannya saja yang tua, tapi di belakangnya sudah ditambah dengan yang baru.

Gedung di bawah ini adalah Musium Gutenberg, dimana di sini pertama kali Bible yang diterjemahkan oleh Pastor Martin Luther dari bahasa Latin ke bahasa Jerman dicetak. Dia berkeinginan, agar semua orang mengerti isi dari Bibel dan bukan hanya pastor saja. Di dalam Musium ini ada Bible yang sekecil beras, (jelas hanya satu ayat Alkitab yang paling pendek yang ditulis)  tapi juga banyak macamnya lagi…

Ini tempat dimana setiap hari Selasa, Jumat dan sabtu, dijadikan pasar… (Marktplatz), tapi juga untuk pasar Natal.

Mari kita jalan sambil melihat-lihat bangunan tua di jalan ” AgustinerStr”

Kita akan diperlihatkan ciri khas bangunan tua yang menggunakan penyangga kayu yang malang-melintang. Tiang-tiang yang malang melintang, dibikin dari kayu….

Dibangun pada abad ke 17

Juga di jalan ini banyak yang jualan makanan, seperti Pizza, Kebab dan yang lainnya…

Di Jalan ini, bila sommer, selalu ada beberapa seniman yang beraksi di sini. Baik mereka  pelukis, juga pemusik…

Nah ya…sudah cape ya… Okay, kita pulang naik taxi saja ya, karena kalau mau naik, mungkin mesti nunggu lagi…Bus hanya ada setiap 20 menit untuk satu jurusan…. Tapi Taxi, setiap saat….

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa dan anda semua yang telah dengan sabar, membaca oret-oretan dan melihat photo-photo yang Dj. pamerkan di sini….

Semoga kebaikan hati anda semua, dibalas dengan Kasih dan Berkat TUHAN yang berlimpah…


Salam manis dari Mainz, untuk anda semua…..

Dj. 813




About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *