Thursday, 2 December 2010
Enigma
Sampai saat ini, teleportasi mungkin hanya merupakan bagian dari film science fiction walaupun banyak kisah-kisah yang mengkonfirmasi kemungkinan adanya fenomena ini. Di bawah ini adalah salah satu kisah pendek mengenai sebuah kasus kemungkinan teleportasi yang terjadi pada abad pertengahan.
Pria itu bernama Gil Perez dan ia tidak tahu bagaimana ia bisa sampai di tempat itu.
Sebagian orang yang membaca kisah ini beranggapan kalau dengan suatu cara, Gil Perez telah mengalami teleportasi secara misterius sehingga bisa muncul di Mexico.
Sejarawan lainnya meragukan akurasi kisah ini dan menganggapnya sebagai hoax atau sebuah urban legend yang berusia sangat tua. Sejarawan Mike Dash misalnya, menganggap kisah ini tidak bisa dipercaya karena catatan mengenainya baru muncul pada abad ke 17, sekitar satu abad setelah peristiwa munculnya Perez di Mexico.
Tapi, sepertinya, cukup menarik untuk menyimak pengalaman Gil Perez. Soal percaya atau tidak, saya serahkan kepada masing-masing pembaca.
Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, Gil Perez tiba-tiba muncul di Plaza Mayor di Mexico City pada tanggal 24 Oktober 1593. Saat itu Perez mengenakan seragam Palacio Del Gobernador, prajurit pengawal istana gubernur di Philipina.
Saat itu Philipina berada di bawah kekuasaan Spanyol dan Perez adalah prajurit Spanyol yang ditugaskan di wilayah itu.
Yang misterius adalah, bagaimana Perez bisa berada di tempat itu.
Menurutnya, ia sama sekali tidak mengerti bagaimana ia bisa muncul di tempat itu. Ketika ditanya oleh para penjaga yang menemukannya, Perez menjawab:
“Nama saya Gil Perez. Soal mengapa saya berdiri disini adalah karena saya sedang menjalankan perintah yang diberikan kepada saya. Pagi ini, saya diperintahkan untuk berjaga-jaga di muka pintu istana gubernur di Manila. Tetapi, saya tahu persis kalau tempat ini bukan istana Gubernur dan sepertinya saya tidak sedang berada di Manila. Saya tidak tahu mengapa dan bagaimana saya bisa berada disini.”
Menurutnya, saat itu ia sedang bertugas di istana gubernur di Philipina. Lalu, ia merasa pusing dan hampir pingsan. Kemudian, ia bersandar di dinding sejenak dan menutup matanya.
Ketika ia membuka matanya kembali, seluruh pemandangan di hadapannya telah berubah. Sekarang ia berada di Mexico City. Perez mengakui kalau ia tidak mengerti mengapa ia bisa berpindah tempat.
Ia juga menceritakan kalau malam hari sebelum ia muncul di Mexico, gubernur Philipina, Gomez Perez Dasmarinas, telah dibunuh oleh para pembajak Cina di Maluku.
Ketika diberitahu kalau ia berada di Mexico, Perez menolak untuk percaya karena pada tanggal 23 oktober, ia masih berada di Manila dan mendapatkan perintah untuk bertugas. Karenanya, mustahil ia bisa berada di sebuah tempat yang sangat jauh jaraknya dalam satu hari.
Otoritas Mexico yang mengetahui peristiwa aneh ini segera memasukkan Perez ke penjara karena menganggapnya sebagai desertir dan melakukan praktek penyembahan setan.
Perez menolak anggapan kalau ia adalah penyembah setan. Menurutnya ia telah berpindah tempat dari Philipina ke Mexico dengan suatu cara yang tidak dapat dimengertinya. Karena tidak mendapatkan kesalahan apapun pada dirinya, Perez dibiarkan di dalam penjara selama dua bulan.
Sampai saat itu, tidak ada yang mempercayai Perez hingga sebuah kapal dagang Spanyol tiba di Mexico dua bulan setelah Perez dipenjara.
Kapal dagang tersebut datang dari Manila dan membawa kabar yang mengejutkan.
Kabar itu mengkonfirmasi fakta yang diberikan oleh Gil Perez mengenai terbunuhnya gubernur Philipina oleh bajak laut Cina pada tanggal 23 Oktober 1593, malam sebelum Perez muncul di Plaza Mayor.
Bagaimana Gil Perez bisa mengetahui fakta ini?
Jika ia ditemukan pada tanggal 24 Oktober, maka, mustahil ia bisa mengetahui informasi ini karena sebuah pesan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk tiba di tempat tujuan pada masa itu.
Bukan itu saja, kapal itu bahkan membawa seorang saksi yang bersumpah kalau ia melihat Perez ada di Manila pada tanggal 23 oktober 1593.
Mendengar ini, otoritas di Mexico segera membebaskan Perez dan mengembalikannya ke Philipina dimana ia kembali diberi tugas sebagai perajurit penjaga istana gubernur.
Walaupun kisah ini sukar dikonfirmasi, namun catatan mengenai Perez yang sudah ada pada abad ke-17 cukup menarik karena pada masa itu, ide mengenai teleportasi belum dikenal sama sekali. Dan kasus Perez akhirnya menjadi satu di antara sekian kasus misterius abad pertengahan yang tidak terpecahkan.
December 3rd, 2010 at 08:01
Ajaib bin aneh atau aneh bin ajaib (siapa anak siapa bapak?)
December 3rd, 2010 at 07:55
Saya malah pernah baca teori bahwa dulu sekali ada suatu peradaban canggih yang hidup di muka bumi. Entah bagaimana caranya bisa hancur tanpa tersisa sedikitpun. Sehingga hampir tidak ada sisanya di jaman sekarang. Entah karena perang besar (Armageddon) atau bencana alam. Xenology memang selalu menarik hehehe
December 3rd, 2010 at 01:12
Enigma….
Terimakasih ya, untuk ceritanya, jadi seperti lihat pilm ” FRINGE “, yang bisa mengantar ke dunia yang sejajar….
Salam Damai dari Mainz…
December 2nd, 2010 at 23:21
Pak Anwari, saya juga pernah baca hal tsb. Di peradaban kuno waktu itu memang luar biasa. Kebudayaan dan unknown-technology yang dianggap orang sekarang low-tech atau primitive, tapi malah pada masa itu bisa dan sanggup membangun struktur raksasa tanpa bantuan peralatan canggih (atau malah sudah from somewhere), dengan tingkat ketelitian luar biasa, dan memiliki benang merah satu sama lain. Kebudayaan Aztec, Inca, Borobudur, Angkor Vat, Stone Henge, piramid di Mesir, dan masih banyak struktur raksasa lain yang sampai sekarang menembus jaman dan waktu…
Termasuk juga struktur-struktur kuno misalnya di Eropa. Lihat saja bangunan-bangunan tua, katedral, kapel, istana, dsb, masih tegak berdiri dengan tingkat kerumitan dan ketelitian yang jauh lebih tinggi dibanding dengan struktur sekarang ini. Big Ben di London, Museum Louvre, Basilica St. Peter, semuanya dibangun dengan teknik bangunan super canggih bahkan untuk masa sekarang ini, tingkat detail, kerumitan dan ketelitian tak tertandingi…
December 2nd, 2010 at 23:10
Aku jadi ingat Arad dan Maya, yang berseri di majalah Hai, kemudian diterbitkan juga majalah terpisah bareng Trigan dan Storm….
December 2nd, 2010 at 15:12
kayak di film Star Trek
December 2nd, 2010 at 09:06
Tahunnya 1953, bukan 1593….tahun 1953 mana ada Plaza..hahaha..
December 2nd, 2010 at 09:03
Saya pernah menyaksikan siaran TV Channel Discovery yang membicarakan kuil di Amerika Tengah, kebudayaan INCA. Di dalamnya ada ruangan yang berlubang di dua tempat yang berlawanan, dan pada tanggal tertentu sinar matahari bisa menembus ke kedua lubang sehingga terlihat jelas seberkas sinar mataharinya. Di situ ditampilkan arah sinar dan dicari di peta kearah mana berkas sina ini, mwnggunakan komputer laptom dan sateli. Ternyata garis sinar matahari itu melalui puncak tertinggi Angkor Vat di Kamboja, Menurut peneyelidikan Tim yang sama maka ada juga garis yang semacam yang menghungkan Angkor Vat dengan Borobudur!! Saya hanya bisa terkejut saja!! Ini mungkin sekali ada unsur Alien yang sedang bermain Wayang, bukan Wayang Kulit, tetapi manusia sudah diamati oleh para makhluk yang jauh lebih tinggi kebudayaan dan tingkat hidupnya, sejak lama
Bayangkan kalau Tim yang berkerja dan berusaha mencari tau itu bisa berhasil baik, bagaimana kita tidak kagum bahwa pada tahun-tahun pendirian Aztec – Angkor Vat dan Borobudur itu mengapa terletak di situ?? Ukuran apa yang dipakai untuk menentukan titik-titik awal pembangunannya??
Anwari Doel Anowo
Toronto – 01/12/2010
December 2nd, 2010 at 08:14
family Jupe bukan?