Kuliah Pagi (Suit…suit…Jeny…Jeny)

Rama Dira


Waktu itu masih pagi banget, jam tujuh. Kalau gak salah kuliah Pariwisata dan Hubungan Internasional di ruang atas Plaza Fisipol. Jaman itu aku lagi nge-grunge ceritanya : rambut panjang sebahu (sepanjang rambut cewek lah). Aku duduk di barisan kursi ke dua atau ke tiga tapi kursi di barisan depan kosong semuanya. Di samping kanan kiri ada Ade ‘Diana’, Inder, Ade ‘Vero’ (mungkin) Astri, Nindia, Nia, Elin dll. Intinya aku memang duduk di tengah-tengah para cewek-cewek manis dan cantik-cantik itu … (Perjaka di sarang Perawan kale?)

Trus kuliah baru berjalan beberapa menit, Pak Marsal mengajukan pertanyaan pada kelas : “Apa artinya Guide?”. Tidak ada yang menjawab (mungkin masih terlalu pagi dan anak-anak merasa tidak tertantang menjawab pertanyaan yang sebenarnya sangat mudah itu). Maka, beliau pun berinisiatif menentukan siapa yang harus memberikan jawaban. Beliau beranjak dari kursinya dan langsung berdiri di depan dan menunjuk aku sambil bertanya : “Guide artinya apa, MBAK..” Serta merta kelas langsung gemuruh karena mereka tahu aku COWOK BOK..tapi Pak Marsal gak peduli, dia tetap saja menunjuk aku dan mengajukan pertanyaan itu untuk ke 2 kalinya : “Apa.. MBAK, artinya Guide?Kelas semakin bergemuruh dan Pak Usmar tetap saja tidak sadar apa yang membuat kelas bergemuruh.

Awalnya kukira cewek-cewek di samping kanan kiriku yang ditunjuk. Tapi setelah memperhatikan arah jari telunjuk dan pandangan kedua mata Pak Usmar, barulah aku sadar bahwa aku yang dimaksud dengan MBAK itu..

Entah karena salting atau bingung alias GR, aku diam aja sambil mesem merem. Kelas masih bergemuruh : “suit..suit.. ehm..ehem.. cihui…mba-mba godain kita dong…” dan Pak Marsal belum ngeh dan tetap pada pendiriannya bahwa aku tu cewek dan tidak ada salahnya dipanggil MBAK. Untuk kali ketiga beliau kembali mengulang pertanyaannya ke arah ku : “Apa, MBAK?” Aku tetap mesem merem dan Ade ‘Diana’ yang mengambil inisiatif untuk memberitahukan fakta yang sebenarnya : “Pa.. ini cowok loohhh..”

Pak Marsal kaget dan benar-benar tidak menyangka bahwa dia telah salah mengira. Beliaupun kembali ke mejanya, mengambil beberapa bukunya lantas tersenyum pahit ke arah kelas (sambil berjalan ke arah pintu keluar) dan berujar : “Malu saya.Kita bubar aja….” dan kelas pun bubar. Rekor kuliah tercepat di HI terpecahkan pagi itu!!

Gemuruh kelas belum berakhir : suit..suit.. jeny..jeny..
Fahmi menghampiri aku dengan ekspresi mesumnya : ”Jen, ntar malem aku bisa maen ke tempat mu ga?.”

“Sialan lu….”

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.