Adhe Mirza Hakim
Dear all Baltyrans….kangeeeen banget nie sudah lama nggak kirim tulisan ke Baltyra, sebenarnya sudah ada beberapa ide yang nyangkut di kepala tapi belum sempat dituangkan melalui keyboards laptopku, sebenarnya kebiasaan menunda menulis itu sangat jelek, membuat ide kreatif untuk menulis jadi buntu. Untunglah kemarin sempat keluar kota, jadi ada bahan tulisan yang ringan buat diliput, hehe… kan ngakunya reporter Baltyra walau nggak ada ID Card. Monggo dibaca liputanku di bawah ini….
Liburan ke Pulau Nusa Lembongan sebenarnya tidak masuk dalam itinerary ku saat ke Bali beberapa waktu yang lalu. Saat ke Bali awal tahun ini, ingin naik Quicksilver Boat yang berlayar ke Pulau Nusa Penida, aku terinspirasi cerita salah satu rekan seniorku yang pernah cruising ke Pulau Nusa penida, tetapi keinginan itu belum terpenuhi karena tidak kebagian tiket yang fully booked, waktunya bertepatan dengan liburan tahun baru.
Kini ada kesempatan ke Bali lagi, keinginan itu muncul kembali, bersamaan dengan acara Kongres organisasi profesi yang aku ikuti. Pada hari terakhir Kongres aku putuskan untuk mengambil trip ini, walau nggak ada teman yang mau diajak gabung. Mungkin mereka menganggap jjs ke pulau nggak seru, lebih menarik jjs di Pulau Bali nya sendiri, padahal aku sudah bosen muter-muter ke tempat yang itu lagi…itu lagi, hehe….
Aku mendaftar 2 hari sebelum keberangkatan, masih sempat bujukin temen agar ikut, tapi teteup nggak ada tanggapan, yasuuud, mungkin biaya paket tour yang lumayan mahal, sebesar Rp. 650 ribu/pax. Paket tour ini meliputi tiket naik Boat dari Benoa Harbour to Nusa Lembongan PP, makan dan minum selama dalam perjalanan, kegiatan olahraga air seperti snorkeling, canoing, banana boat, swimming dan berperahu melihat taman laut, dilanjutkan dengan Village Tour di Nusa Lembongan.
Jadwal keberangkatan pada hari Kamis, 25 Nov 2010, di jemput pukul 8 pagi, benar-benar waktu yang sempit untuk bersiap diri. Lha semalaman dari Rabu sampai ke Kamis subuh hanya istirahat sebentar pasca kongres yang melelahkan. Belum lagi acara berkemas yang harus rampung sebelum aku dijemput pihak travel agent. Semua serba terburu-buru sampai nggak mikir sarapan pagi, syukurlah pukul 7.45 Wita, semua beres, tentu minta bantuan my roomates, Ersy dan Inge untuk membawakan semua barang bawaanku ke Bandara, karena saat pulang dari Nusa Lembongan, aku langsung menuju Bandara Ngurah Rai.
Bergegas aku berlarian ke Lobby hotel Inna Grand, agar tidak telat dijemput, ternyata waktunya bersamaan, begitu aku tiba di lobby pihak dari “Bali Fun Ship” Tour sudah menjemputku, rupanya hanya aku yang dijemput, gak ada rekan-rekan seprofesi yang ikutan dalam tour ini padahal aku berharap punya teman jalan dari hotel dimana aku menginap. Aku dijemput paling awal, kemudian pak supir menjemput sepasang turis dari Jepang dan seorang turis asal Swiss. Kami langsung menuju Benoa Harbour, tiba di dermaga Bali Fun Ship, kami harus meregistrasi tiket dulu, aku tunjukkan struk pembayaran dari pihak tour agent. Setelah dicatat sama mbak petugas di counter registrasi, kami diberi gelang kertas yang tahan air sebagai tanda peserta tour, jadi inget masuk ke Dufan.
Para peserta diminta naik ke boat berjenis High Speed Catamaran dengan panjang 26m, dengan 2 cabin penumpang atas dan bawah, aku memilih duduk di cabin bagian bawah lebih tertutup kalau bagian atas agak open space. Para peserta tour yang kebanyakan turis asing, yang domestik cuma 4 orang, belum termasuk awak kapal boat yang kebanyakan bli-bli Bali, hehe….
Para peserta diminta berfoto dulu sebelum naik ke boat, ada fotografer yang disediakan oleh pihak “Bali Fun Ship”, aku faham banget kalo pulang nanti kita diminta beli itu foto. Aku nggak mau difoto sama camera si fotografer, malah minta tolong sama dia buat menshoot poseku bersama 2 petugas Bali Fun Ship yang berpakaian tradisional Bali, hehehe…. dasaaar….maunya model gratisan melulu.
Kelihatan sih itu fotografer agak jengkel, dengan santai aku bilang, “tolong dong fotoin saya, jauh-jauh dari Lampung ke Bali”, bujukanku berhasil, dia mau juga memotretku. Aku juga minta tolong sama beberapa awak kapal untuk memotretku, maklum jjs sendirian, siapa yang mau motretin kalau nggak minta tolong ya kan? Hehe… syukurlah acara narsis foto-fotonya tidak kelewat.
Di atas kapal kami disuguhi breakfast berupa aneka cookies, minuman tea, coffe dan orange juice. Kebetulan nie aku blum breakfast di hotel sebelumnya. Kapal boat yang kami tumpangi sebenarnya bisa memuat 100 orang penumpang, tapi hari itu penumpangnya hanya berjumlah 30 orang saja, asyiik sepii bisa milih duduk dimana aja.
Awalnya aku duduk di kursi deret depan, trus sama awak kapal aku diminta pindah ke belakang, katanya kalau di depan guncangan kapalnya cukup keras, lalu aku pindah duduk ke baris belakang tetap sendirian, aku perhatikan para turis bule itu pada asyik berdiri dan duduk di deck kapal.
Sambil makan dan minum aku diajak ngobrol sama awak kapal, mungkin mereka mikir, koq nie emak jjs sendirian aja…. mana keluarganya? Ada Bli….ketinggalan di rumah hehe…. ternyata bener apa kata awak kapal guncangan boat pagi itu serasa naik perahu kora-kora di Dufan, jiaaah mual deh, nggak kebayang itu bule-bule bisa asyik duduk dan berdiri diatas guncangan boat yang kencang, awak kapal menyarankan aku duduk santai sambil memejamkan mata lebih baik.
Benar saja saat aku relax dan memejamkan mata terasa lebih nyaman rasanya, yang ada aku malah kebablasan tidur! hahaha…. lha emang semalamnya aku tidur hanya 2 jam karena acara voting di Kongres sampai subuh. Sekedar info buat para penumpang yang membawa barang berharga agar tidak tercecer telah disediakan locker penyimpanan dalam boat cabin yang dilengkapi kunci, jika menghilangkan kunci tersebut kena denda Rp.50.000,- hehe… klausul umum banget nie!
“Bu…bangun sudah sampai di lokasi perairan Nusa Lembongan”, kata awak kapal,
“Sudah sampai ya?” tanyaku, setengahnya masih agak ngantuk,
“Iya, kita akan naik perahu melihat taman laut, waktunya hanya 10 menit”, jelas awak kapal selanjutnya,
Semua penumpang bebas mau milih melakukan jenis water sports yang mana dulu, lha aku yang sendirian dan nggak mudeng sama suasana, jadi agak bingung mau milih yang mana dulu. Akhirnya aku milih naik perahu dulu melihat taman laut dari atas perahu yang didalamnya disediakan celah berkaca yang bisa melihat keindahan taman bawah laut, asli kereeen bener deh!
Setelah berputar-putar sebentar diperairan Pulau Nusa Lembongan kurang kebih 10 menit, kami kembali ke boat utama.
Selanjutnya aku mengikuti kegiatan snorkling, asyiik banget ! lucunya aku sempat ditanya awak kapal “Ibu bisa berenang?”, “Bisa, dikit-dikit gaya batu!” jawabku seenaknya, hahaha…. pertanyaan yang gak perlu, lagian kalau aku nggak bisa renang koq nekat mau snorkling! yang ada aku bisa paranoid takut tenggelam di laut. Ada satu ibu muda yang takut nyebur ke laut walau pakaiannya bikini, hihi…. jadi mau berjemur aja ya mbak???
Aku tetap memakai pelampung, maklum kuatir keram kaki ku kumat, lagian ini laut boow bukan kolam renang hehehe…. setelah memakai masker scuba dan kaki katak, aku langsung nyemplung ke laut, wah…. asyiiik….berasa bermain-main sama ikan-ikan kecil dan melihat aneka macam jenis terumbu karang yang bewarna warni, indaaah banget. Aku jadi inget sama anakku yang besar, dia hobby berenang, seandainya aku ajak ke sini pasti dia sangat senang.
Aku puas muter-muter di perairan Nusa Lembongan, nggak jauh-jauh dari boat, setelah puas memandang indahnya taman laut aku putuskan naik ke boat. Sempat nyobain perosotan air yang ada di sisi bagian belakang boat, kelihatannya enak juga meluncur dari atas sana langsung nyebur ke laut, ternyataaa…..tiba-tiba aku merasa ketakutan sendiri saat sudah berada di atas, karena effek luncuran itu langsung ke laut, selama ini kan kalau mau meluncur paling jatuh di kolam renang, rasanya aku mau turun ke bawah deck lagi, tapi para penumpang lain malah mensupport aku agar segera meluncur, mereka ketawa geli sambil berkata “jump…jump”, kebayang adegan film Mr. Bean saat mau lompat di papan loncat indah? Nah…. nggak jauh kek gitu juga keadaanku hahahaha…. ampuun deh…karena nggak mau dibilang penakut, akhirnya aku meloncat juga, walau nggak merosot tapi agak ngesot tepatnya! hihihi…. byuuuur….akhirnya aku nyebur juga sambil nutup hidung, biar gak masuk air.
Ganti kegiatan aku memilih Canoing/berperahu, melihat-lihat ke tepi pulau yang berair jernih, aku ditemani seorang awak kapal, kalo dayung sendiri berat boow. Mendayung sampai ke tepi pulau yang ada gua kecilnya, mau masuk nggak berani ngeri ada ular, ada burung camar yang bertengger di dahan pohon yang tumbuh di antara celah-celah batu karang, lalu terbang perlahan ke arah laut, wah…. cakeepnya.
Alhamdulillah masih bisa menikmati indahnya alam Indonesia, jadi nggak usah jauh-jauh deh kalau mau traveling, di Indonesia juga banyak koq yang bagus-bagus. Selesai berperahu, aku naik ke boat kembali sempat ditawari awak boat untuk naik banana boat tapi aku tampik, nggak begitu minat lagian kepalaku agak pusing wajar aja kurang tidur tapi ngotot main air, di atas boat aku lihat mbak-mbak yang jadi chef asyik membakar sate ayam, sosis, dan otak-otak, pengen rasanya nyomot itu sate! hihihi…. tapi nggak boleh.
Akhirnya aku membilas badan dan berganti pakaian, siap untuk makan siang. Menu makan siang model buffet, dimana kami bisa mengambil makanan sepuasnya, menunya aneka macam sate, nasi, mie, french fries, sayur capcay, lumpia, salad dan aneka jenis buah-buahan. Enak banget apalagi abis melakukan beragam aktifitas di air bawaannya kan lapar.
Aneka soft drinks diberikan secara gratis, berhubung kepalaku agak puyeng, aku milih air mineral, sekalian buat minum obat sakit kepala. Kami makan siang di meja masing-masing, aku duduk sendirian. Hihi…. begini ini kalo jjs sendirian, rasanya jadi cuek bebek deh, saat makan aku perhatikan para penumpang lainnya, baru aku nyadar ternyata aku sendiri yang berpakaian lengkap saat makan, turis-turis yang lain masih pakai bikini dan celana renang, hehe…. setelah makan siang, kami diminta naik ke boat kecil untuk merapat ke pulau.
Kami diajak melihat-lihat keadaan di desa setempat di Pulau Nusa Lembongan, nama kerennya “Village and Seaweed Tour”, tour guide menjelaskan tentang budi daya rumput laut yang banyak tersebar di perairan dangkal di sepanjang tepi pantai Nusa Lembongan. Aku melihat ada perbedaan warna rumput laut yang baru diangkat dari laut warnanya hijau tua, setelah dijemur dua hari warnanya berubah menjadi kekuningan ada juga yang bewarna merah. Lalu kami melewati lokasi pemakaman umum warga setempat, yang usianya sudah puluhan tahun, para turis asing sangat serius mendengar penjelasan dari tour guide.
Pantai Nusa Lembongan yang menawan dan budi daya rumput lautnya
Rumput laut yang sudah dijemur selama 2 hari, berwarna merah dan kekuningan
Rumput laut yang bewarna hijau baru saja diangkat dari laut
Masih foto pantai yang indah….dengan bayangan tanaman rumput laut di dalamnya
Aku malah sibuk ngaso sambil duduk di bawah pohon hihi…. ada turis Indonesia suami istri asal Ujung Pandang, nyeletuk katanya model pekuburannya selintas agak mirip yang di Toraja, walau itu mayat nggak di simpan di atas bukit. Cuaca yang agak ‘hot’ membuatku agak kehausan, nyesel banget deh nggak bawa soft drinks yang gratis tersedia di boat, aku hanya memandangi bule-bule itu yang asyik menenggak “Coke”, haiyaaa…..
Perjalanan diteruskan menyusuri desa nelayan yang kecil ini, para turis diajak melihat toko-toko yang menjual aneka kerajinan tangan penduduk setempat. Ada satu toko yang menjual kain-kain tradisional khas Bali, yang kami datangi, para turis asing membeli beberapa helai kain yang harga satuannya ditawarkan Rp.80.000/potong kain. Aku lebih tertarik untuk mencoba kuliner yang ada di sana.
Saat kami melintasi jalan menuju toko souvenir, aku melihat sepasang suami istri yang sudah agak sepuh sedang membakar makanan yang selintas aku tebak sejenis otak-otak, aku dekati dan tanya ini terbuat dari apa, mereka menjelaskan bahwa itu adonan ikan Tuna yang dibakar dengan bungkus daun pisang.
Hmm…pasti mirip otak-otak nie, lantas aku coba membeli 1 buah, yang harganya Rp.2000/buah (lumayan mahal ya…. apa karena ikan Tuna?). Lantas aku buka bungkusnya dan mencoba rasanya, hmmm mirip otak-otak berbahan dasar adonan ikan Tuna dan kelapa parut dicampur dengan bumbu bawang putih dan merah plus merica dan irisan cabe rawit, benar-benar bikin tenggorokan berasa kebakaran! Pedassss……. aku curiga ini cabe rawit yang dari Bali emang sadizz pedessnya. (teringat tulisan Trinity, yang bilang cabe rawit yang asal lombok sangat pedass, apa ada kesamaan jenis ya dengan cabe rawit asal lombok).
Efek samping dari makan otak-otak ikan Tuna itu, membuat perutku langsung “mules”, ampuuun…… jangan sampe harus ke Toilet nie, aku berjalan pelan-pelan sambil menenangkan diri, berusaha menetralisir rasa mules itu, hehehe….. syukurlah berhasil juga akhirnya.
Rombongan turis dibawa ke satu Cottages namanya “Coconut Beach Resort” yang berada di satu puncak bukit, yang viewnya menghadap ke laut lepas, tampak pemandangan “Gunung Agung” yang berdiri megah di kejauhan, indah banget dah! Kombinasi warna laut, langit dan bangunan-bangunan yang ada di Nusa Lembongan sangat harmonis, semua menyatu dalam satu bingkai “keindahan alam” yang so natural, bukan artifisial yang banyak dijual oleh negara-negara maju, untuk mengundang turis datang ke negara mereka.
Bersyukurlah kita yang tinggal di Indonesia, memiliki alam yang cantik karena berkah Tuhan buat negeri ini. Kami dipersilahkan untuk berenang di swimming pool sambil memandang indahnya panorama laut di Nusa Lembongan, semuanya pada nyebur ke kolam renang, kecuali aku. Selain nggak minat, aku juga sudah merasa cukup berenang di laut saja, kalo mau berenang di kolam renang kan bisa dimana aja, iya kan? Justru aku lebih suka duduk sambil menikmati indahnya alam.
Di sini aku berkenalan dengan seorang turis asal Swiss, mahasiswa fakultas hukum di salah satu PT di Australia, dia mengikuti program pertukaran mahasiswa antar negara. Sopan tutur bicaranya, berhubung sama-sama di bidang hukum, dia sempat bertanya tentang pekerjaanku, dan bertanya kenapa aku nggak mengambil jurusan Pidana, aku jawab aja nggak minat dan nggak bakat jadi lawyer hehe….
Setelah kurang lebih satu jam berada di Coconut Beach Resort, para turis diminta segera berkemas untuk pulang, para turis yang berenang itu hanya pakai handuk langsung menuju boat kecil yang membawa kami ke Catamaran Boat. Waktu sudah menunjukkan pukul 15.30, berarti kami harus pulang ke Benoa Harbor, Bali Fun Ship tour akan segera berakhir. Rasanya nggak rugi deh mengambil paket tour ini, sangat berkesan dengan pelayanan awak kapalnya yang ramah dan bersahabat, aku yang jjs sendirian aja merasa sangat nyaman dan ingin mengulang kembali bersama keluargaku kelak.
Perjalanan pulang sangat lancar, ombak tidak besar, efek goyangan perahu kora-kora tidak terasa lagi. Lumayan waktu tempuh sekitar 45 menit bisa buat tidur lagi nie, pukul 16.30 kami tiba di Benoa Harbor, masing-masing turis sudah disiapkan jasa mobil pengantaran untuk berbagai tujuan, karena aku minta langsung diantar ke Bandara Ngurah Rai, otomatis hanya aku sendirian yang diantar. Akhirnya…..selesai juga Trip yang menyenangkan ini. Bila ada teman2 yang ingin mencobanya dan mendapat informasi seputar Bali Fun Ship Tour silahkan click link ini http://www.bali-cruise.com atau http://www.bali-activities.com semoga bermanfaat.
December 7th, 2010 at 07:21
DA : jare nesu 100 ewu?????? kkkkkkkkk
December 7th, 2010 at 06:52
Lani ha ha ha…wis isinen dewe TTS kuwi…mengko nek aku sik ngisi kowe nesuuuuuuuuuuuuuuu…!
December 7th, 2010 at 06:40
DA : aku rak mudenk singkatan opo kuwi TTS??????? sak-ngertiku teka teki silang…………halah…………plg iki diplesetke…….dasaaaaaaar wong PAKEM………..jejeg sepisan sewu kumat trs………….