Suweg: Tumbuhnya Mudah, Bunganya Indah, Besar Khasiatnya

Teks: Handoko Widagdo

Foto: Mark Heyward


Siapa yang tak kenal bunga bangkai? Pasti semua orang sudah mengenalnya. Suweg (Amorphophallus campanulatus) adalah saudara bunga bangkai, namun berperawakan lebih kecil. Batang tumbuhan suweg atau bunganya muncul begitu saja dari tanah.  Ketika bunganya mekar baunya busuk dan sering dikerubungi lalat hijau. Setelah benar-benar mekar, baunya akan hilang dan sangat indah untuk dinikmati.

Umbi suweg bisa dimakan sebagai pengganti nasi. Pada saat saya kecil di pedesaan Kabupaten Grobogan saya sering mencari suweg. Suweg biasanya tumbuh dibawah naungan. Jadi kami mencarinya di hutan jati dekat rumah, atau di pekarangan rumah di bawah rumpun bambu (goprak).

Kami mengambil umbi suweg saat musim kemarau, ketika batang dan bunga suweg sudah tidak ada lagi di atas tanah. Itulah sebabnya seringkali saya memasang ajir (stik bambu) ketika tumbuhan suweg masih ada di saat musim hujan. Umbi yang saya dapatkan dari bawah pohon jati biasanya lebih besar daripada yang tumbuh di pekarangan. Saya pernah mendapatkan yang beratnya kira-kira 10 kg. Namun rata-rata umbi suweg hanya sekitar 5 kg saja.

Setelah umbi kami ambil dari dalam tanah, umbi suweg kami bersihkan dengan cara mencucinya di sungai untuk menghilangkan tanah yang menempel pada kulit umbi. Setelah bersih tinggal dibelah (dengan kulit masih menempel) dan kemudian dikukus. Sering ibu menaburi umbi suweg dengan garam sebelum dikukus. Kata ibu, garam tersebut akan membuat rasa suweg akan semakin enak dan bisa menghilangkan rasa gatal. (Kadang kami mendapatkan umbi suweg yang sedikit gatal saat dimakan. Namun dengan menaburkan garam rasa gatal itu hilang). Kami memakan umbi suweg yyang telah dikukus dengan sayur lodeh dengan lauk belalang atau jangkerik goreng. Umbi suweg kukus tak ubahnya seperti nasi.

Apakah manfaat suweg? Berikut saya kutip ulasan dari Om Wiki: Manfaat suweg sangat banyak sekali terutama untuk industri dan kesehaan, karena kandungan zat glucomanan yang ada di dalamnya. Suweg merupakan jenis tanaman umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Selain mudah didapatkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen tinggi. Umbinya besar mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah dipadu padankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan modern.

Sayangnya umbi ini semakin tidak diminati dan bahkan mulai langka. Padahal suweg sangat potensial sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Suweg dapat digunakan sebagai bahan lem, agar-agar, mie, tahu, kosmetik dan roti. Tepung suweg dapat dipakai sebagai pangan fungsional yang bermanfaat untuk menekan peningkatkan kadar glukos darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemik.

Suweg sebagai serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis. Di Filipina umbi suweg sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di Jepang, umbi-umbian sekerabat suweg telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mie instan (http://id.wikipedia.org/wiki/Suweg)

Nah sudah jelas bahwa tumbuhan suweg mempunyai banyak manfaat dan bisa dibudidayakan dibawah naungan. Artinya, kita bisa menanam suweg dibawah kebun jati, kebun mangga atau tanaman tahunan lainnya. Jadi kita tak perlu mengimpor gandum lagi.


About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

149 Comments to "Suweg: Tumbuhnya Mudah, Bunganya Indah, Besar Khasiatnya"

  1. Handoko Widagdo  3 December, 2014 at 10:37

    Makmur, saya juga suka dengan umbi-umbian tradisional. Garut dan ganyong memang bukan tanaman asli Indonesia, namun sudah menjadi tanaman yang umum di pedesaan, khususnya Jawa.

  2. Handoko Widagdo  3 December, 2014 at 10:36

    Yuyu Rahayu, saya yakin suweg masih banyak tumbuh di pedesaan Garut.

  3. makmur  3 December, 2014 at 10:15

    rasa suweg ….entah bagaimana, sudah lupa, tapi batang dan daun serta bunganya masih segar dalam ingatan, 30 tahun lalu di kebun belakang rumah (di Banyumas) masih banyak dan kalau hari libur Ibu sering mengukus buah itu. Tanaman lain yg ditanam Ayah antara lain: gadung, gembili, irut, dan ganyong. Umbi ganyong paling enak, berserat lembut dan manis….

  4. Yuyu Rahayu  11 February, 2014 at 07:59

    Saya tinggal di daerah Garut Jawa Barat, kira-kira, dimana saya bisa mendapatkan bibit pohon suweg ini? mohon informasinya, saya membutuhkannya. terima kasih

  5. EA.Inakawa  8 July, 2013 at 16:45

    Pak Handoko : Di Congo makanan utama mereka Ubi Kayu yang diolah menjadi tepung dan prosesnya direbus sehingga menjadi Getuk, harganya sangat murah mereka sebut Pupu……bagi kaum menengah ke atas mereka campur dengan tepung Jagung dan Pisang tanduk, pisang ini direbus dan ditumbuk sama bentuknya dengan Getuk tadi harganya sedikit mahal.
    Kalau di Angola mereka makan UBI rebus yang tidak diolah sebagai makanan sehari hari…….langsung dimakan dengan lauk pauknya.
    Hanya saja efek terlalu sering makan Ubi ini membuat bau keringat orang Afrika luar biasa wanginya ehehehe
    Kalau kita jadikan Ubi sebagai makanan alternatif ( selain jadi Mie ) bisa saja dan lebih murah, atau tepung ubi diproduksi dengan technology sehingga bentuknya seperti beras atau pasta terkecil ehehehe
    salam sejuk

  6. Handoko Widagdo  8 July, 2013 at 16:17

    Sama-sama EA Inakawa. Sebenarnya kita kaya dengan karbohidrat yang lebih aman daripada beras. Sayang sekarang ini beras menjadi satu-satunya karbohidrat yang dimakan orang Indonesia.

  7. EA.Inakawa  8 July, 2013 at 16:14

    Pak Handoko : benar pak, ada teman NGO Pilipino dari SVD pernah omong kalau Umbi suweg ini bisa dimakan dan mereka sering publikasikan sebagai makanan orang yang terkena Diabetes, terima kasih pak Han sudah berbagi lebih detail. salam sejuk

  8. Handoko Widagdo  8 July, 2013 at 14:01

    Lani, sami-sami. Saya suka kalau melihatmu langsing. Suweg bisa bikin langsing.

  9. Lani  8 July, 2013 at 13:35

    HAND : maturnuwun sanget……….atas kebaikanmu, utk mencarikan SUWEG buatku……..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Image (JPEG, max 50KB, please)