Bapak dan Anak Yang Mengharumkan Indonesia

Dwi Astini


Desember ini seperti bulan kebanggaan kita, bulan yang membangkitkan harga diri Indonesia. Timnas Indonesia berbahagia atas kemenangan saat melawan Laos dan Malaysia. Semalam, Chris John dinobatkan sebagai petinju kelas bulu yang berhasil mempertahankan gelar championnya untuk yang ketiga belas kali.

Dan pada tanggal 9 Desember 2010 mendatang, bapak dan anak asal Indonesia, Hussein Baron (53) dan Natasha Sutadisastra (24), akan bertanding melawan 2 negara lainnya, Filipinan dan Singapura.  Yaitu, dalam ajang “THE AMAZING RACE ASIA SESSION 4”, untuk memperebutkan hadiah utama sekitar US$100.000. Hussein – Natasha, bapak dan anak, adalah grup pertama yang berhasil lolos ke top 3. Karena dari 3 sesi sebelumnya, belum pernah ada perwakilan dari Indonesia yang masuk ke top 3. Dan juga, Hussein Baron merupakan peserta tertua di perlombaan ini.


The Amazing Race Asia, adalah acara realitas yang merupakan perlombaan mengelilingi dunia dengan motivasi untuk mendapatkan hadiah uang sebesar US$100.000, namun disertai misi-misi yang tidaklah mudah. Selain kecepatan dalam mengambil keputusan, stamina yang kuat, dan juga harus ada kepercayaan di antara pasangan tim.

Para perserta harus membentuk satu tim yang beranggotakan dua orang, namun harus mempunyai hubungan kekerabatan (istri, pacar, saudara, teman, dsb) dan harus mampu berbahasa Inggris dengan lancar karena sepanjang perjalanan lomba akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari.

Untuk The Amazing Race Asia kali ini, yaitu session 4, diikuti oleh 6 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Hongkong, India. Dan masing-masing negara ada yang 1 perwakilan, ada juga yang 2 perwakilan. Hussein – Natasha, dari Indonesia, mereka tidak sendirian. Tetapi ada juga grup lain yang berasal dari Indonesia, yaitu Yani – Nadine (sahabat). Namun sayangnya, Yani – Nadine harus tersingkir di babak kedua.

Karena acara ini diikuti oleh 10 grup, makanya rintangan yang harus mereka lewati adalah 10 tahap. Babak pertama bukanlah babak penyisihan, sehingga bagi grup yang mendapat urutan ke-10 masih diperbolehkan untuk lanjut ke babak selanjutnya. Dan sistem eliminasinya adalah dimana grup yang paling terakhir masuk ke checking point dianggap gugur dan tidak dapat melanjutkan permainan ini.

Hussein – Natasha sempat mengalami kesulitan di babak awal dan babak kedua, sehingga mereka mendapatkan urutan ke-9. Babak pertama diadakan di Malaysia, mereka harus mengelilingi Kuala Lumpur (Thean Hou Temple); Gombak – Selangor (batu Caves); George Town – Penang (Pinang Peranakan Mansion); Gelugor (Futsal Court); George Town (Swettenham Pier) dan yang terakhir Penang (Star Cruise Pesces 12th Deck).

Untuk babak ke dua, masih berada di wilayah Malaysia, dimana mereka harus melewati Penang (Batu Ferringhi); Bayan Lepas (Penang International Airport) ke Kota Kinabalu, Sabah (Kota Kinabalu International Airport); Tuaran (Murut Warrior’s Village); Kota Kinabalu (Filipino Night Market); Kota Kinabalu (Sutera Harbour Marina); Sapi Islandl; Kiulu (Kiulu River White Water Rafting); Kampung Tanjung Aru (Sembulan).

Untuk babak ketiga mereka harus berpindah dari Malaysia ke Sri Lanka. Di babak ke empat, mereka menjelajahi Sri Lanka, tanpa harus berpindah ke Negara lain. Lanjut ke babak kelima, mereka harus berpindah dari Sri Lanka ke Filifina. Babak selanjutnya dari Filifina ke New Zealand.

Memasuki babak keenam, mereka harus mencari cara agar dapat sampai di Australia dari New Zealand. Dari Australia, mereka lanjut ke Indonesia. Untuk Indonesia, wilayah yang ditetapkan adalah Denpasar, Bali, Indonesia (Ngurah Rai International Airport); Denpasar, Bali (Star Boat Express) to Mataram, Lombok; Lombok (Pura Meru); Ampenan, Lombok (Pura Lingsar); Lombok (Malimbu Beach); Lombok (Gili Trawangan); dan yang terakhir. Lombok (Sunset Point – Gili Trawangan.Setelah menjelajahi Indonesia, mereka melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan untuk babak ke 9.

Dan babak penentuan pemenangnya adalah perjalanan dari Korea Selatan ke Singapur. Di babak inilah, Hussein – Natasha, harus berjuang sekuatnya untuk meraih juara pertama dengan hadiah sebesar US$100.000. Acara final tersebut dapat disaksikan di channel AXN, tanggal 9 Desember 2010, jam 20.00 dan 22.15 WIB.

Semoga Hussein – Natasha, dapat memenangkan perlombaan ini, dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional.

24 Comments to "Bapak dan Anak Yang Mengharumkan Indonesia"

  1. lida  15 December, 2010 at 14:42

    iya….tapi sayang mereka pesimis sih…..tapi bagaimanapun mereka berhasil masuk final

  2. rya  15 December, 2010 at 10:00

    salut….goodluck ya

  3. nevergiveupyo  11 December, 2010 at 16:19

    wah..saya kira mereka berasal dari malaysia…
    salut lah… walopun tidak terlalu heboh, tapi perjuangan mereka memang luar biasa (pernah nonton episode sebelum ke srilanka itu…wah…untung si bapak jahit bajunya lancar banget….)

    makasih mbak dwi sharingnya (dan krn lama menghilangkan diri..baru tahu klo ternyata ada fasilitas tambahan. keren kali Om Josh….)

  4. Dwi Astini  10 December, 2010 at 10:42

    huwaaa telat lagi memberikan komentarnya…. maafkan daku semua….

    untuk diketahui bapak dan anak, Hussein Baron (53) dan Natasha Sutadisastra (24), mendapatkan juara ke 3..

    hehehe…. walaupun tidak menang, tp bagi kita semua tentunya merupakan prestasi yang luar biasa… bagaimanapun dari 4 sesi yg sudah berjalan, hanya mrka satu2nya yang lolos ampe top 3 dan beradu di final…
    yaah kan?

    GO GO GO Indonesia!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Image (JPEG, max 50KB, please)