Aksi Cantik Rakyat Yogyakarta

Yuli Sectio Rini


Yogya…Yogya…. tetep istimewa

Istimewa negrinya, istimewa orangnya

Yogya…Yogya….tetap istimewa

Yogya istimewa, untuk Indonesia…


Itu jadi lagu kebangsaan demo rakyat Jogja menggugat tadi siang sampai sore, yang barusan selesai. Beruntung kami bisa berada di tengah para pendherek demo yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, simbah-simbah berambut putih, seniman, Koes Plus maniak, anak sekolah, dan sebagainya. Semua tumplek blek.Jogjakarta memang istimewa, bagaimana tidak istimewa, coba:

1. Ketika berada di tengah kerumunan orang, kami berjalan di antara kerumunan, eh malah dipersilahkan dengan akrab sambil memberi jalan “silahkan, bu silahkan, mari langsung ke depan”. Aku berdua Gintang jadi malah disambut dengan ramah, tidak rebutan, tidak uyel-uyelan. Tertib, ayem, akrab.


2. Meski sekian ratus ribu masyarakat DIY tumplek blek, tidak ada secuilpun kekerasan, anarkis, gelutan, bahkan misuh pun tidak ada. Demo rakyat Jogja yang santun dan cantik.


3. Selesai demo da orasi, Jogjakarta pun memberi rejeki pada orang kecil yang mengumpulkan plastik bekas gelas dan botol air mineral.


4. Semua toko tutup, bahkan pasar Beringharjo tutup dengan spanduk “Pasar tutup ikut nderek Kanjeng Sultan”.


5. Demo selesai dengan lagu riang gembira.


Jogjakarta memang istimewa. Maka harus dipertahankan. Siapapun yang jadi Sultan dan Paku Alam, tetap menjadi gubernur dan wakil gubernur DIY. Jadi tidak betul kata Ruhut bahwa rakyat Jogja tidak akan mendapat kesempatan jadi gubernur selamanya, jika sultan terus yang jadi gubernur. Hei Ruhut, rakyat Jogja tidak ingin menjadi gubernur.

Tetapi “rakyat Jogja ingin jadi presiden”. Begitulah salah satu poster yang dibawa para pendherek demo. Mereka, kami bukan demonstrans, tetapi pendherek demo. Yogyakarta memang istimewa. Penetapan, Yes! Pemilihan, mboten mawon! Penetapan, harga mati!hmmm…….demo pun tetap saja istimewa. Demo pun tidak boleh kasar, tidak boleh misuh. Jika mengumpat cukup dibatin saja. Tapi boleh membaca tulisan Sumber Bencana Yogyakarta (SBY). Jadi tetap tidak menghujat presiden, tidak boleh.

Bendera Gerakan Rakyat Mataram


Menjelang Keberangkatan di Alun-alun Lor


Suasana di panggung


Warga Papua bersiap menuju lokasi sidang rakyat, mereka pun mendukung penetapan


Berbaris menuju sidang rakyat


Akankah mereka dibuat kecewa?


Foto-foto dari: Probo Harjanti dan Effy WP

43 Comments to "Aksi Cantik Rakyat Yogyakarta"

  1. Dewi Aichi  4 January, 2011 at 08:09

    ‎4 Januari 1946 ibukota NKRI pindah dari Jakarta ke Ngayogyokarto Hadiningrat…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.