The Presence: Mengubah Bisikan Jadi Setan

Dwi Astini


Mira terbangun dikejutkan suara dari lantai bawah, karena penasaran ia pun turun untuk mengetahui asal suara musik, padahal sudah ia matikan sebelum tidur. Dan ternyata suara musik itu datang dari disc yang dia putar sebelum tidur. Walau agak cemas dan takut, Mira mematikan musik tersebut. Inilah adegan yang menegangkan dari seluruh adengan di Film ini. Karena film ini memang tidak banyak menawarkan suara bahkan selama 15 menit bagai flm bisu.

Film-film bergenre horror sering kali membuat kejutan yang tak diperkirakan. Dari segi sound effect , background gelap gulita, makhluk yang “menyeramkan”, rumah yang rapuh dan tak layak ditinggal, semuanya memberikan suasana yang menyeramkan dan menakutkan. Namun suasana ini sedikit dapat Anda temukan di film The Presence, salah satu film horror yang baru direlease tahun ini, dan diperankan oleh Mira Sorvino, pemenang Academy Awards.

Cerita ini berawal dari seorang wanita, Mira, yang berencana untuk liburan di tempat ia tinggal sewaktu kecil. Selain berliburan, ia juga ingin mencari inspirasi untuk membuat karya barunya. Dengan persiapan yang cukup matang, akhirnya ia berangkat ke tempat tersebut. Dan untuk menuju tempat tersebut, ia harus menaiki kapal, karena tempatnya terpencil.

Tanpa disadari, sebenarnya tempat tersebut dihuni oleh seseorang. Dan “seseorang” itu adalah sosok laki-laki, yang menjadi mantan kekasihnya yang sudah meninggal terlebih dahulu. Laki-laki itu terkadang bisa di depan Mira, terkadang menemaninya tidur, namun taak keliatan, alias seperti “ghost”.

Berhubung ia tinggal di tempat terpencil, makanan yang ada sangatlah terbatas. Sehingga, Browman, seorang kakek tua mengunjunginya dan memberika 2 ekor ayam sebagai stok makanan Mira. Setiba di sana, Browman berbincang-bincang dengan Mira, dan bertanya,

“Don’t you need accompany by someone?”, tanya Browman.

“Nope, I do wanna enjoy my holiday and refreshing first, thank you Browman”, balas Mina.

“Okay, if that’s you hope. If myself, will never stay alone in this place. It’s kinda freaky!..

Di tempat itu, ia hidup sendirian, tanpa listrik dan juga air. Namun cukup membuat seorang Mira bertahan, karena suasananya yang tenang, pemandangannya juga memikat hati. Hari ke hari semakin berlalu, dan Mira tidak berpikiran untuk segera pulang ke rumahnya.

Tiba di suatu malam, saat Mira sedang tidur, ada suara dari lantai bawah. Mira, yang penasaran dan kaget, segara turun ke bawah dan melihat ternyata setelan musik yang ia matikan tadi sebelum tidur, menyala. Ia mematikannya, dan duduk sambil menunjukkan raut wajah yang cemas dan takut.

Suasana di sana tentram, damai hingga suatu hari ketika tunangannya Mira, datang secara diam-diam ke tempat tersebut di saat hujan deras. Mira yang tak dikabari, kaget seketika saat tunangannya mengetuk pintu. Ketika ia membuka pintu, sang tunangan hanya tersenyum dengan tubuh yang basah. Setelah masuk dan menjelaskan kedatangannya, Mira mengajak sang tunangan ke kamar utama untuk meletakkan barang-barangnya. Kemudian mereka duduk, dan ngobrol.

Justin Kirk, sang tunangan meminta Mira, untuk mengajaknya melihat-lihat lingkungan sekitar. Dari kamar tamu, hingga dapur, Mira jelasin kepada sang tunangan. Dan setiba di luar rumah, ada papan kecil yang bersandar di antara pot kecil. Ternyata papan tersembut menutupi sebuah lobang yang dalamnya kosong. Mira bercerita, bahwa di saat ia kecil, dan bermain petak umpet. Hanya ia seorang yang tidak bisa ditemukan oleh teman-temannya, karena ngumpet di lobang tersebut. Terlebih di saat masuk ke dalam lubang itu, ia dapat mencium bau masakan ibunda yang sedang masak di dapur.

Mira duduk di pojok ruangan, menikmati pemandangan, sambil melanjutkan karyanya. Justin datang dan membawa seikat bunga yang ia petik di wilayah pegunungan tadi pagi. Untuk membuktikan ketulusannya, ia menawarkan diri untuk menjadi “koki” dan menyediakan makan malam sambil menikmati anggur merah yang dibawanya kemarin.

Permasalahan mulai muncul, ketika sosok seseorang muncul di samping Mira. Seseorang ini bukanlah orang yang berdiam di rumah ini. Namun dia adalah “The Black Man”, yang membisikkan mindset sesat, yang membuat Mira merasa tak nyaman dan terganggu. Seolah-olah pikirannya dikuasai oleh orang lain dan sepenuhnya terpengaruh. Alhasil ia menjadi emosi, marah dan kesal sendiri.

Sang tunangan kembali ke ruangan dimana Mira berada, untuk memberitahukan hidangan makanan malam telah siap. Ia kemudian mengajaknya untuk makan. Saat itu, pikiran Mira dipengaruhi oleh The Black Man. Akhirnya, iamenolak, bahkan marah terhadap Justin.

“I said I don’t want to eat! And as you know, I never ask you to come here!”

Justin yang heran dan penuh tanda tanya, hanya tersenyum dan melangkah keluar dari ruangan Mira. Ia pun nampaknya bingung dan kaget sendiri. Adegan ini disaksikan oleh “Ghost”, yang juga kaget ketika melihat The Black Man berada di samping Mira.

The Black Man menawarkan bantuan kepada “Ghost” untuk memisahkan Mira dengan sang tunangan. “Ghost” yang bingung hanya melihat bagaimana Black Man membisikan kata-kata setan yang membuat Mira dan Justin menjadi renggang. Mengetahui masa kecil Mira yang tidak terlalu bahagia itu, The Black Man memanfaatkannya untuk merusak suasana hati Mira.

Bisikan itu membuat Mira merasa kehadiran Justin hanyalah sebagai perusak kehidupannya dan menganggap Justin tidak mencintainya. Ia juga merasa bahwa karakter Justin sama seperti ayahnya yang bejat itu. Karena dulu sebelum menikah, ayahnya mengatakan bahwa ia sangat mencintai ibunya Mira, namun setelah menikah, kekerasan rumah tangga mulai terjadi. Kejadian itu menjadi “momok” bagi Mira, bahkan sampai saat ini ia sangat benci dan takut pada ayahnya.

Dengan pikiran yang kacau dan dikendalikan oleh sang Black Man, Mira mengeluarkan kata-kata kasar kepada Justin, dan menyuruhnya segera pergi. Justin hanya terdiam, tidak berkata apa-apa, dan segera mengemas barang-barangnya. Tiba-tiba terdengar suara gerumuh di luar rumah, Justin segera keluar dan mencari Mira. Dia melihat lubang kecil yang biasanya ditutup papan, terbuka. Mengira Mira ada di dalam, Justin pun masuk ke dalam.

Di dalam semak-semak yang ditemani oleh pemandangan alam yang indah membuat suasana hati Mira kembali tenang dan dapat berpikir jernih. Ia mengingat kembali kata-kata yang disampaikannya tadi kepada Justin. Merasa bersalah, Mira segera kembali ke rumah dan mencari sang tunangan, Justin. Ia tak menemukan siapa-siapa di dalam rumah, tapi tas dan pakaian Justin masih digantung di lemari. Suara gerumuh bak gempa mulai terdengar lagi. Mira yang shock dan kaget, seketika berteriak. Karena khawatir, Mira segera keluar rumah dan mencari tunangannya yang tiba-tiba menghilang.

Film ini mengajarkan kita untuk selalu berpikir tenang dan santai, serta tidak emosi. Jangan sampai pikiran kita dikuasai oleh bisikan-bisikan setan yang pada akhirnya merugikan kita sendiri. Hal ini dapat dilihat saat Mira menemukan Justin tergeletak di lantai dengan kepala berdarah. The Black Man kembali muncul dan menyampaikan bisikan-bisikan setan, yang menyuruhnya untuk segera membunuh Justin. Di sinilah Mira, harus berperang melawan bisikan tersebut. Apakah ia dapat menyelamatkan tunangannya, ataukah tergoda atas bisikan setan tersebut? Untuk keseluruhannya, silahkan nonton The Presence sekarang juga!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.