Catatan dari Kona (2)

Lani – Kona, Hawaii


Lanjooot crita ngalor-ngidulnya……lama-lama bisa dijadikan artikel bersambung dan tayang di Baltyra neh heheheheh……..tanya aki buto….bisakah? Jawabnya: iso…….iso……waelah…! Monggo…

Gini hari ini, 28 Nov’ 10 pagi hari selesai sarapan utama pagi jelas lari la apa lagi to? Aku langsung mandi, dan ke gereja karena ada bazaar (annual fund raising bazaar) mencari dana untuk pembangunan gereja baru, karena gereja lama retak karena gempa dan dinyatakan tidak aman untuk dipakai misa.

(http://www.umich.edu)

Kemudian gereja itu diambrukkan beberapa bulan yl dengan acara yang besar-besaran. Setelah itu acara misa diadakan di bawah tenda besaaaaaaaar banget seperti tenda tentara.

Sial ketika ada angin lesus tahun yl, tenda ambruk total! Yaaaaaah…..terpaksa beli tenda baru, seharga $ 10,000! Edyaaaan to? Padahal tenda bekas…….

Pembangunan gereja baru tidak segampang ada uang terus bisa segera dibangun, akan tetapi melewati proses perijinan yang rumit, berbelit-belit, meeting dengan orang-orang yang menyangkut soal perijinan, tata keamanan, belum lagi ada vote, banyak mana antara yang setuju dan tidak setuju, jelas semua itu tidak dengan sogok-menyogok semua jelas, memang pada dasarnya harus ada ijin jelas, dan melengkapi segala aturan yang ada/berlaku.

Dan lebih gila, biaya pembangunan gereja baru ini membutuhkan dana 6 million USD!

Menurut laporan, kalau semua ijin bisa disetujui peletakan batu pertama akan dimulai akhir tahun ini, moga-moga tidak mundur.

Uniknya lagi, ketika gereja dirobohkan, batu/kerikilnya boleh diambil, kemudian digambar, dicat, dilukis apa saja suka-suka kemudian ketika acara peletakan batu pertama, semua batu yang telah digambari/dilukis ikut dipendam sebagai pondasi gereja, ide ini datang dari pastor kami, asal Samoa, muda, gagah,  cemerlang otaknya dan sangat ramah heheheh…….makanya aku sregep pergi gereja…..harap maklum!

Ok, tentang bazaar banyak dijual aneka quilt, bagus baik model, warnanya, bisa digunakan untuk bed cover; selain pernak pernik Natal, tidak ketinggalan aneka makanan seperti butter cookies, Russian tea cookies, apple, walnut bread, prune mui ini semacam salad buah ala Hawaii wah jian untung aku beli, wuenaaaaak je…..lilikoi=passion fruit butter…..wadaaaaaw baru pertama kali coba enak-e puoooool, semua home made yang bikin orang jemaat gereja, mereka mendonasikan tenaga, makanan, hasilnya dikumpulkan untuk dana pembangunan.

(http://www.umich.edu)

Ada yang mendonasikan hasil buah di pekarangannya jeruk tangerine, aneka squash, yang ditunggu-tunggu adalah hasil penjualan ticket ruffle, yang didonasikan adalah quilt ukuran king size…..

Menurutku tidak begitu menarik, karena terlalu rame. Lebih bagus quilt ruffle tahun yang lalu, dengan bunga-bunga merah warna Natal. Sepulang dari bazaar, menyiapkan bekal makan siang, karena harus segera berangkat kerja.

Seperti diketahui Hawaii adalah tourist destination jadi kaga ada matinya yang namanya event selalu saja silih berganti, itu salah satu daya tarik penjaring turis untuk berkunjung ke Hawaii.

Siang ini tanpa aku ketahui, ada mobil polisi meraung-raung, lampu biru di atas mobil polisi dinyalakan, diikuti rombongan MOGE=motor gede=Harley Davidson……

Yang aku tahu, di Big Island ada club MOGE, kadang club dari inter island ikutan datang bergabung.

Ada kalau 100 MOGE yang ikut berpawai siang ini, yang menarik bukan saja aneka bentuk/style MOGE nya sendiri akan tetapi pengendaranya……Ada penduduk local, jelas peserta terbanyak buleleng=kulit putih, sebagian besar pria macho, ada yang gagah  bak gatot koco, werkudoro, tapi tak kurang yang model hippy, gendut, rambut panjang, perut menonjol sana sini……mancung ke depan hahhahha…..

Ada beberapa peserta cewe, peserta baik sendirian atau berboncengan, dengan perlengkapan baju kulit, sepatu rodeo, ikat kepala/bandana.

Alamak! Suara mesin MOGE yang menggeledek, memekakkan telinga, budeg amiiiiiiir…….Akan tetapi banyak turis jadi berhenti, berjejer di tepian jalan melihat atraksi mereka……

Lucu dan kreatif juga para member MOGE ini, Harley mereka dihias warna warni Natal, ada beberapa yang mengikatkan Teddy Bear di Harley mereka……

Jalanan sepanjang Ali’I drive dikuasai oleh penunggang MOGE selama satu jam. Ali’I drive adalah main streetnya Kona, cuma ada 2 jalur saja, jadi ketika dibuat pawai, mobil tidak bisa lewat di jalanan ini.

Setelah pawai berlalu, rasanya legaaaaa…….telinga diistirahatkan dari bisingnya suara mesin MOGE!

Aneh tapi nyata pernah saya singgung tak satupun pengunggang MOGE ini pakai helm.

Kemudian ada hiburan baru, beberapa cewe muda berkeliaran mondar-mandir hanya berbikini sak-uprittttt…..! Pikiranku langsung ke para cowo Baltyra……terutama kang Anu, Pam-Pam, Ilham, kang Monggo, Nev, ISK dan jelas gak ketinggalan aki buto redaktur kita……

Yang jelas mereka bakal siap-siap pakai sarung dan bawa tadah iler masing-masing wakakakak……

Jangan heran ya para Baltyrawati! Yang jelas komentar, tanggapan, atau yang ada di otak Baltyrawan/wati engga sama hehehhe……

Pemandangan itu belum lepas dari pikiranku…….yang diiringi geli sendiri di dalam hati mikir betapa hebohnya para cowo Baltyra….e-lah dalah……lewat sepasang cowo dan cewe berboncengan brompit, naaaaah iki dasar mata elang, tangan cewe pegangan selangkangan cowonya.

Kelihatan jelas karena mereka menaiki brompitnya alon-alon…..timbul pikiran liarku, coba kalau di rem mendadak, apa yang bakal terjadi??????

Wah, bisa-bisa cowo jejeritan karena mr. P nya dijepit/dicengkeram cewenya karena jelas dengan gerakan reflex tangan cewe akan mencengkaram pegangan erat takut terjatuh……

Untungnya toko sepi pada saat itu, karena saking gak tahan aku kemekelen dewe, jiaaaan gemblunk tenan aku…….!!! Abisnya gak ada yang diajak ngobrol, sendirian di toko……

Itulah crita ngalor-ngidul hari ini. Tanggal 12 Dec’ akan ada pawai Natal…..tunggu laporan pandangan mata dari Melekalikimaka.

Sampai lain crita…….salam ngakak yak!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *