Sarapan di Maxim

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Baltyraers…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj

Perkenankan Dj. sedikit cerita tentang sarapan di luar rumah….Oret-oretan ini sebenarnya pernah Dj. tulis di rumah yang lama. Tapi beberapa hari yang lalu, Dj. baca tentang “malas masak” yang ditulis mbakyu NU2-K.

Dan juga pengasuh BalTyRa, kalau tidak salah Dj. mengerti, juga akan mengeluarkan artikel lama. Olehnya, biarlah Dj. yang ngoret ulang dengan photo-photo baru, sehingga pangasuh BalTyRa tidak perlu membuka-buka arsip yang lama…..Okay….???

Tapi bila oret-oretan ini kurang berkenan, ya diskip saja ya…..

Okay….Satu saat selesai pitnes, taunya HP Dj. berdering…. dan di seberang sana langsung saja….”Pa, aku sudah di stasiun K.A. di Mainz…!!!”

Benar, taunya si Ragil pulang untuk Ul-Tah kakaknya nanti tgl. 5 Desember 2010.

Saat Dj. ceritakan ke kakaknya, diapun terharu, karena adiknya menyempatkan waktu untuk pulang, di hari UlTahnya….. Walau tgl. 5 Desember (hari Minggu) dan sore dia sudah harus kembali ke Trier lagi. Nah ya, akhirnya untuk tgl. 4-nya kami diundang oleh kakaknya untuk sarapan bersama di Maxim (Restaurant).

Tapi Dj. sedikit kasi nasehat, kan sarapan di rumah lebih santai….Si Mbarep bilang, kasihan mama yang harus menyiapkan dan nanti selesai sarapan, mama juga yang beresin.

Rupanya dia tau benar, kalau mamanya tidak bisa diam dan akan kerjakan semuanya. Kalau anak perempuan dan menantu akan bantu, maka alasannya, dapurnya sempit untuk bertiga….hahahaha…!!!

Kalau di Maxim kan tinggal datang, makan, kenyang, bayar dan bisa langsung pergi….hahahahaha…!!!

Karena kami menyetujuinya, maka dia segera pesan tempat, agar kalau kami datang tidak lagi cari-cari tempat lagi. Dia pesan untuk jam 10:00 pagi dan kami jam 9:30 sudah dengan bis menuju ke kota, karena kalau dengan kendaraan maka akan lama cari parkir, juga tidak murah, karena 1 jamnya = € 2,- 2 mobil € 4,- kalau di kota selama 4 jam…???

Dengan bis, 1 orang € 2,40 kalau ber 6 jadi € 14,40 dan kalau pulang pergi kan jadi € 28,80. Tapi ya ini anehnya di Jerman, kalau kami beli ticket bis untuk 5 orang dan seharian penuh (24 jam) hanya € 8,50 , jadi kami masih bisa gunakan untuk keliling ke mana kami mau……

Atau dikasikan orang yang mau menggunakannya…..Nah ya, walau hari itu ada matahari, tapi tetap saja sedikit dingin dan masih pada ngantuk….

Yang ambil photo juga masih ngantuk, maka jadinya buram…hahahahaha….!!!

Puji TUHAN….!!! Hari itu sedikit hangat, walau masih -1°C. Bisa anda lihat di dinding Apotheke dan di sebelah kanan, matahari bersinar terang di dinding di sebelah kiri….

Akhirnya kami sampai juga di tempat yang kami tuju, walau masih sedikit pada ngantuk….

O ya…..Di restaurant Maxim ini, sarapan all You can eat, jadi mau makan dan minum sebanyaknya, ya silahkan….Tidak mahal, 1 orang hanya € 9,50….. (tidak sampai ratusan atau ribuan, seperti di Indonesia….hahahaha..!!!). Boleh makan sepuasnya, minum kopi, teh juga juice, makan buah juga boleh sepuasnya….

Karena untuk orang Jerman, sarapan adalah sangat penting, untuk start di hari tersebut.

Ini yang Dj. ambil pertama kali, 2 Croissant, ikan salmon asap mentah yang lembut dan juga lombok ijo, buah oliven, mangga, anggur juga timun…

Ini makanan Susi, dia selalu mulai dengan croissant, butter, Gelee, baru makan roti+sosis…

Makanan Daniel, telur dadar, ham dan sosis, juga keju dari susu kambing + croissant

Makanan kakaknya, Dewo…

Makanan Dewi…

Yang di bawah ini, yang pada nambah….lebih banyak dari yang pertama… hahahahaha….!!!

Daniel Bagus Trisnoadi Paisan (si Ragil, anak ke 3)

Eva Saridewi Paisan (anak ke 2)

Menantu dan cucu Dj. (Jana Paisan dan David Nathanael Paisan)

Alexander Sudewo Paisan, yang tgl. 5 Desember UlTah…. (yang mbarep/anak yang pertama)

Akhirnya kamipun kenyang dan mulai sedikit jalan-jalan di kota (supaya makanan turun) hahahaha…..!!!

Pinggiran Bengawan Rhein, yang masih kelihatan sedikit salju.

Walau dingin, tapi masih ada juga pemusik yang berjuang untuk Euro (€)….Tapi yang ini dia tidak ngamen, tapi menjual CD hasil rekamannya….Walau dingin, dia tetap setia memakai rok, karena itu budaya orang dari Scotlandia.

Bisa bayangkan, bila ada yang main angklung dengan memakai sarung dan blangkon di saat itu…..??? Kata yu Lani, pasti pada ndredeg….!!!

Okay…..

Dj. rasa banyak sudah, photo-photo yang Dj. pamerkan, semoga tidak membosankan ya….

Walau anda tidak bisa ikutan sarapan, tapi paling tidak bisia menikmati hasil jepretan Dj. kan…???

Jika tokh membosankan, silahkan dilewati saja…hahahahaha….!!! Tapi kalau tidak mau sarapan di Maxim ya silahkan di rumah kami, ya ini sudah kami sediakan, silahkan ambil sendiri ya…

Semoga kebaikan dan kesabaran anda semua, selalu diingat oleh TUHAN Yang Maha Pengasih….!!! Dan Berkat serta KasihNya, selalu menaungi anda semua….. Terimakasih dan sampai bertemu di oret-oretan yang akan datang…..

Maafkan Dj. bila ada, bahkan banyak kata-kata yang tidak berkenan di hati ya…..

Salam manis, salam damai dan salam sejahtera dari Mainz yang sedikit dingin……


Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *