Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Serobot, Menyerobot, Diserobot

Tuesday, 21 December 2010

Viewed 2879 times, 2 times today | 72 Comments |

Beny Akumo


SEROBOT

Adalah kata yang biasa dipakai untuk mengistilahkan keadaan dimana dalam suatu antrian pembayaran (Bank atau pembayaran lainnya), atau dalam suatu “line” antrian kendaraan, ada orang lain atau kendaraan lain yang tidak mengikuti antrian, tidak mengikuti aturan (yang tidak tertulis) yang menyatakan bahwa pendatang paling belakang wajib untuk antri di belakang orang atau di belakang kendaraan di depannya, dan dilarang untuk – tiba-tiba atau sekonyong-konyong makbedundug maju ke depan melewati beberapa orang yang setia antri ke kasir atau memotong / melewati beberapa kendaraan yang sedang antri (biasanya pembayaran pintu tol), untuk berusaha “nyempil” masuk kembali keantrian dengan modal “muka badak” (sok kalem tanpa dosa), diiringi tatapan-tatapan sinis bahkan sindiran-sindiran sadis, atau bahkan hujanan klakson kendaraan lain yang di lewati oleh penyerobot.


MENYEROBOT

Ini istilah yang dipakai untuk “PELAKU” penyerobotan itu – si muka badak tidak tahu malu. Bisa jadi dalam melakukan modus operandi nya, penyerobot ini dengan wajah dibuat kegalak-galakan, atau dibuat memelas (kemelas-melasan), dia berujar “Maaf, saya terburu-buru, harus ke Rumah Sakit antar Ibu/Bapak/Kakek/Nenek/Anak/ Mertua/Om/Tante/Istri/Suami/selingkuhan saya … maaf ya” … atau dengan wajah sangar nun jauh dari galak (atau wajah yang dibuat seolah-olah sebagai mantan tahanan kasus pembunuhan yang baru keluar dari penjara) tidak menjawab atau mengeluarkan sepatah katapun – hanya melotot, dan berusaha menunjukkan sesuatu yang membuat orang lain (terutama yang diserobot) keder atau takut – contoh: lambang emblem atau pin Garuda emas di baju / dada kiri, atau berusaha “nongol-nongolin” senjata pistol atau apapun lah yang membuat orang yang diserobot ngeri, miris dan terkencing-kencing sangking takut dibuatnya.

Istilah Menyerobot untuk kendaraan yaitu apabila dengan wajah BADAK-nya si pengemudi (atau tuannya) tiba-tiba maksruntul dari arah belakang, tanpa mengikuti alur antrian – mereka memepetkan kendaraannya ke dalam antrian “asli” nya – supaya mendapat jalan, atau bahkan ada yang sengaja – sudah menyerobot, keluarkan tangan – nunjukin “seragam” dan wajah (badak) galaknya (biasanya badak abis ngelahirin galak-galak), ngawe-awe supaya kendaraan lain yang diserobot itu memberikan ruang / space untuk kendaraan si muka badak bisa masuk. Apa hal seperti ini bisa dibiarkan? Sakit ya, “sakit” lah kata-kata yang tepat bagi orang-orang yang hobby nya Menyerobot itu – sakit jiwa … sakit jiwa nomor 9, dari 100 daftar sakit jiwa lain (daftar nya saya sendiri yang buat)… cenderung tidak ada obatnya bagi yang menderita sakit jiwa Menyerobot seperti itu.


DISEROBOT

Kalau istilah ini dipakai untuk para korban yang “tempat” nya diserobot oleh yang Menyerobot. Kalau dalam hal penyerobotan antrian di Bank atau kasir atau pembayaran, jika si korban penyerobotan itu wanita, wah lebih banyak “penyesalan” yang bakal diterima oleh si penyerobot. Kenapa? karena kalau yang di serobot tempatnya itu seorang wanita, maka mau Om-om ganteng kek yang nyerobot, mau Bapak-bapak macho dan wangi kek, atau bahkan yang nyerobot itu dari kalangan dalam alias wanita juga kek, tidak jarang si wanita korban penyerobotan itu akan ngomel, mencak-mencak, bahkan marah-marah, membuat semua orang di sekitar melihat pada situasi tersebut, sehingga si penyerobot merasa malu dan mundur ke belakang – kembali ke antrian.

Atau tindakan diam namun dongkol nggak berujung yang diambil oleh si wanita korban penyerobotan – jika si penyerobot berpura-pura baik, sambil nunjukin emblem / pin Garuda Emas nya, atau nunjukin berapa belimbing di pundak, atau berapa kapas di pundak, malah mungkin si wanita korban penyerobotan itu akan diam seribu bahasa jika yang menyerobot “nongolin” senjata tajam atau pun senjata yang tumpul.

Nah jika yang diserobot itu berjenis kelamin “laki-laki“? Wah mereka pun sebagai korban penyerobotan bisa juga marah, bisa juga mencak-mencak, bisa juga meminta si penyerobot mundur kembali ke antrian di belakang, tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii … jika si penyerobot adalah cewek cantik nan seksi, tante manis nan wangi juga seksi? maka bisa hancur luluh lantak dan runtuhlah pertahanan kejiwaan dan keimanan si “laki-laki” korban penyerobotan (korban yang beruntung…), apalagi ditambah dengan suara desahan si wanita penyerobot itu sambil mengatakan “Maaf yah massshhhh, sayahhh buruhhh-buruhhh nighhhhh, boleh yachhh sayahhh nyempil disinihhhh?” … Huuuuuuuu … (saya? mmmmm … belom pernah tuh ada kejadian begini heee. Kalau ada? …..)

Dalam hal antrian kendaraan yang akan melakukan pembayaran di pintu tol ada yang melakukan penyerobotan, maka sekuat-kuatnya si penyerobot tidak diberikan ruang atau space untuk masuk kedalam antrian, misal: membunyikan klakson berkali-kali, bahkan berpuluh kali, menggas kendaraannya dan menjaga jarak agar tetap stick with the tail kendaraan di depannya. Tapi biasanya sih akan menyerah jika kendaraan yang menyerobot itu adalah rombongan menteri, atau pejabat lain yang diberikan fasilitas forwarder – atau si penyerobot membuka kaca menunjukkan wajah badak abis beranak yang galak, atau menunjukkan “seragam” yang dipakai nya. Namun saya pernah melihat kejadian di salah satu pintu tol, dimana kendaraan penyerobot tidak diberikan tempat, si penyerobot buka kaca, mengeluarkan senjata, mengacung-acungkan senjata, sampai mem-blok jalan nya kendaraan yang akan diserobot, turun dari mobilnya, namun dengan lincah si kendaraan yang di blokir itu bisa menghindar dan bisa lolos dari si penyerobot yang (kelihatannya) “sakit” itu.

Saya banyak menemukan hal-hal Serobot, Menyerobot, Diserobot itu di jalan, terutama dalam antrian nun jauh panjang nian dalam pembayaran tol – tanpa rasa bersalah ada saja yang main serobot, sehingga menyebabkan antrian stuck, macet dan berdampak panjang sekali ke belakang. Anehnya, si penyerobot ini biasanya mempunyai “pengikut” yang (juga) banyak mengekor di belakangnya, sehingga menjadikan line sendiri dalam beberapa banyak line antrian pintu pembayaran tol … kalau sudah seperti itu saya hanya berkomentar begini “dasar otaknya sedikit” …

Ada peristiwa “penyerobotan” yang tidak ada line / antrian nya? Ooooo pasti ada … jangan khawatir: di kantor-kantor banyak sekali terjadi penyerobotan yang di lakukan oleh “PENJILAT” … dan saya berkeyakinan, bahwa jika di jalanan saja – dalam membawa kendaraan mereka-mereka yang menderita penyakit jiwa nomor 9 itu main serobot, pasti dan sangat pasti – dalam meraih karir nya di kantor pun mereka-mereka akan saling serobot dan tanpa malu-malu menjilati atasan mereka masing-masing, hanya demi mendapatkan sebuah jabatan. PASTI.


Share This Post

Posted by Tuesday, 21 December 2010 on 06:42.

Categories: Budaya. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

72 Responses to “Serobot, Menyerobot, Diserobot”

Pages: [8] 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 72
    Djoko Paisan Says:

    lili Says:
    December 29th, 2010 at 01:35

    hua ha ha ha…. memang begitu kita kalau kondangan… siap2 makan dulu… atau habis kondangan ke resto he he he…
    Ya maklum lah… belajar sabar……

    Lilli….
    Pernah kami diundang oleh konsulat, makan di salah satu restaurant…..
    Tapi yang datang buanyak suekali…..
    Saat tiba untuk makan, kami menyelinap keluar dan pergi ke China Rastaurant , tenang…tinggal pesan dan makan dengan santai. Tidak mesti antri dan entah kapan nyampainya….hahahahahaha….!!!
    Habis makan di China Restaurant, pulang ke Mainz, mandi terus bobo…. enak kan…???
    Memang, kadang enak juga makan bersama dengan orang yang lama tidak ketemu, tapi kalau harus antri orang 300 lebih…..kaki bisa kraamm berdiri, sampai kemeja makan….
    Kalau masih muda, seperti banyak student, bisa dimaklumilah….
    Tapi kami sudah tua dan tidak mampu untuk berdiri 1 jam, hanya untuk sepiring makanan….

  2. 71
    Lani Says:

    JURAGAN PONDOL : lo? wes mari to kowe????? jare loro? ya puji Tuhan wes sembuh….sampai diperhatikan karo buto……halah nek aku milih ora kondangan…….lbh baik mangan di restoran……biar beli, metu duit…….soale liat tamune sampai ratusan, ribuan…..malah mblenger sek……..

Pages: [8] 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)