Menyapa Merapi

Bayu Winata


Gunung Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya yang dekat dengan Yogyakarta, memudahkan pendakian menuju gunung ini, Selain wisata petualangan, gunung ini juga memberikan wisata religi. Dan kali ini, saya berjalan menyapa Merapi.

Pukul 11.00 WIB, menunggu bus. Tujuan Semarang. Sembari bercanda dengan teman teman. Kali ini, saya akan menuju Gunung Merapi. Pendakian kali ini berbeda. Karena ada beberapa wanita yang mengikuti pendakian, yang akan menambah ramainya suasana pendakian. Tak lama kemudian, tiba lah bus yang akan membawa kami menuju desa Blabak. Untuk menuju Gunung Merapi.

Gunung Merapi adalah gunung yang masih sangat aktif. Sejak tahun 1548 gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Dan letusan yang terbaru terjadi pada tahun  ini. Dampak dari letusan gunung ini, memberikan perubahan di kaki Gunung Merapi bagian Selatan. Daerah Kali Bebeng, berubah menjadi wisata minat khusus, melihat sisa dari letusan Merapi. Walaupun dapat dikatakan gunung Merapi gunung yang berbahaya. Namun, banyak dari pendaki yang tertarik untuk menyapa gunung ini. Karena sensasi pendakian yang berbeda.

Pukul 12.00 WIB, tiba lah kami di desa Blabak, desa yang terletak di Jalan nasional Yogyakarta Semarang. Istirahat sebentar, makan siang dan mengisi logistik pendakian. Dan mencarter angkot. Untuk menuju Selo. Boyolali. Menuju Basecamp gunung Merapi.

Lama perjalanan sekitar 1 jam 30 menit menuju Selo. Di dalam perjalanan menuju Merapi, kita akan melalui Ketep Pass. Ketep pass, merupakan tempat wisata yang menarik. Kita dapat melihat gunung Merapi dan Merbabu. Memberikan view yang sangat indah. Serta kita akan melihat ladang strawberry dari masyarakat sekitar kaki gunung Merapi dan Merbabu ini.

Setelah kita tiba di Selo, pada pukul 16.00 WIB. Kami melapor di basecamp yang terletak di desa Plalangan, untuk mengurus izin pedakian.Di base camp ini, kita bisa minta masakin makanan, ataupun membeli kekurangan logistik seperti bahan bakar ataupun baterai. Namun, kami memilih untuk tidur,untuk mempersiapkan fisik di malam harinya. Karena kami akan bergerak pada malam. Pada pukul 20.00 WIB, dimulai lah perjalanan menuju gunung Merapi. Dengan sebelumnya cek ulang logistik dan perlengkapan pendakian serta tidak lupa berdoa. Agar kami semua selamat sampai ke rumah masing-masing.

Base camp Selo – Pos Tugu 1

Lama perjalanan dari Base camp Selo menuju Pos tugu 1 sekitar 1 jam 30 menit.Perjalanan menuju base camp ini. Tidak terlalu berat. Di dominasi dengan jalur tanah. Dan di sekeliling kita. Banyak terdapat ladang-ladang penduduk.Karena sebagian besar penduduk di kawasan ini memiliki pekerjaan sebagai petani.  Selama perjalanan, kita masih dapat mendengar kegiatan dari penduduk sekitar. Gerungan suara motor dan suara pengajian di mesjid masih bisa kita dengar.


Pos Tugu 1 – Pos Tugu 2

Dari sini lah dapat dikatakan petualangan di mulai. Masih di dominasi dengan jalur tanah. Namun kali ini, kita menggunakan metode scrambling. Karena jalur yang terjal dan di beberapa tempat ada pohon yang tumbang. Lama perjalanan sekitar 2 jam menuju pos tugu 2. Namun, karena dalam perjalanan ini. Kita di dominasi dengan suasana bercanda. Tidak terasa, pelan namun pasti .Pada Pukul 02.00 WIB maka tiba lah kami di pos tugu 2.Tanda dari pos dua ini, terdapat patok tugu setinggi 1.5 meter. Kita bisa mendirikan tenda di kawasan ini, karena terdapat bagian yang datar. Saatnya  mendirikan tenda, dan memasak air. Untuk menghangatkan badan kita. Waktu yang tepat untuk  istirahat, menikmati segelas kopi.


Pos Tugu 2 – Pasar Bubrah

Pada pukul 05.30 WIB, di mulai lah pendakian menuju pasar Bubrah. Jalur di dominasi dengan batu. Dan semakin terjal. Lama perjalan menuju pasar Bubrah sekitar  1 jam 30 menit. Pelan namun pasti. Kami berjalan. Menikmati tantangan jalur di depan mata.  Namun, sunrise tidak terkejar. Karena kami jalan sudah mulai pagi. Pukul 05.30. Namun, ada bonus yang kami dapat. Suara kokok ayam hutan serta suara pekikan elang. Menemani kami. Pendakian yang indah. Dan pada pukul 07.00 WIB. Tiba lah kami di Pasar Bubrah. Dan cuaca benar-benar cerah. Namun ini belum di puncak. Pasar Bubrah merupakan bagian yang datar dari gunung Merapi. Di sini, dominasi batuan besar dan pasir. Serta terdapat pemancar untuk memantau aktifistas gunung Merapi tersebut, kebetulan di pasar Bubrah ini. Ada teman teman pendaki yang camping di kawasan ini, sembari istirahat dan bercanda dengan teman teman. Menikmati indahnya pagi. Memberikan suasana yang berbeda.

Pasar Bubrah – Puncak Garuda

Perjalanan dari pasar Bubrah menuju puncak. Sekitar 1 jam. Dan sangat terjal, dengan penuh kehati hatian. Kami menanjak menuju puncak garuda.Ada keunikan tersendiri, selama mendaki gunung ini. Di sekitar kawah ini, kita akan mendengar suara desisan aktifitas Merapi, dan kadang kala apabila kita beruntung. Uap dari aktifitas gunung ini akan menyelinap di kaki kita. Dan inilah sensasi keunikan dari pendakian Merapi, seolah-olah kita dilibatkan dalam alur hidup Merapi.  Dan setelah 1 jam perjalanan,. Maka kami teriak bersama. PUNCAK. Sungguh, pendakian yang sangat berkesan. Namun sayangnya puncak Garuda sudah  longsor, sehingga puncak yang menyerupai burung Garuda ini, sudah tidak kelihatan lagi.

Setelah menikmati indahnya puncak. Maka kami kembali berjalan menuju pos tugu 2. Saatnya masak  sarapan pagi. Setelah sarapan dan narsis dengan foto-foto. Saatnya kami pulang menuju Yogyakarta. Dan Merapi meninggalkan kesan tersendiri bagi kami.


Notes:

  1. Dari Yogyakarta menuju Blabak, naik bus dari Terminal Giwangan Yogyakarta. Atau terminal Jombor Yogyakarta. Bus tujuan  Magelang – Semarang. Dengan ongkos Rp 10.000
  2. Dari Blabak menuju Selo, kita mencarter  angkot. Dengan ongkos Rp 100.000
  3. Biaya retribusi pendakian, Rp 2500 yang dibayarkan di desa Plalangan
  4. Biaya carter mobil dari Selo menuju Yogyakarta Rp 250.000, karena biasanya kita tiba turun dari Merapi pada pukul 17.00, sehingga angkutan umum untuk menuju Desa Blabak, sudah tidak ada. Dan Bus menuju Yogyakarta dari Semarang tidak 24 jam.
  5. Untuk menuju Selo, bisa juga dari Solo. Karena ada bus langsung Solo menuju Boyolali.
  6. Persiapakan logistik pendakian dengan matang. Karena cuaca di gunung sulit untuk di prediksi.
  7. Untuk pendaki yang pemula, di basecamp juga terdapat jasa porter. Jika ingin menghemat tenaga.
  8. Terdapat jasa guide yang bisa kita sewa untuk memudahkan pendakian, dan mereka tau pantangan dan jalur jalur alternatif menuju Merapi.

About Bayu Amde Winata

Penggemar fotografi dan petualangan. Menuangkan pikiran dan apa yang dilihatnya dari seluruh Nusantara melalui jepretan-jepretannya. Bergaung ke seluruh dunia dengan lensa via BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *