[Profile] Ken Soetanto: Orang Indonesia yang “ditahan” oleh Jepang

Dwi Astini


“Ken Kawan Soetanto”, atau lengkapnya Prof. 4Dr. Ken Kawan Soetanto alias Chen Wen Quan “ditahan”  pemerintah  Jepang karena berhasil dan mengembangkan berbagai riset yang menelan biaya $15M (kurang lebih sekitar Rp140 miliar). Dia adalah ilmuan hebat kelahiran Indonesia yang besar di Jepang dan memegang empat gelar doctor.

Kontribusi penting lainnya  dapat dilhat dari adanya 26 patent di Jepang dan 2 patent di Amerika Serikat yang ia hasilkan dari pengembangan Ilmu Elektronika, Kedokteran, dan Farmasi. Patent mutakhirnya yang diakui Jepang adalah “The Nano-Micro Bubble Contrast Agent”, yaitu tentang obat cerdas yang mampu menelusuri sistem jaringan pembuluh darah untuk mencari sel-sel kanker dan melumpuhkannya. Pemerintah Jepang melalui The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO), memberi penghormatan kepadanya sebagai penelitian puncak di Jepang dalam rentang 20 tahun (1987-2007).

Untuk menjadi ilmuan hebat dan penting di Jepang bukanlah pekerjaan mudah karena pendidikan di Jepang sangat kompetitif khusunya dalam masuk perguruan tinggi. Tapi sutanti masuk dengan peringkat teratas di dua universitas ternama di Jepang, yakni Universitas Tokyo dan Universitas Keio. Sementara dalam peringkat yang disusun Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, pengetahuan dan keterampilan anak Jepang berusia 15 tahun berada di peringkat nomor enam terbaik di dunia.

Walau berhasil dan menjadi tenar di Jepang, Soetanto tak melupakan dari mana Ia berasal. Bersama 100 ilmuwan lainnya yang kini berada di berbagai Negara (aslinya berasal dari Indonesia), ia hadir dalam acara I-4 yaitu Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional yang diadakan pada 16-18 Desember 2010 lalu. Dan acara diadakan dengan tujuan agar dapat memberikan insipirasi dan harapan kepada generasi muda yang kelak akan melanjutkan pembangunan tanah air tercinta.


LATAR BELAKANG PENDIDIKANNYA

Pendidikan

  • SD Ta Chung, SD Shi Hwa, SD Ming Jiang di Surabaya
  • SMP Chung Chung di Surabaya
  • SMA Chung Chung di Surabaya
  • Sarjana Teknik dari Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo (Tokyo University of Agriculture and Technology), Jepang (1977)
  • Doktor Aplikasi Rekayasa Elektronika dari Institut Teknologi Tokyo, Jepang (1985)
  • Doktor Ilmu Kedokteran dari Universitas Tohoku, Jepang (1988)
  • Doktor Ilmu Farmasi dari Universitas Sains Tokyo, Jepang (2000)
  • Doktor Ilmu Pendidikan dari Universitas Waseda, Jepang (2003)

Karier

  • Associate Professor di Universitas Drexel, Philadelphia, AS (1988-1993)
  • Associate Professor di Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, AS (1988-1993)
  • Guru Besar di Toin University of Yokohama, Jepang (1993-sekarang)
  • Guru Besar di Universitas Waseda, Jepang (2003-sekarang)
  • Guru Besar di Universitas Internasional Venice, Italia (2005-sekarang)
  • Komite Evaluasi di Institut Teknologi Tokyo, Jepang (1997-sekarang)

Penghargaan

  • Outstanding Achievement Awards in Medicine and Academia dari Pan Asian Association of Greater Philadelphia, AS
  • Profesor Riset Terbaik dan Profesor Mengajar terbaik selama tujuh tahun berturut-turut (1994-2000) dari Toin University of Yokohama, Jepang
  • Pemegang rekor empat gelar doktor di Jepang; Dr. Eng., Dr. Med., Dr. Pharm., dan Dr. Edu. (sejak tahun 2003)


NB: Bergelar 4 doktor dan juga professor bagi banyak orang, mungkin adalah hal yang tidak mungkin, karena butuh waktu yang panjang dan kecerdasan. Namun Prof. 4Dr. Ken Kawan Soetanto berhasil membuktikannya lewat ketekunan dan semangatnya. Terlebih ia menjadi orang pertama dari luar Jepang (dari Indonesia), dalam kurun waktu 125 tahun, yang berhasil menjabati jabatan setingkat kepala divisi di Universitas Waseda. Beliau bisa, begitu juga dengan kita. Semangat!

26 Comments to "[Profile] Ken Soetanto: Orang Indonesia yang “ditahan” oleh Jepang"

  1. yudha  7 September, 2013 at 17:09

    seseorang yang boleh disebut manusia langka , sya sangat tertarik dengan pernyataannya mengenai manusia yg bisa di recycle, menurut saya ini adalah hal yg sangat penting.
    bagaimana caranya utk dapat bertanya kpd beliau???

    beliau kan dari pertanian mulanya: banyak juga pertanyaan utk beliau mengenai pertanian di Indonesia.
    apakah mungkin bisa dapat kntak beliau?

    tks

  2. Josep Riwurohi  22 June, 2011 at 16:35

    is the best!!

  3. Chandra simarmata  15 May, 2011 at 20:40

    Semoga para ilmuan Indonesia dpt berkumpul dan pemerintah dpt memanggil mrk kembali utk membangun Indonesia dlm tiap bidang, jgn jd mrk di adopsi bangsa lain………………

    prof. yohanes surya, prof.ken soetanto, dan seliruh asosiasi ilmuan indonesia………..

    mari bongkar negara indonesia yg bobrok ini mjd berkualitas……………….

    krn lbh byk org2 yg cinta uang dinegara ini skrg…………..

  4. Chandra simarmata  15 May, 2011 at 20:38

    Semoga para ilmuan Indonesia dpt berkumpul dan pemerintah dpt memanggil mrk kembali utk membangun Indonesia dlm tiap bidang, jgn jd mrk di adopsi bangsa lain………………

    prof. yohanes surya, prof.ken soetanto, dan seliruh asosiasi ilmuan indonesia………..

    mari bongkar negara indonesia yg bobrok ini mjd berkualitas……………….

    krn lbh byk org2 yg cinta uang dinegara ini skrg…………..

  5. Kornelya  3 January, 2011 at 22:04

    Pa Iwan, bukti kebhinekaan. Nano-nano semua ada disini.

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  3 January, 2011 at 20:17

    Bangsa Indonesia memang unik. Dari sosok seperti Pak Ken, Gus Dur, Gayus, Iwan Tirta, Habibie, Kusni Kasdut, koruptor ulung, provokator sadis, ulama terkemuka, kreator seni, pakar teknologi tak bernama sampai orang tak punya otak… ada di Indonesia dan berasal dari bagian negeri ini. Sebua ciri bangsa besar.

  7. Dwi Astini  3 January, 2011 at 19:53

    hayhooo kita juga bisa menjadi seperti beliau…

    Semangat…!!!

  8. Kornelya  3 January, 2011 at 08:10

    Dari Indonesia untuk Dunia. Salam.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.