Sunday, 26 December 2010
Dwi Astini
“Ken Kawan Soetanto”, atau lengkapnya Prof. 4Dr. Ken Kawan Soetanto alias Chen Wen Quan “ditahan” pemerintah Jepang karena berhasil dan mengembangkan berbagai riset yang menelan biaya $15M (kurang lebih sekitar Rp140 miliar). Dia adalah ilmuan hebat kelahiran Indonesia yang besar di Jepang dan memegang empat gelar doctor.
Kontribusi penting lainnya dapat dilhat dari adanya 26 patent di Jepang dan 2 patent di Amerika Serikat yang ia hasilkan dari pengembangan Ilmu Elektronika, Kedokteran, dan Farmasi. Patent mutakhirnya yang diakui Jepang adalah “The Nano-Micro Bubble Contrast Agent”, yaitu tentang obat cerdas yang mampu menelusuri sistem jaringan pembuluh darah untuk mencari sel-sel kanker dan melumpuhkannya. Pemerintah Jepang melalui The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO), memberi penghormatan kepadanya sebagai penelitian puncak di Jepang dalam rentang 20 tahun (1987-2007).
Untuk menjadi ilmuan hebat dan penting di Jepang bukanlah pekerjaan mudah karena pendidikan di Jepang sangat kompetitif khusunya dalam masuk perguruan tinggi. Tapi sutanti masuk dengan peringkat teratas di dua universitas ternama di Jepang, yakni Universitas Tokyo dan Universitas Keio. Sementara dalam peringkat yang disusun Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, pengetahuan dan keterampilan anak Jepang berusia 15 tahun berada di peringkat nomor enam terbaik di dunia.
Walau berhasil dan menjadi tenar di Jepang, Soetanto tak melupakan dari mana Ia berasal. Bersama 100 ilmuwan lainnya yang kini berada di berbagai Negara (aslinya berasal dari Indonesia), ia hadir dalam acara I-4 yaitu Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional yang diadakan pada 16-18 Desember 2010 lalu. Dan acara diadakan dengan tujuan agar dapat memberikan insipirasi dan harapan kepada generasi muda yang kelak akan melanjutkan pembangunan tanah air tercinta.
LATAR BELAKANG PENDIDIKANNYA
Pendidikan
Karier
Penghargaan
NB: Bergelar 4 doktor dan juga professor bagi banyak orang, mungkin adalah hal yang tidak mungkin, karena butuh waktu yang panjang dan kecerdasan. Namun Prof. 4Dr. Ken Kawan Soetanto berhasil membuktikannya lewat ketekunan dan semangatnya. Terlebih ia menjadi orang pertama dari luar Jepang (dari Indonesia), dalam kurun waktu 125 tahun, yang berhasil menjabati jabatan setingkat kepala divisi di Universitas Waseda. Beliau bisa, begitu juga dengan kita. Semangat!
December 27th, 2010 at 08:41
Sebenarnya banyak anak-anak Indonesia yg hebat-hebat dan berkibar di luar negeri.
Mungkin redaksi suatu saat bisa menampilkan juga profile Prof. Nelson Tansu. Terima kasih.
December 27th, 2010 at 08:38
Todai (Tokyo Uni.) paling top markotop. Waseda University itu uni. swasta yg paling ngetob di Jepang. Keio University sangat bagus untuk bidang kedokteran dan farmasi.
Walau saya sekarang postdoc di bawah bendera NEDO juga, saya juga nggak stop untuk belajar, saya kelak akan mengantongi 2 gelar doctor juga untuk 2 bidang ilmu yg beda (biotech & iPSCs) , Insha Allah. Tapi jadi aneh kalau ditulis 2Dr. ..Dr.Eng. Dr. Med XXX…ribet banget, mendingan Dr Med. XXX, PhD Eng. Untung cuma 2.
Kalau 4 ya emang bikin pusying, nulisnya bingung..hehehe.. Hebat emang Prof. Sutanto, S3 bidang farmasinya ternyata cuma 2 tahun. Subarashii. Dan ternyata juga meskipun sudah mengantongi Assoc. Prof, beliau masih ambil S3 lagi. Semangat belajarnya patut ditiru.
Ada kalimat di atas yg bikin bingung: “Sementara dalam peringkat yang disusun Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, pengetahuan dan keterampilan anak Jepang berusia 15 tahun berada di peringkat nomor enam terbaik di dunia”.
Mungkin lebih enak ditulis begini, “Sebagai perbandingan, seorang anak Jepang yg berusia 15 tahun merupakan no.6 terbaik di dunia, jadi anak-anak Jepang yg masuk level doctor di uni. merupakan orang-orang yg berkualitas, apalagi setingkat dengan Tokyo Uni. dan Keio Uni., jadi bisa dibayangkan, Sutanto bahkan berhasil mengalahkan mereka semua dan menduduki ranking pertama”.
December 27th, 2010 at 07:09
Dalam Bumi Manusia, Pram pernah bertanya: “Apa sumbangan Hindia Belanda untuk dunia?” Ken adalah salah satu jawaban Pram tersebut.
December 27th, 2010 at 06:03
Dwi ….mantabs!
Lani…entuk andhuk pira mbak…..merji (nome siji) terus……
December 27th, 2010 at 05:37
Hebat….!!!
December 27th, 2010 at 04:53
Wuih, 4Dr. Mantabs tenan. Indonesia tuh
December 26th, 2010 at 23:45
wadoooooooh! klu gitu komentarku 4TOP MARKOTOP! wuiiiiiiih, ini betul2 4 Einstein dijadikan satu…….
December 26th, 2010 at 23:27
Dwi Astini, pertama aku pikir 4Dr itu typo error ternyata memang empat-gelar-doktor ya…wuiiiiiihhh…muanteeeepppp…
December 26th, 2010 at 23:17
jadi kepingin cepat selesaikan kuliah… terus kuliah lagi…
December 26th, 2010 at 23:15
satuuuuuu