Bonenkai, Mari Melupakan

Junanto Herdiawan


Di setiap akhir tahun, masyarakat Jepang punya tradisi yang dinamakan “bonenkai”. Ini adalah pesta makan dan minum sebanyak-banyaknya, sampai perut kita mau meledak. Bonenkai dilakukan di restaurant, kafe, atapun izakaya (bar model Jepang). Secara harafiah, “bonenkai” berarti “pesta melupakan tahun lalu”. Di malam itu, kita berpesta untuk melupakan hal-hal buruk yang terjadi di tahun lalu.

Minuman non-alkohol

Bonenkai biasanya dilakukan bersama mitra kerja, sahabat, ataupun teman sekolah. Meski bonenkai sudah bisa dilakukan sejak awal bulan, eskalasinya meningkat dalam dua minggu terakhir Desember. Seorang kawan bahkan ada yang bercerita dalam semalam bisa melakukan pesta bonenkai hingga tiga kali. Akibatnya, pesta bonenkai bisa jadi melelahkan.

Umumnya pesta bonenkai diisi dengan acara minum-minum, baik yang alkohol maupun non alkohol. Ada etiket dalam bonenkai yang perlu ditaati. Kita perlu mengikuti etiket itu untuk menghormati pihak yang mengundang. Etiket pertama adalah, jangan pernah menuang minuman kita sendiri. Kita harus selalu menuang minuman ke gelas rekan kita.

All Free

Cara menuangkan minuman juga ada aturannya. Telapak tangan kita harus menghadap orang yang kita tuangi minuman. Menuangkan minuman juga sebaiknya dengan dua tangan. Satu tangan di dasar botol dan satu tangan menggenggam botol. Jangan sekali kali menuang dengan satu tangan. Itu tidak sopan. Kalau gelas kita dituangi oleh rekan kita, maka kita harus mengangkat gelas itu sebelum meminumnya. Hal itu untuk menghormati dia.

Etiket kedua adalah, gelas kawan kita jangan pernah dibiarkan kosong. Isi dan isi terus. Kalau habis, pesan lagi. Terus begitu. Kalau kita ingin berhenti, cukup biarkan gelas kita terisi penuh. Teman kita tidak akan menuanginya lagi.

Minum-minum memang menjadi bagian tak terpisahkan dari bonenkai. Akibatnya, setiap malam bonenkai, banyak terlihat orang Jepang mabuk di jalan. Saya sendiri tidak minum alkohol. Untungnya, sekarang ada minuman yang tidak mengandung alkohol. Jadi kita tetap bisa ikut “kampai” atau bersulang saat bonenkai.

Bonenkai

Meski pada prinsipnya bonenkai  adalah pesta minum-minum, ia mengandung makna filosofis yang dalam. Esensi bonenkai adalah membiarkan yang lalu itu berlalu. Bonenkai mengajak kita untuk menghentikan hidup pada masa kini, dan memandang ke depan. Berkutat dengan masa lalu, apalagi yang buruk, hanya akan membebani pikiran dan kreativitas kita. Sayangnya adalah, kalau kita mabuk di malam bonenkai. Bukan hanya yang buruk-buruk, tapi hal baik juga bisa terlupakan. Oleh karenanya, sebaiknya jangan berpesta sampai mabuk :)

Sebelum tahun baru, orang Jepang mengatkan, “Yoi Otoshi wo Omukaekudasai” artinya, wish you welcoming a good year. Setelah tahun baru, mereka mengucapkan “Akemashite Omedetougozaimasu”, artinya, selamat tahun baru !!


Selamat Tahun Baru untuk teman-teman semua.

11 Comments to "Bonenkai, Mari Melupakan"

  1. Dewi Aichi  2 January, 2011 at 01:23

    Dulu tiap tahun ikut bonenkai di perusahaan tempat hubby bekerja, perusahaan pembuatan kapal yang sangat kaya, jadi bonenkai sangat mewah. Sajian menunya gila-gilaan, terutama menu sushi sashimi juga minuman-minuman beralkohol, jeleknya ya itu, si boss membayari para karyawannya yang selanjutnya akan ke club..

  2. Junanto Herdiawan  1 January, 2011 at 18:39

    Mbak Lani, Pak Anwari, Dedushka, Kornelya, Linda, mas JC, dan pak Joko, selamat tahun baru 2011 !!, terima kasih atas pertemanan yang hangat dan menyenangkan di sini. Semoga tahun 2011 semakin banyak kita bisa saling bertukar cerita dan pengalaman. Salam dari Tokyo …

  3. Djoko Paisan  1 January, 2011 at 18:35

    Mas Junanto….
    Terimakasih untuk ceritanya…
    Salam Sejahtera dari Mainz daaaaan….
    Akemashite Omedetougozaimasu…!!!!!
    Sayonara….!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.