Aku Cinta Kamu

Dwi Klik Santosa


JUMIAH : Bolehkah aku bertanya …


RONEO : Eh .. iya …Bertanya apa?


JUMIAH : Sesuatu … ya, sesuatu yang tidak penting mungkin bagimu ….


RONEO : Adduuuh … jangan begitu. Jangan kautatapi aku seperti itu … Ada apa? Mau bertanya apa?


JUMIAH : Hmm .. ya, sudahlah. Lain kali saja ..


RONEO : Heeeii … jangan begitu. Kau tidak boleh begitu …


JUMIAH : Hmmm …  Maafkan, jika selama ini aku memendam pertanyaan ini.


RONEO : Pertanyaan apa?


JUMIAH : Pertanyaan … Kenapa …. Kenapa kau tidak pernah mengucapkan kalimat itu. Sekali saja  … Apakah sesungguhnya, kepadaku, kau tidak benar-benar ….


RONEO : Benar-benar apa …. Kalimat apa?

JUMIAH : Kau masih ingat, bukan. Drama dan film yang pernah kita tonton bersama-sama itu. Romeo dan Juliet. Roro Mendut dan Pronocitro. Rama dan Sinta .. Begitu harmoninya. Begitu mesranya. Pasangan itu saling menyatakan, untuk saling meyakinkan. Saling berbagi untuk saling mengisi … Aku tidak berharap engkau menjadi seperti Romeo, atau Pronocitro, atau Rama. Selama ini mengenalmu, aku sudah merasa heppy. Bagiku, engkau pribadi yang sangat unik dan memiliki kepenuhan tersendiri. …. Tapi setidaknya ….


RONEO : Setidaknya apa? …


JUMIAH : Apakah kau tidak benar-benar …. Cinta padaku?


RONEO : Hei .. kenapa kau berkata seperti itu kepadaku. … Tapi baiklah, aku ingin berkata jujur kepadamu. Apa adanya, seperti apa yang kurasa dan kupikirkan. …. Sejak mengenalmu, adakah sesuatu yang luput kau perhatikan dari semua perhatianku kepadamu. Semua sikapku kepadamu. … Aku merasa, sejak itu .. Kepadamu, tidak ada yang melebihi apa pun perhatianku  …  Bahkan tak cukup kiranya, melebihi hanya sekedar dikata-kata. … Bagiku, sejauh ini, engkau adalah pribadi yang penuh mengisi waktuku. Jauh melebihi dari sekedar kata-kata atau bahkan mengucapkan pernyataan itu …


Zentha

14 Oktober 2010

: 09.32

13 Comments to "Aku Cinta Kamu"

  1. J C  3 January, 2011 at 07:37

    Hehehehe…pak Djoko bisa saja…kalau Sam Pek Eng Tai itu adalah kisah klasik percintaan yang tragis…memang sangat terkenal, pernah ada bioskopnya….lagunya apik…

  2. Lani  3 January, 2011 at 01:43

    MAS DJ : japri ditrima, jg fotone, trims mas

  3. Djoko Paisan  3 January, 2011 at 01:39

    Maaf mas Dwi….
    Diatas banyak disebut nama yang dibikin lambang cinta….
    Tapi ingin mengingatkan saja….
    Kan masih ada tuh…. SANG PAI DAN ING TAI ( Maaf kalau salah tulis namanya ).
    Mungkin dimas J.Chen jauh lebih tau….

    Salam Damai dari Mainz….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.