Melintasi Bukit ke Curug Tilu – Ciwangun Indah Camp

Linda Cheang


Halo Sobat Baltyra dan Pembaca,

Mengisi waktu di liburan akhir tahun 2010, saya diajak untuk melayani Kelas Pemuda – Remaja Gereja, untuk ikut survei ke tempat wisata luar ruang. Saya, ya, mau saja, karena kegiatan surveinya berupa hiking naik turun melintasi bukit untuk menuju Curug Tilu, di lokasi CIC – Ciwangun Indah Camp, Lembang. Curug Tilu dalam Basa Sunda artinya Air Terjun Tiga. Kurang jelas mengapa dinamakan demikian, tetapi memang sebelum tiba ke lokasinya, ada dua curug lain yang tidak kalah indahnya.

Lokasinya di Jalan Kolonel Masturi, Lembang, di kaki Gunung Burangrang dan akan lebih dekat dicapai jika masuk dari Kota Cimahi, meski jalan ini juga tembus ke Ledeng di Jalan Setiabudhi, Bandung. Di lokasi CIC ini juga ada fasilitas kolam renang yang airnya disirkulasikan terus selama 24 jam dari air gunung, maka dijamin berenang di sana pasti segar dan mata tidak sepet karena airnya tidak pakai kaporit.

Singkat cerita, Curug Tilu memang indah tetapi untuk yang tidak terbiasa hiking, ada baiknya mempersiapkan diri lebih baik karena Anda akan melintasi bukit naik-turun dengan kondisi jalur lintasan yang kebanyakan masih berupa jalur terjal tanah licin, tidak semua pijakan tanah sudah dilapisi batu atau bilah-bilah bambu. Sudah pasti Anda sebaiknya sudah makan dulu agar tidak keburu pingsan di tengah perjalanan, dan agar Anda bisa memiliki ginkang yang cukup kuat untuk berpijak selama menyusuri rute menuju Curug Tilu.

Tips hiking mencapai Curug Tilu :

  • Bawalah pakaian ganti seperlunya, karena Anda dijamin akan kena basah.
  • Jika Anda memiliki ramuan anti pegal-pegal, balurkan ke tangan dan kaki Anda sebelum dan sesudah hiking.
  • Gunakan alas kaki dari karet seperti sandal jepit karet, sandal gunung bersol karet atau sepatu karet yang berlambang buaya sekalian, agar Anda tidak mudah terpeleset ketika berpijak pada pijakan licin.
  • Jangan ragu untuk sesekali membungkuk dan merangkak dengan tangan Anda memegang batu-batu dan batang-batang pohon yang Anda temui, ketika Anda menjalani rute yang amat terjal. dan curam plus licin. Ingat, keselamatan jiwa Anda lebih utama daripada gengsi takut kelihatan jelek.
  • Bersenang-senanglah ketika sudah tiba di lokasi Curug Tilu. Anda memang dilarang berenang, karena di dasar curug itu banyak kerikil bersudut tajam serta batu-batu besar yang permukaannya licin, tetapi tidak dilarang untuk berendam. Jangan lupa pakai jam tangan yang tahan air untuk pegingat waktu, karena bisa jadi Anda lupa waktu ketika asyik menikmati sejuknya air pegunungan yang bersih.
  • Tidak lupa untuk simpan tenaga Anda karena rute jalan pulang juga, baik yang melewati kebun teh maupun kembali menyusuri rute ketika Anda berangkat,  melewati beberapa bagian yang terjal, curam dan licin. Rute lewat kebun teh lebih singkat menuju titik pertama Anda berangkat.
  • Jaga kebersihan lingkungan. Dilarang membuang apapun selain waktu, dilarang mengambil apapun selain gambar, dan dilarang meninggalkan apapun selain kenangan.

Berikut beberapa gambar yang berhasil diabadikan. Sebenarnya masih ada gambar-gambar yang lebih bagus dan lebih jelas penampakan Curug Tilu-nya, tetapi karena di dalam gambar-gambar itu terdapat penampakan teman-teman, dan saya tidak diizinkan mereka untuk mempublikasikan penampakan mereka, maka semoga gambar-gambar yang ada bisa cukup membuat Pembaca semua menikmati suasana di sekitar Curug Tilu.

Jaga juga alas kaki Anda ketika menikmati air di Curug Tilu. Jika perlu bawa alas kaki cadangan kalau-kalau alas kaki yang Anda pakai berpijak di dasar curug hanyut terbawa arus. Pengalaman seorang adik remaja kami, sebelah sandalnya hanyut terbawa arus. Pada saat itu saya memakai sepatu karet dan membawa sandal bersol tebal.

Jadi sepatu saya pinjamkan pada adik kami tsb, tetapi sandal sol tebal saya tidak bisa bertahan ketika dalam perjalanan kembali ke titik awal, memijak turunan licin, akhirnya jadi korban juga. Akhirnya seperempat jalan pulang menuju titik awal, saya bergaya nyeker style….

Salam,

Linda Cheang

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

20 Comments to "Melintasi Bukit ke Curug Tilu – Ciwangun Indah Camp"

  1. Linda Cheang  4 September, 2011 at 17:24

    telo : cipageran sekarang banyak arena out bound…

  2. telo  4 September, 2011 at 09:39

    ngapain ke cipageran?
    cuma ada makam umum doang

  3. Linda Cheang  3 January, 2011 at 15:51

    saw : Mbak, tempo hari selepas dari Ciwangun, aku mampir, koq, ke Cipageran. Tapi yang dimaksud, Cipageran yang TPU…

  4. saw  3 January, 2011 at 14:49

    Ciwangun memang menyenangkan. Banyak sarana wisata untuk keluarga, juga terdapat penginapannya.

    hayuuukkk,… yang mau ke Ciwangun, .. jangan lupa mampir cipageran. Sudah deket kok, kebangeten kalau sampe ga mampir.

  5. saw  3 January, 2011 at 14:40

    hayuuukkk,… yang mau ke Ciwangun, .. jangan lupa mampir cipageran. Sudah deket kok, kebangeten kalau sampe ga mampir.

  6. Linda Cheang  3 January, 2011 at 07:47

    Emak SU : ya, itu dia, mesti pijat, euy, hihihi

    Kornelya : benar sekali! biar sendal putus dna harus nyeker, pada akhirnya memang puas banget bisa menjelajah lokasi indah ini

    JC : berapa KM-nya aku ga hitung, euy. Dari Cimahi (Jalan Kol. Masturi – Cipageran) ke sana jika lalu lintas lancar, sekitar 30 – 45 menit menuju titik masuk terdepan, dan ke dalamnya lagi sampai ke pelataran sekitar 10 menit. Tapi lebih afdol kalo aku yg jadi pemandunya. JIka masuk dari Jalan Sersan bajuri, Lembang, akan lebih jauh dan lebih lama.

  7. J C  3 January, 2011 at 07:35

    Tempat asik ini kayaknya…berapa jauh dan berapa lama kalau dari Bandung? (beda soalnya ukuran kilometer dan ukuran jam kalau di Bandung dan sekitarnya… )

  8. Kornelya  3 January, 2011 at 07:22

    Linda, turun naik gunung, menikmati pemandangan seindah ini, pegel bokong dan sandal putus sekalipun lunas terbayar. Sandal crocks bagus dipakai untuk hiking / melintasi tempat basah. Foto-fotonya indah. Salam.

  9. SU  2 January, 2011 at 19:38

    Membayangkan bunyi deru air nya pasti bikin damai banget. Walaupun kaki setelah itu harus dipijat

  10. Djoko Paisan  2 January, 2011 at 17:14

    Hahahahahahaha…..!!!
    Bokong jadi naik…???
    Naik kamana Neng….???
    Linda teh aya -aya wae….!!!
    Hahahahahaha…!!!
    Ingat kan, kami pernah turun dan naik di curuk Tawangmangu, tapi jelas, tantemu harus istirahat beberapa kali.
    Okay…mau sarapan dulu, sudah jam 11:15

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *