Menjemput Cinta di Dermaga

Kine Risty


Burung camar terbang di atas birunya laut

Menambah suasana indah di dermaga

Debur ombak lirih menyapu senja di kaki malam

Aku terdiam menekuri gelombang obak yang lirih menyapu pinggiran pantai yang tak berpasir. Senja mulai beranjak pergi meninggalkan semburat merah di ujung kulon. Yach..!! Sunset hari ini kulalui masih dengan menunggu ke kasihku.Aku berharap waktu cepat berlalu dan mempertemukakan aku dan dia kembali.


Aku beranjak melangkah menyusuri jalan sepanjang dermaga cinta. Satu persatu memori itu, bermain di mataku yang mulai membasah.

” Beibs, putri Senja merindukanmu” bisik hatiku ketika melalui toko kecil yang menjual macam-macam souvenir serta air minum di tepi pantai. Aku ingat, setahun yang lalu, aku pernah singgah di tempat itu hanya sekedar membeli minum bersama pangeran hatiku. Kulangkahkan kakiku masuk ke dalam. Sudut mataku melirik sejenak botol-botol dingin di dalam kulkas dan kemudian kuambil satu.

Setelah membayar ke kasir, aku berdiri mematung. Memori itu muncul kembali. Di depan toko ini, aku pernah mencoba membuat berdiri botol-botol kosong itu bersama dia. Bahkan aku masih terus ingat kata Satria ” Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini”. Kuletakkan tas berwarna pink itu di lantai. Aku mulai mencoba duduk di pagar besi yang berada di pinggir pantai persis seperti setahun yang lalu.

” Kenapa kamu batalkan kedatanganmu kemari hari ini sayang” gerutuku yang tak tahu harus ku laporkan kepada siapa. Hari ini harusnya Satri datang ke Hongkong menemuiku. Tapi, tiba-tiba saja pagi tadi dia telpon dan membatalkan penerbangannya menemui aku. Di sudut hatiku yang paling dalam rasanya  rindu ini telah membuncah hingga menyisakan sesak di dada.

Kurogoh saku celanaku. Kupasang handfree di telinga dengan volume yang sangat keras. Lagu Avril ” I’m with you ” mengalun merdu membawaku hanyut menikmati kenangan.

Tiba-tiba ada beberapa laki-laki dari Pakistan menghampiriku. Dia basa basi menanyakan jam berapa saat ini. Karena merasa terusik, aku hanya menoleh tanpa menjawab pertanyaannya. Bukannya aku sombong tapi, kalau aku menjawab sepatah kata saja pasti mereka akan terus berusaha mendekatiku. Itu trik yang di pakai para hidung belang khususnya warga Pakistan yang suka mengganggu orang-orang Indonesia di Hongkong.

Setelah tidak mendapat respon dariku, akhirnya mereka melangkah pergi dengan mengerutu memakai bahasa negaranya. Lega rasanya bisa lolos dari rayuan gombal dari orang-orang yang hanya mencari kesenangan sesaat. Ssttt…..!! getar Sms masuk membuyarkan lamunanku. Pesan singkat dari nomer yang tak kukenal.

” Kamu ada di mana sayang?” dahiku berkeryit membaca pesan singkat itu. Aku coba mengacuhkannya. Tapi, setelah beberapa menit sms serupa masuk ke hapeku.

Kucoba membalas dan menanyakan siapa sebenarnya dia. Tapi dia malah ngotot memintaku untuk memberi tahu keberadaanku.Dengan rasa kesal aku hanya membalas ” di tepi pantai”. Setelah ku tunggu beberapa saat tidak ada respon balasan.

Sekitar pukul 7.45 aku beranjak menuju ujung jalan di pantai . Sebentar lagi permainan lampu-lampu dari gedung mencakar lagit itu di mulai.Tiba-tiba tanganku di tarik lembut dari belakang. Dengan reflek ku palingkan mukaku untuk melihat siapa yang berani mengusikku.

“Beibz…..!!! Suaraku terpekik diantara rasa terkejutku dan senang. Satri itu benar-benar datang menemuiku. Kupeluk erat-erat seakan tak ingin berpisah kembali.


Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Kine Risty. Make yourself at home. Ditunggu tulisan-tulisannya yang lain. Terima kasih kepada Endah Raharjo yang sudah mengenalkan Baltyra ke Kine Risty.




14 Comments to "Menjemput Cinta di Dermaga"

  1. olga  12 January, 2011 at 12:04

    numpang lewat. buat kawan2 yg punya naskah bagus, link temen saya ini mungkin membantu:
    http://www.facebook.com/l.php?u=http://andifiction.multiply.com/journal/item/26/kirimkan_tulisanmu&h=a02cd

    silakan dibuka dan dicoba…

  2. Kine Risty  7 January, 2011 at 21:45

    Santy..Terima kasih san..hehheh kamu juga ikutan kirim dunk biar rame

    Mbak Endah.. Terima kasih ya, Mbak..

  3. Santy Novaria  7 January, 2011 at 15:25

    Mbak Cantikk..
    Iseng-iseng aku liat ada namanya Mbak disini..

    Tulisannya okeh..

  4. Endah Raharjo  7 January, 2011 at 13:03

    Hai Risty…. nulis terus ya… jangan bosan di sini banyak teman yang manis-lucu… ceritamu asyik… suka…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.