Lobo del Mar

Lani – Kona, Hawaii


Aloha Baltyrawan/wati, jumpa lagi dalam artikel sehubungan dengan masa liburan akhir tahun (Natal dan menyambut Tahun Baru 2011). Hawaii adalah a tourist destination, seperti Bali, dan tempat-tempat wisata lainnya.

Setiap saat selalu ada events, tujuannya untuk menarik turis untuk berdatangan ke Hawaii. Apalagi dengan lesunya perekonomian pada umumnya secara global, dan khususnya di Amerika.

Tepatnya di Hawaii lokasinya in the middle of nowhere, yang menjadikan biaya kehidupan lebih mahal dikarenakan hampir semua kebutuhan diimpor dari mainland.

Walau begitu banyak orang berdatangan ke Hawaii, baik hanya berkunjung untuk menikmati never ending sun, aktifitas pantai, lautnya yang beranekaragam.

Hawaii adalah surga bagi setiap orang yang mencintai aktifitas yang berhubungan dengan laut. Tidak ketinggalan yang menyukai kudapan ikan. Ikan adalah pilihan yang tepat jika menikmati makan di mana saja jika berada di Hawaii.

Mulai dari aneka ragam Sushi, dan Sashimi baik yang ala Jepang atau ada Sashimi ala Hawaii yang dinamakan POKE.

Karena saya pribadi bukan penggemar Sashimi, jadi selama ini hanya cukup memandangi saja dijual di tiap supermarket.

Balik ke cerita awal, sehubungan dengan menyambut Natal dan Tahun Baru, tiap hari Sabtu ada hiburan gratis dikompleks pertokoan ditempat saya bekerja.

Ini adalah minggu kedua rombongan ini hadir menghibur baik penduduk local dan para pendatang/turis yang sedang berada di Kailua Kona.

Rombongan ini menamakan diri mereka LOBO DEL MAR. Mereka adalah serombongan anak-anak muda, dari anak-anak usia 3 tahun, sampai 30 tahunan, terdiri dari pria dan wanita.

Rombongan ini seperti Gipsy yang mengadakan pertunjukkan berkeliling, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Dari pengamatan saya wajah-wajah serta warna kulit mereka kelihatan dari berbagai keturunan/ras, orang kulit putih, orang-orang dari kepulauan Pasifik, orang dari Mexico, juga dari Eropa.

Pertunjukkan mereka bermacam ragam, mulai dari belly dancing, tarian Flamenco, tarian dengan mengetuk-ngetukkan sepatu kayu mereka ke lantai, saya lupa nama tarian itu, kalau ada yang tahu namanya tolong dibagikan di sini, rombongan peniup alat music dari Scotlandia dengan baju khasnya bawahan kotak-kotak dengan atribut lengkap baik mulai dari sepatu, sampai kemeja mereka (konon kabarnya pria yang memakai seragam/baju seperti ini tanpa memakai under wear/CD, tentang kebenarannya? Wallahualam…..hahahah).

Tarian Hula, tarian Tahiti yang selalu menggoyangkan pinggul, perut, dan pantat dengan gerakannya yang sangat cepat, ditambah dengan baju tari mereka yang hanya rumbai-rumbai bagian bawah, dan atasnya hanya ditutup BH bikini, mereka juga menyanyikan lagu-lagu Mexico lengkap dengan topi sombreronya, iramanya rancak sekali hingga semua pengunjung ikut bergoyang-goyang bahkan ada yang tampil di tengah pentas ikut berdansa dengan para penarinya.

Hampir semua rombongan pria ber-tatto di tubuh mereka, entah itu di lengan, kaki, atau tubuh. Itu yang bisa saya ketahui yang terlihat oleh mata, entah kalau bagian tubuh mereka yang tertutup.

Sambil ambil foto, memperhatikan suasana sekitar dan tak lupa ikut goyang-goyang mana tahan kalau diam saja, kurang afdol-lah hahaha…..

Pertunjukkan ini berlangsung selama 1 jam, nonstop. Diakhiri dengan lagu AMAZING GRACE dengan music tiup ala Scotlandia/Scottish dengan sangat apiknya, sambil membawakan lagu itu mereka berbaris berjalan memutar di depan para penonton.

Saat itu perasaanku seperti diaduk-aduk ikut terhanyut dalam music lagu tersebut. Ingatanku ke sebuah film dengan judul yang sama, kisah perbudak-an, yang sangat memilukan tanpa terasa airmataku merebak meleleh tanpa bisa dibendung.

Untung (selalu saja disebut mas, bang, pak, bung, untung hehehe) hari sudah ditelan gelapnya sang malam, walau di atas sana kelihatan sang ratu malam menampakkan diri dengan sinarnya yang sangat terang, langit Kona sangat bersih malam ini.

Secepatnya begitu pertunjukkan selesai, saya langsung menyapa salah satu anggota rombongan, nampaknya dia pemimpin dari rombongan.  Singkat saja saya tanya apa nama groupnya, saya beritahukan akan menulis artikel dan akan saya terbitkan di milis Indonesia. Kelihatan dia sangat antusias dan mengucapkan terima kasih.

Silahkan dinikmati foto-foto yang sempat saya ambil, kalau ada Baltyrawans yang sampai termehek-mehek, menggelepar, tepar sambil airliur berleleran mohon dilap dengan tadah iler masing-masing hahahah……


Sekian laporan menjelang tutup tahun kemarin…

Lani – Kailua Kona-The Big Island of Hawaii

51 Comments to "Lobo del Mar"

  1. Lani  17 January, 2011 at 12:14

    SIRPA : waduuuuuuuuh……aku kudu takon sek iki karo wong asli Hawaii yg tau/ngerti boso Hawaii………jawabannya nyusul ya……..
    aku lagi ada keinginan utk belajar, ya sekedar ngerti aja…….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *