Lajang Jalang – Lajang Bergelinjang

Daveena


Prelude…

Akhir tahun 2010 beberapa Kompasianer muda menerbitkan bukunya melalui cara selfpublishing via www.nulisbuku.com, salah satunya Vira Classic. Saya pernah menyambangi lapak Vira dan membaca tulisannya yang seputar selangkangan, jadi membayangkan yang namanya Vira tuh seorang wanita muda yang bekerja di Metropolitan dan menikmati denyut kehidupan mudanya yang beraneka warna. Sayapun mengucapkan selamat atas terbitnya buku Vira n that’s it… sekedar sampai di situ saja. Sampai saya lihat foto Vira saat hadir pada peluncuran buku Kit Rose…woow wanita muda berjilbaaaab masih mahasiswi pulak?!!! Dan tambah wow membaca tulisan Andi Harianto tentang buku Vira, penasaran maka saya langsung kontak Vira dan memesan bukunya. Dalam waktu singkat buku Vira sudah sampai ke rumah.


Seks tanpa/ sebelum Menikah

Kita tak dapat menutup mata pada kenyataan bahwa nilai-nilai masyarakat mengenai seks telah berubah. Walaupun kita rajin ke mesjid atau ke gereja tapi faktanya 60% dari remaja putri (usia belasan tahun) sudah tidak perawan dan sangat mengerikan bahwa 60% dari pengalaman seks mereka dilakukan di rumah. Makanya begitu “anak” saya (anak yang tak terlahir dari rahim sendiri ini sudah kami ambil sejak dia terlahir ke dunia)  punya pacar – saya langsung bikin aturan main bahwa proses kencan di rumah hanya bisa dilakukan di teras rumah. Dan jikapun  harus masuk rumah untuk mengerjakan tugas sekolah (dia bersekolah di SMK IT) maka saya minta pembantu menemani mereka dan meninggalkan kerjaannya apapun itu.

Buku Vira merupakan kumpulan tulisan terdiri dari 13 cerita yang judulnya saja sudah mengundang decak – Labia, Puting, Ketika Otak di Selangkangan adalah contohnya. Dan sangat menarik membaca ini:

Puting mama untukku, itu dulu. Puting gadisku untukku,

“Jangan?”, Kenapa, “Pokoknya jangan!”

Bibirmu sudah kukecup,  lehermu penuh cupang. Bahkan putingmu kulumat. Kenapa di bawah itu jangan?

“Kumohon jangan, aku masih perawan!”

Ah, gadisku. Kamu masih perawan tapi putingmu jadi korban. Gadisku, kamu masih perawan tapi hanya di bawah sana. Kalau boleh jujur, kamu tak perawan lagi. Kamu hanya tertipu oleh diksi. Kamu telah menikmati persenggamaan, walau hanya sampai puting….kamu biarkan putingmu jadi korban….ah jujur saja, aku lelaki timur yang walau bejat begini, tetap cari calon isteri yang perawan. Kamu tak lagi perawan.


Wow…fenomena Perawan yang tak Perawan juga pernah kutulis di sini http://muda.kompasiana.com/2010/11/26/cewek-agresif-di-malam-pertamaboleh-gak/, tapi membaca untaian kata yang ditulis Vira membuat aku sadar tulisanku gak ada apa-apanya dibandingkan alinea ini. Vira sungguh pandai memainkan diksi. Maka Virapun makin larut dalam eksplorasi alam pikiran para “pelaku” jabat kelamin. Bahwa permainan selangkangan menjadi tidak sesederhana acara jabat kelamin. Ada sesal, ada dendam ada tangis disana tapi pada satu titik manusia kembali ke nature-nya, bahwa pada suatu titik ternyata permainan di selangkangan bisa jadi sarana penyelesaian rasa…bukankah seks sarana rekreasi tertua?


tentang buku ini….

Dalam halaman belakang dari buku ini ada sejarah publikasi dimana 13 fiksi ini telah dipublikasikan di Kompasiana dari tahun 2009 sampai Juni 2010.  Dengan isinya yang 93 halaman buku ini tampak ramping dibandingkan dengan setumpuk buku yang baru saya beli saat acara diskon 30% Gramedia Grand Indonesia Natal lalu. Saya baru saja selesai membaca   Nyonya JetSet – Alberthiene Endah, Dimi is Married – Retni SB yang tebalnya sekitar 400 halaman. Dan tiap buku itu saya selesaikan dalam sehari – sayangnya pada 1/3 terakhir dari buku-buku itu membuat saya jenuh karena merasa tulisan mulai dipanjang-panjangin (seperti ada “target/ trend baru” untuk menghasilkan karya yang “montok” dari penulis-penulis Gramedia?).

Dan sampai tulisan ini diupload – saya belum selesai membaca buku Vira karena tiap kisahnya memerlukan pengendapan usai membacanya. Vira …you’re so damn good. Keep on writing sis….

Jika ada sedikit kritik adalah cover dari buku ini yang terlalu abstrak mengesankan buku ini terlalu Nyastra, bagaimana jika gambarnya lebih Metropolis

LAJANG JALANG

Oleh Vira Cla

Penerbit Publishing House, Bandung

ISBN 978-602.98029-4-8

Oktober 2010

Untuk pemesanan, silakan langsung ke [email protected]


Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Daveena. Make yourself at home. Ditunggu tulisan-tulisannya yang lain.


pesan bisa ke [email protected]

24 Comments to "Lajang Jalang – Lajang Bergelinjang"

  1. Gebe  27 May, 2011 at 20:03

    Wah menarik…..

  2. daveena  6 February, 2011 at 12:35

    AH…iya nih promonya berhasil…hehehe

  3. andi harianto  6 February, 2011 at 02:17

    Ini pasti Mbak Daveena
    gak sengaja kesasar di blog ini. ternyata gara-2 saya Mbak membeli bukunya Mbak Vira.
    horeeeeeeeeeeeeee
    promosi saya berhasil.

    salam Mbak

  4. Onder de Boom USA.  22 January, 2011 at 03:29

    Daveena,kenapa saya sebutkan orang Bali bukan Dayak atau Irian,karena ada ….”kasih tak sampai disana “dan wajahnya difoto mengingatkan kembali

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.