Nonton Layar Tancap di Ostrali

Ijah – Adelaide


Salah satu alasan mengapa saya suka summer adalah karena kita bisa sering-sering piknik. Duduk di taman, membawa bekal, ngobrol, baca buku sambil menikmati summer breeze yang sejuk. Piknik yang paling sering saya lakukan adalah makan siang di pinggir danau di kampus hihihihi…

Kemarin ada yang beda dengan acara piknik saya, kali ini sambil liat layar tancap. Judul acaranya keren ‘moonlight cinema’ dan gak tanggung-tanggung selama summer diadakan di 5 kota yaitu di Adelaide, Sydney, Melbourne, Perth dan Brisbane. Di Adelaide diadakan di Botanical Park, belakang Botanical Garden di city. Harga tiketnya untuk student seperti saya $16. Mahal juga untuk sebuah pertunjukkan layar tancap.

Di awal saya pikir seperti lihat layar tancap seperti di Indonesia, yang diputar lebih banyak film-film kelas tiga kalau gak film populer jadul. Ternyata tidak juga, yang diputar memang film yang sudah turun layar di bioskop tapi juga tidak jadul-jadul amat, kemarin saya melihat Wall Street. Film yang diputar tidak sama juga tiap harinya, kadang film klasik, film keluarga dan action. Sehari juga hanya satu film yang diputar.

Proyektor, sound dan filmnya juga milik the Greater Union, perusahaan bioskop macam 21 kalau di indo. Jadi meskipun  diputar di tempat terbuka, suaranya tidak pecah. Seperti halnya kalau kita melihat di gedung bioskop, di sana ada stall popcorn dan coke. Barisan ’kursi’atau lahan juga dibagi dua, ada yang gold class (dalam hal ini disebut gold grass) ada yang general admission.

Saya tentu saja pilih yang general admission plus concession lagi, ya maklum mahasiswa gitu lho hahahahha….itupun sudah bagus. di indo nonton layar tancap gratis plus hiburan dangdut dan ada doorprize kalau beruntung, ya kan? hihihi…

Sejam sebelum film diputar sudah banyak yang datang. Umumnya keluarga, pasangan atau segerombolan teman, yang datang sendiri tidak ada. Film diputar menunggu matahari terbenam jadi sekitar jam 8.30 pm lah, sebelumnya para penonton sibuk piknik dan pilih lokasi.

Piknik lengkap dengan wine, sandwich, cracker, cheese, bantal dan selimut. Kemarin saya dan teman cukup membawa jus anggur, cherry, cheese dan cracker. Karena naik bis, acara bawa bantal juga gak mungkin, terpaksa menyewa bean beds seharga $7. Sebelum film diputar juga diperingatkan khas tontonan bioskop seperti men-silence henpun, membuang sampah pada tempatnya dan jangan berisik. Tapi film anjurannya lucu, menggunakan symbol moonlight cinema si kelelawar aneh itu.

Untuk filmnya tidak ada yang istimewa, tapi yang menyenangkan tentu saja nonton di bawah bulan dan bintang itu. Sudah taukan kalau langit di Adelaide begitu bersih dan bikin jatuh cinta, sampai ada lagunya segala. Kalau siang super biru, kalau malam penuh bintang aw…aw…aw…itu yang bikin betah acara nontonnya, tiduran sambil liat bintang haaaaa…

18 Comments to "Nonton Layar Tancap di Ostrali"

  1. Silvia  15 January, 2011 at 09:37

    Kebayang senengnya .

  2. Mawar09  15 January, 2011 at 03:00

    Ijah: salam kenal juga. Dikotaku sini ada drive in yg cuma seharga $6/pax (US$) dan bisa nonton 3 film, filmnya juga bukan film lama lho. Biasanya sih kami cuma nonton 2 film saja karena sdh kemalaman kalau sampai 3 film. Enak ke drive sama teman-teman, jadi bisa saling tukar makanan + snack dan duduk berkelompok. Pd bawa kursi sendiri sih.

  3. Ijah  15 January, 2011 at 02:04

    Lani : aki ki sopo??? Iyo asyik lek urusan piknik, rumpute tebel n gak ono nyamuk..heran aku kok iso ra onok nyamuk nang keng. Lek laler akeh tenan lek awan, tapi lalere sudrun gampang diteplok, ra gesit koyok laler indo hahahahahaha….

    Non sibi : kl di indo katanya bahasa alay, yg super bikin pusing hahhaahaha…

  4. Ijah  15 January, 2011 at 02:00

    GC : wkwkwkwk…kok ngerti awakmu ras lek penggaweanku suk seneng turu, ra iso ndhelog kasur nganggur opo maneh lek kewaregen makan cheese. Yo mrinio..tak enteni nang enggok2an tp ojo TAON PIRO yo wkwkwwkwk…

    JC : lha yo kuwi jenenge cek kerene jebule mung misbar hahahahah…

    Kornelya : iya sempat mikir juga mau tak bawa kabur utk ‘souvenir’ tapi deposit ku yg $10 eman2 gak diambil. Jd selain sewa yg $7 ada deposit $10 lagi….benar2 misbar yg MAHAL

    Mawar : betooollll mahal sekali srasa dirampok phuih…phuih…padahal di gedung bioskop cuma $8 kalo senin, $10 kl selasa dan $12 kalo diluar hr itu. Iya aku pengen ngerasain yg drive in juga sayang belum nemu, apa di tempatmu ada yg model drive ini? Niwei salam kenal

  5. Ijah  15 January, 2011 at 01:50

    HN : lha yo kuwi…lek gak ono sing dipeluk pancen melassss pol2 an…coba ada ya da tiap hari lah aku pergi wkwkwkwkwkwkw…tp dgn byk teman jg asyik apalagi sambil bawa kartu domino, remi ato uno. Bean beds beda dgn pump bed, bean bed isinya kayak streofoam kecil2 seukuran biji yg diisikan gitu jd dia lbh lentur ngikutin postur kita. Di indo banyak tuh, kl gak salah nadia dulu sempat jualan prenzy

    Linda : lha itulah makanya ada pengumuman kl hujan shownya batal n tiket bisa dipakai di hari laen. Emang misbar aka gerimis bubar nih hihihihi…

    Pak paisan : ditancepin ke tanah kayaknya ntar kl ada angin ribut da ambruk aja smua, kayak jaman dulu KKN di indo. Salam dr adelaide pak, smoga bisa ke mainz

  6. non sibi  15 January, 2011 at 00:36

    “men-silence henpun” – wow ini bhs Indonesia mahasiswa Indonesia di Ostrali?
    Sempat sedetik bengong tadi, maklum orang jadul yg baca. Cheers….

  7. Lani  14 January, 2011 at 22:40

    IJAH: oooooooo, jebul si aki niru layar tancep kuwi to?????? hohoho………wis jian sudrun…sudrun…….asyik juga ya acara piknik2mu selama di OSTRALI………..ikut seneng

  8. Lani  14 January, 2011 at 22:39

    JC : hahahahah….moco komen mu no 8, asliiiiiiiiiiii….aku ngakak……..krn membuktikan dikau sama gemblunk-nya dgn diriku……..wakakakakka…………la kuwi istilahmu MOONLIGHT CINEMA……….entuk seko endi jal istilahmu kuwi?????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.