Kencan itu…menakutkan

Donald Sitompul


Fredi melaju kencang di atas kendaraannya, rasanya ingin buru-buru sampai di rumah, “Uuuhh… brengsek… Macet lagi deh…” Benar ia ingin sampai di rumah secepat mungkin, ia mempunyai janji dengan seseorang yang sebenarnya sudah lama dikenalnya dulu…

Begitu sampai di rumah ia segera ke kamar mandi, mengabaikan teriakan adik perempuannya, Titi,  yang meminta tolong untuk mengantarnya ke Circle K, “Malessss…. Pergi aja sendiri aahh…. Aku ada janji niyy, heheee….

Byuurr… byuurr…. Suara air di kamar mandi, humm… Sejuk sekali air ini, sesejuk hatinya, karena ingin rasanya segera bertemu dengan perempuan ‘dulu’ yang baru minggu kemarin ia berjumpa kembali setelah sekian tahun ia melanglang kemana-mana, tak disangka ia bisa bertemu kembali dengannya… Hatinya sejuk sekaligus merasakan gemuruh, ada rasa khawatir, dan juga menakutkan. Mengapa perasaannya begitu campur aduk begini?

Ketika dulu aku suka

Ia menghindar, walau sorot matanya

Mengatakan sesuatu

Sejak pertengkaran dengan pacarnya yang terakhir, Nuning, Fredi begitu galau. Pertengkaran itu semula hanya masalah yang dapat dikatakan sepele, salah pengertian diantara mereka. Nuning begitu emosional, egonya sangat besar, tampaknya ia tak mau mendengarkan penjelasannya kemudian.

Mengapa perempuan begitu sulit dimengerti? Ia telah berkali-kali berganti pacar, sejak ia menyelesaikan kuliah di sebuah kota sejuk 3-4 jam perjalanan dari ibukota, bila menumpang kereta api… Selalu bermula dari pertengkaran kecil, kemudian berkembang sedemikian rupa. Ego selalu berada di depan, ia selalu mencoba mendahului meminta maaf. Tapi setiap perempuan yang pernah menjadi pacarnya, tak pernah mau memaafkannya lagi… Lagi dan lagi…

Nuning tak mau memaafkannya, paling tidak hingga saat ini. Ia pun tak mau memikirkannya lagi, lebih baik menyibukkan diri dengan pekerjaan.

Dan tak terduga saat galau seperti ini, ia bertemu dengan Lana, perempuan ‘dulu’ si hitam manis… Dikenalnya saat ia kuliah, perempuan ini dulu begitu menggoda hatinya, ia centil, tapi hatinya baik. Segera terbayang kenangan dulu, ia sering menggoda Lana, dan seperti biasa Lana selalu menghindar dari kejarannya… Tapi itu selalu mengasyikkan, pernah ia mencoba kerumahnya, tetapi setiap mencapai 10 meter dari pintu rumahnya, lagi dan lagi…  Hatinya mengkerut, keder

Mengapa? Aahh… Itu masa lalu, pikir Fredi, Lana kemudian pindah ke ibu kota, bekerja di sebuah instansi pemerintah, dan nyaris ia tak pernah bertemu dengannya lagi hingga ia selesai kuliah…

Masa itu pernah terjadi

Kecentilan yang begitu indah

Membuka hati kembali

Ia segera menyelesaikan mandinya, adik perempuannya seperti biasa cemberut melihatnya begitu tergesa-gesa ingin segera pergi. Iya dong… Kan ia sudah membuat janji kencan dengan Lana, tak ingin ia mensia-siakan kesempatan bertemu kembali dengannya, “Ini malam minggu, aahh… Nikmati saja, aku ingin segera bertemu dengannya… Keder euy…” ujarnya dalam hati.

Mereka bertemu di sebuah cafe di lantai 2 sebuah mal, ia berusaha tiba lebih dahulu, dan segera memesan minuman ringan, ia meminumnya sedikit untuk mengurangi rasa gugup…. Suasana di cafe ini cukup ramai. Benarlah tak sampai 10 menit kemudian Lana muncul, berambut pendek dipotong seperti pria, tetapi tetap tampak manis, humm…. Hatinya bergetar, ia segera bangkit dari tempat duduknya, menyambut Lana… Mereka saling bersentuhan pipi, aiiyyhh… Sungguh menyenangkan…

Kencan ini sungguh indah bagi Fredi, apalagi mereka saling menceritakan masa-masa sebelum itu, Lana banyak menanyakan tentang pekerjaannya, demikian juga sebaliknya… Sambil terus menatap mata Lana, tak ingin ia melepaskan pandangannya dari perempuan ini, walau cuma sedetik pun… Rasanya waktu cepat berlalu, ingin ia berlama-lama disana, ia mencoba menawarkan  makanan lain, semata hanya ingin lebih lama lagi dengannya…

Apakah kencan ini menyenangkan baginya? Sudah tentu. Tapi mengapa sambil semua berlangsung hatinya diliputi kecemasan? Ia kemudian mengetahui banyak tentang Lana, pria mana saja yang pernah dekat dengannya kemudian… “Apakah aku masih bisa bertemu dengannya lagi setelah pertemuan ini?” di dalam hati Fredi… Ia tak tahu, tak ada jawaban memuaskan untuk itu, Lana tampak menikmati pertemuan ini, ia menatap perempuan itu, dalam banyak hal Lana sudah berubah, walau ia tidak tampak tersenyum atau tertawa sebanyak dulu…..

Tampak seorang pelayan mendatangi mereka menawarkan makanan atau minuman lain, aahh… Ia hanya mengibaskan tangannya pada pelayan tersebut, dan Lana tampak tersenyum…

Jakarta, Desember 2010


Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Donald Sitompul. Make yourself at home. Ditunggu tulisannya yang lain ya…

20 Comments to "Kencan itu…menakutkan"

  1. ilhampst  23 December, 2011 at 18:28

    wah, kencan pertamaku dulu lucu. Deg2an, misterisu krn blm pernah ketemu. Tapi emang belum jodoh hehehe…

  2. Herizal  23 December, 2011 at 16:00

    Ribet amat?
    Wah…
    pengalaman aq sih pas pertama apel, malah nembak
    “Aq suka kamu, mau jd istriku?”

    Ngak sampe 2 bulan terus merried, kalo tulisan di atas itu mah buat pacaran jangka lama

  3. Peony  17 January, 2011 at 15:09

    Donald, makasih buat sharing-nya..

    kencan itu menakutkan kalo.. “blind date”.. atau dikenalin temen, trus cuma pernah ngobrol ditelpon, belom pernah liat asli teman kencan.. nah itu menakutkan ..

  4. Anastasia Yuliantari  17 January, 2011 at 08:49

    @Dewi….kuwi jenenge kencn massal…hahahha.

  5. Dewi Aichi  17 January, 2011 at 08:26

    kencan pertama karo wong akeh ha ha ha…..jadi bingung, mau jadian sama yang mana…

  6. kembangnanas  17 January, 2011 at 08:12

    kencan pertama? aku pake baju merah ya, hahahahha berasa iklan aja….

  7. Kornelya  16 January, 2011 at 08:15

    Kencan harus pakai strategi, segala sesuatu harus terencana, waktu, tempat, duit dan prilaku; biar ngga kecewa atau malu. Salam.

  8. EA.Inakawa  16 January, 2011 at 08:05

    Bung Donald,senang membaca artikel KENCAN anda,yang namanya kencan emang susah yaaa selalu penuh persiapan dag dig dug,sungguh saya merasakannya,selamat terus berkarya di baltyra.salam baik Inakawa

  9. [email protected]  15 January, 2011 at 23:17

    Kencan kenapa menakutkan?
    salam kenal…

  10. Djoko Paisan  15 January, 2011 at 23:11

    Hallo Mr. Donald….
    Barusan Dj. juga berkencan dengan cucu Dj. karena memang sudah janji akan ajak dia ke Mc. Donald…..
    Seru juga, karena sudah 2 minggu tidak melihatnya, minggu lalu hanya omanya yang ketemu….
    Jelas dia minta ini dan itu, tapi karena namanya cucu, ya….kalau tidak yang aneh-aneh, Dj. belikan…..
    Salam Kenal dari Mainz….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.