Mitos dan Ultah Sang Kaisar

Junanto Herdiawan


Bagi generasi muda yang dibesarkan dalam pendidikan modern, mitos mungkin dianggap seperti dongeng. Namun bagi beberapa orang, terutama mereka yang sudah tua, mitos tetap hidup. Hal itulah yang nampak saat saya larut bersama ribuan warga Jepang di Istana Imperial Tokyo, tanggal 23 Desember 2010 lalu.

Kaisar Akihito dan Ratu Michiko / kyodo

Hari itu adalah hari ulang tahun Kaisar Akihito yang ke 77. Di Jepang, hari ulang tahun Kaisar adalah hari libur nasional. Untuk memperingati ulang tahun kaisar, Istana Imperial, yang terletak di jantung kota Tokyo, dibuka untuk umum. Dalam setahun, Istana Imperial hanya dibuka dua kali untuk umum, yaitu saat ulang tahun Kaisar, dan tanggal 2 Januari untuk memeringati tahun baru.

Yokotasan

Sejak pagi hari, suasana sekitar Istana Imperial sudah penuh sesak dengan warga yang hendak memberikan ucapan selamat pada kaisar. Pengamanan juga super ketat sejak saya keluar dari Tokyo Station. Kita harus melewati penjagaan yang berlapis-lapis. Selain memeriksa barang bawaan, tubuh kita juga digeledah.

Masyarakat kemudian diarahkan masuk melalui Sei-Mon atau pintu utama untuk mengisi buku tamu. Setelah itu, mereka berkumpul dan bersorak sorai mengibarkan bendera jepang (hinomaru) kertas, menyambut Kaisar. Kaisar hanya muncul sebentar  untuk melambaikan tangan dan memberi wejangan.  Pesan Kaisar kepada warga Jepang adalah untuk menghormati orang tua.

Tuxedo dan Kimono

Pesan ini bukan sekedar normatif, namun mengandung dua makna. Pertama, usia Kaisar sudah semakin tua. Di usianya yang ke 77, ia menderita banyak penyakit yang menyebabkannya harus mengurangi kepadatan acara kedinasan. Kedua, masyarakat Jepang juga adalah masyarakat yang menua. Artinya, jumlah orang tua jauh lebih banyak dari anak muda. Kondisi ini menuntut kaum muda untuk tetap memberikan perhatian dan kasih sayang pada orang tua.

Dan kalau saya perhatikan saat acara berlangsung, mungkin hampir 80 persen warga Jepang yang datang ke Istana adalah orang tua. Sebagian besar dari mereka mengenakan tuxedo lengkap, dan yang wanita mengenakan kimono. Mereka masih takzim dan khusyuk memanjatkan doa bagi sang Kaisar, tenno heika.

Bagi mereka, Kaisar masih dianggap memiliki fungsi sebagai “the divine god”, manusia setengah dewa, atau titisan dewa matahari. Mereka masih menganggap Kaisar memiliki kekuatan supranatural dan mampu memberi “syafaat” bagi rakyatnya. Meski almarhum Kaisar Hirohito, saat Jepang kalah perang, telah mengatakan bahwa dirinya bukan lagi dewa, para orang tua ini nampak tak peduli. Yokota-san misalnya, orang tua yang bersebelahan dengan saya, mengatakan bahwa Kaisar adalah orang suci. Ia datang pagi hari dari luar kota, untuk memberikan selamat dan doa bagi Kaisarnya.

Di negeri maju seperti Jepang sekalipun, mitos masih ada. Meski pemaknaannya semakin surut ditelan modernisme. Hal ini karena mitos dapat menjadi suatu cara hidup, cara logika, dan cara “berada” yang berbeda dengan cara-cara orang modern.

Meyakini mitos sama sekali tidak lebih rendah dibandingkan dengan ilmu-ilmu modern. Karena melalui mitos itulah negara Jepang bergerak maju. Melalui mitos itu, budaya terbentuk. Kepercayaan pada Kaisar, Sultan, Ratu Adil, adalah bagian-bagian dari mitos yang membuat masyarakat tetap memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik.

Selamat Ulang Tahun Kaisar.

Ucapan selamat dari Junanto


Warga Jepang Menuliskan ucapan selamat


Sudut Imperial Palace

14 Comments to "Mitos dan Ultah Sang Kaisar"

  1. bernadette  19 January, 2011 at 20:09

    ahahaha.. Nadette jg mampir ke sono.. hahahah~ untuk melihat kaisar yang muncul cuma 4 menit.. :p hihihi~

  2. Agatha  17 January, 2011 at 13:10

    Selamat Ulang Tahun. Semoga sehat. Selamat bahagia

  3. J C  17 January, 2011 at 13:01

    Royal Family Jepang memang dikenal santun, well (high) educated…

  4. [email protected]  17 January, 2011 at 10:21

    mantap… bikin ngiri aja ke jepun.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.