Memang keblinger…hopo tumon…jilid 2

Josh Chen – Global Citizen


Laaahhh…hopo tumon, tulisan begini kok ada jilid 2’nya…lha wong saya saja bingung kok bisa ada jilid 2’nya. Gara-garanya adalah baca berita di akhir pekan ini berita-berita yang memang hopo tumon

Sahibul hikayat, minggu lalu konon PSSI menggelar konferensi pers yang mengumumkan bahwa PSSI mendapat legitimasi dan dukungan dari federasi sepak bola dunia FIFA untuk menghukum para “pemberontak” yang membentuk Liga Primer Indonesia (LPI).

LPI dibentuk oleh seorang pengusaha nasional yang prihatin akan perkembangan sepak bola Indonesia di bawah PSSI dengan ketua umumnya yang seorang (terdakwa) koruptor.

Dan inilah isi dari “surat dari FIFA kepada PSSI” tsb:

FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax 62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)

Dear General Secretary

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.

We thank you for your cooperation.

SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary

Dengan menjunjung tinggi asas praduga penuh syak wasangka kepada federasi di bawah kepemimpinan seorang bandit, perhatikan yang di’BOLD BIRU di atas, menurut kabar yang beredar, ditengarai besar kemungkinan surat dari FIFA tsb adalah palsu.

Banyak kejanggalan yang terlihat, dimulai dari halaman 2 surat tsb yang hanya berisi tanda tangan, plus template halaman pertama dan kedua yang berbeda, penyebutan LIGA bukannya LEAGUE, dan yang paling parah adalah GRAMMAR dan TYPO ERROR surat di atas jelas-jelas amat-sangat-kacau-sekali, jauh sekali dari bayangan bahwa surat dengan kualitas grammar seperti itu dikeluarkan oleh badan dunia sekelas FIFA.

Dan yang lebih aneh adalah “FIFA” serta merta membalas surat PSSI mengenai perseteruan LPI vs PSSI hanya dalam waktu sehari setelah PSSI mengirimkan surat kepada FIFA. Pertanyaannya adalah sedemikian hebatnya dan urgent’nya permasalahan ini untuk FIFA sehingga membuat pamor PSSI naik kelas di mata FIFA menjadi federasi nasional sekelas federasi Brazil, Inggris, Perancis misalnya sehingga mendapat porsi perhatian FIFA secara khusus dan istimewa?

Beberapa sumber di internet malah iseng mencoba menggunakan Google Translate beberapa alinea surat di atas, dan mendapati bahwa hasil terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia adalah surat resmi dalam bahasa Indonesia yang sempurna. Banyak kalangan yang menengarai bahwa surat tsb “ditulis oleh FIFA” menggunakan Google Translator.

Kebenarannya sampai di mana? Tidak ada yang tahu. Yang jelas negeri ini memang piawai dalam hal-hal semacam ini. Baru beberapa hari lewat didapati fakta mengejutkan bahwa passport Gayus dengan nama Sony Laksono dibuat dengan harga Rp. 900juta, dan si Gayus sukses melancong ke beberapa negara dengan passport “asli” tsb. Sehingga tidaklah mengherankan sama sekali, jika “surat FIFA” tsb juga mungkin melalui “proses yang sama” oleh orang-orang dengan latar belakang politik tertentu yang sama, modus operandi yang sama, demi kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Betapa hebat implikasi kejadian ini nantinya jika memang surat FIFA tsb terbukti palsu.

Betul-betul memang keblinger sudah negeri ini…hopo tumon surat dari institusi sekelas FIFA pun diduga sarat dengan rekayasa…ONLY IN INDONESIA…


Note:

Hopo tumon adalah ungkapan/ekspresi dalam bahasa Jawa untuk menggambarkan satu kejadian yang tidak masuk nalar/akal sehat, kira-kira setara dengan ekspresi “kok bisa”, “masa sih”, “mana ada”.

Contohnya kalimat: “hopo tumon surat dari institusi sekelas FIFA pun diduga sarat dengan rekayasa” bisa digantikan dengan “mana ada surat dari institusi sekelas FIFA pun diduga sarat dengan rekayasa”.

Walaupun tidak tepat persis ungkapan ekspresinya, “kok bisa”, “masa sih” dan “mana ada”; salah satu atau gabungan ketiganya bisa dianggap mewakili ungkapan ekspresi “hopo tumon”.

Beberapa links yang juga membahas masalah ini:

http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/01/16/bukti-bukti-surat-fifa-palsu-kebusukan-itu-mulai-terbongkar/

http://idiotnesia.com/2011/01/15/surat-fifa-untuk-pssi-terkait-lpi-diduga-palsu/

http://bola.okezone.com/read/2011/01/14/49/413765/lpi-surat-dari-fifa-palsu

http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=61840

http://www.harianolahraga.com/sepak-bola/lpi-yakin-surat-fifa-untuk-pssi-palsu.html


About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

40 Comments to "Memang keblinger…hopo tumon…jilid 2"

  1. Adhe  20 January, 2011 at 20:31

    hahahaha………………JC thanks ya sudah buat artikel yg kocak banget!!! lha apa nggak uedaaan koq berani2nya buat surat yang mengatasnamakan FIFA ! dg alasan2 yg diurai diatas, rasanya nggak heran kalau itu ….ONLY IN INDONESIA.

  2. Osa KurniawanIlham  19 January, 2011 at 01:58

    PSSI……..negara dalam negara.
    Menggulingkan Soeharto aja bisa……tapi menggulingkan Nurdin Halid sulitnya setengah mati he..he…

    Salam,
    Osa KI

  3. Mawar09  18 January, 2011 at 21:46

    JC: terima kasih artikelnya. Ngga pernah ikutin masalah persepak bolaan di Indonesia, jadi baru tahu ada masalah ini. Duh… malu-maluin, ditunggu ya serial ke 3 nya, pengen tahu reaksi pihak lain.

  4. Alvina  18 January, 2011 at 12:14

    JC, HOPO TUMON?? Baca surat tsb kok saya malah teringat e-mail hackers dari Nigeria yg kebanyakan banyak typo/ kesalahan nulis bhs Inggrisnya. Gak kebayang dech….kl ada yg ngelaporin ke FIFA ttg surat ini, wuih….bisa ruame tenan nanti… bisa sampe bawa2/ nyeret2 pemerintah Indonesia loh.

  5. lani  18 January, 2011 at 09:02

    AY : waduh………..wong aku ngirim pakae 2 email address tetep rak mudenk kok iso ilang pie jal???????
    DA : silahkan nek arep kekepan sek

  6. Anastasia Yuliantari  18 January, 2011 at 08:48

    Eh, tapi aneh sekali, ya seperti dalam sinetron berseri saja, penjahatnya selalu dapat ngeles. Sampai bosan nontonnya…..eh, sampai bosan membacanya di media massa…..sampai kapan????

  7. Anastasia Yuliantari  18 January, 2011 at 08:42

    DA: Jam piro iki wis arep kekepan karo Mr. B….hehehehe

    Lani: Yu….wis ngerti to penyebab japrimu karo aku ilang nang ndalan?

  8. Dewi Aichi  18 January, 2011 at 08:40

    Lani, aku arep turu ki! Japri wis tak bales kok.., suk tak kancani nek arep kumat. Saiki ben di kancani Ayla yo. ..hi hi..

  9. lani  18 January, 2011 at 08:31

    DA : ngopo kowe prof??????? teko2 malah grubyak-an dewe???????? japriku wes dibukak rung???????

  10. Dewi Aichi  18 January, 2011 at 08:30

    Uuueeeeddyyaaannnn tenan, opo tumon? Rusak tenan nek ngene iki carane.

    Lani malah kepuntir…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.