Makan Pizza Yuuukkk…

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


HALLO….. BALTYRAER  SEMUANYA…..!!!! Salam jumpa dengan oret-oretan Dj….Semoga sehat semuanya ya…..Oret-oretan ini Dj. tulis setelah baca artikelnya Yung yang tayang tgl. 21-12-2010 http://baltyra.com/2010/12/21/mengeluh-itu-manusiawi-kan/?#comment-105916

Dan dalam artikel Yung, ada ditulis….

Sementara saya, yang notabene adalah pelajar teladan waktu SD, sekolah di SMP dan SMA favorit dan bisa kuliah di perguruan tinggi negeri, orang tua yang mampu membiayai dengan (se)cukup(nya), mendapat uang saku yang masih bisa untuk sesekali dalam satu bulan membeli pizza walaupun yang berukuran single.

Nah ya, di atas ada ditulis tentang PIZZA……Sehingga Dj. ingin mengoret-oret tentang pizza yang ada di Mainz…

Hari ini Dj. hanya ingin pamer photo-photo pizza, kegemaran kami sekeluarga……

Siapa tau ada yang mau ikut makan bersama kami…silahkan, jangan sungkan-sungkan….

Apa sih, anehnya makan pizza…??? Di mana-mana ada dijual pizza dan di mana-mana orang juga makan pizza, benarkan…??? Tapi belum ada yang kirim oret-oretan orang makan pizza kan…??? Hahahahahaha….!!!!

Okay…..ini idee hari ini, (terimakasih Yung….) karena saat kami ke kota, kok ada keinginan makan pizza….Nah ya…olehnya setelah baca artikel Yung, maka Dj. mulai mengoret-oret, oret-oretan ini…..

Memang tidak setiap kali makan pizza, Dj. bawa kamera, ini semua adalah hasil jepretan waktu-waktu yang telah lewat, tapi pizzanya di photo belum basi…..Walau saat itu masih diambil dengan pocket kamera atau Nikon D 80 saja….. hahahahahaha….!!!

Saat pertama kali kami sekeluarga makan pizza di pizza Hut di Surabaya, anak-anak sedikit bingung, karena tidak tau mau makan pizza yang bagaimana dan memang adik Dj. yang memesan pizza untuk kami semuanya….Saat pizzanya datang, anak-anak tambah bingung lagi, karena pizzanya ditaruh di tengah dan setiap orang mendapat piring kecil…..

Kami baru sadar, kalau ini makan pizza bersama-sama, lain dengan di Mainz, atau Jerman pada umumnya…Kami pesan untuk setiap orang 1 loyang pizza dan setiap orang dari kami memilih pizza apa yang ingin kami makan.

Ini kejadian 10 tahun yang lalu, tahun 2000 di pizza Hut di Galaxy Mal Surabaya, Indonesia….Tapi sekarang di Mainz, juga sudah ada pizza Hut, hanya bukan selera kami, karena rotinya terlalu tebal dan isinya sedikit saja….

Okay… biasanya, untuk pembukaan, kalau di Restaurant, kami mulai dengan salad terlebih dahulu….

Kalau sommer, kami biasa makan di luar, sambil  menikmati hangatnya sinar matahari…..

David saat di Photo di bawah ini, baru 4 tahun, tapi dia juga tidak mau kalau dikasi separoh, atau sebagian saja….dia mau satu loyang, walau loyang kecil saja….

Sedangkan kalau dingin, ya jelas kami memilih tempat di dalam…..

Bila kami ingin bawa pulang, atau pesan lewat telpon, ya sama saja….setiap orang 1 loyang, mau makan yang ukuran besar, tengah (sedang), atau kecil…tapi satu loyang untuk satu orang…Tapi juga sering sih, karna Susi tidak bisa makan semuanya dan sisanya dikasikan ke Dj. atau anak-anak….

Ini pizza ” Artischocken ” kesukaan Dj. karena sayur ini, katanya sangat sehat….hahahaha….!!!

Yang ini, hanya kadang-kadang saja Dj. makan, walau sangat enak….Karena isinya hasil laut (Frutti di Mare), seperti udang, kerang, cumi dll….Tapi tidak boleh lupa dengan bawang putihnya yang cukup kuat…..baru nendang….hahahaha….!!!

Nah dua photo di bawah ini, isinya hanya potongan ikan dan sayuran….Katanya juga sehat, hanya saja jangan ditanya ke orang Italy, karena mereka akan tertawa….

Mengapa…??? Di Italy, orang makan pizza tidak banyak dibubuhi macam-macam seperti di Jerman…..

Di bawah ini, malah pakai bayam, Brocoli, Olive hitam dan sedikit sosis salami, keju dan tomat…Nah ya, yang jualan biasanya orang Italy, hanya mereka juga menyesuaikan dengan selera orang Jerman.

Sedangkan di Jerman, pizza banyak sekali macamnya….Yang paling sederhana, ialah pizza hanya dengan tomat halus, salami dan keju…..Itu pada dasarnya. Kalau mau yang aneh-aneh, biasanya satu macam tambahan, harus bayar € 2,- (extra) tergantung macam apa pizza yang kita pesan…..

Kalau kita sudah memilih satu macam pizza yang isinya ini..ini…ini dan ini… dan kita masih mau nambah, misalnya pakai peperoni wurst (sosis yang agak pedes) maka kita harus menambah € 2.- Kalau di Restaurant, ya lebih mahalan sedikit ….

Nah ya, kan tidak semua orang suka pizza, anda bisa makan yang lain, misalnya Lasagne dan ini juga banyak macamnya, selain pasta dan keju, bisa juga untuk yang tidak makan daging……

Kalau kita pesan atau beli di warung cepat saji, maka tidak mahal, pizza kecil sudah dapat seharga € 6,- Hanya kalau kita pesan, mereka mau antar kalau pesanan di atas € 20,- Dan biasanya, kalau kita pesan lebih dari € 50,- , maka kita akan dapat hadiah 1 botol wein dan akan ditanya suka yang merah atau yang putih…..

Tapi kalau di Restaurant ya sedikit lebih mahal, karena dilayani dan sesudah bayar, maka baru boleh pulang….Tidak perlu cuci piring lagi kan…..hahahahahahaha….!!!

Entah mengapa, kami hampir tiap minggu, paling sedikit sekali makan pizza….

Padahal kalau Dj. ingat, pertama makan pizza, malah muntah-muntah….dasar orang kampung…..Tapi saat makan di Italy, yang mana dibubuhi dengan ikan asin (Sardelen), kok enak…..hahahahaha….!!!

Nah sampai sekarang kami sangat doyan pizza….

Walau Mainz kota kecil atau layak disebut dusun, tapi Restaurant Pizzaria, cukup banyak, baik yang kelas murahan, tapi juga banyak Restaurant yang sedikit lebih mahal….

Untuk makan pizza di waktu siang, biasanya ditemani minum bier, tapi kalau makannya malam, biasanya kami ditemani Wein merah, boleh juga wein putih….tergantung taburan di atas pizzanya….

Okay….Maaf ya bila kali ini, bukan selera anda untuk makan pizza….

Terimakasih untuk kesabaran anda semua dan terimakasih terutama kepada pengasuh BalTyRa yang selalu dengan sabar menerima oret-oretan Dj. yang sederhana ini….Juga terimakasih kepada Lembayung (Yung) yang sudah mengingatkan Dj. akan pizza….. :-)

Kiranya kebaikan anda semuanya akan selalu dingat TUHAN , bahkan Kasih serta Berkatnya akan selalu menaungi kita semuanya. Sekarang dan sampai selama-lamanya…..

Salam manis dari yang suka makan pizza di Mainz…

Dj. 813


About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

167 Comments to "Makan Pizza Yuuukkk…"

  1. Djoko Paisan  28 January, 2011 at 19:45

    Hallo Neverg….
    Terimakasih ya….
    Memang benar, untuk kami sudah kebiasaan dengan rotinya yang tipis….
    jadi kalau makan pizza Hut, rasanya sedikit aneh….
    Malah sekarang banyak dijual yang lebih tipis lagi, tapi tidak banyak toppingnya….
    Hanya sekedar untuk pembukaan atau kalau mau lek-lek an, sambil minum dan ngobrol, ditemani itu pizza…

    Okay…semoga sehat selalu ya…
    Salam Sejahtera dari Mainz….

  2. nevergiveupyo  28 January, 2011 at 13:30

    wah…pizza-nya menggoda betul….
    saya baru bisa merasakan pizza tipis itu di jogja sekitar tahun 2005. ketika ada yg buka kedai di dekat kampus Sanata Dharma di Mrican… rotinya tipis dan lbh terasa garing, tidak lembek seperti di pizza hut…
    masaknya pun pake oven tradisional.. tungku berbahan bakar kayu bakar…
    saya mau Oom satu loyang…ukuran small saja ya….
    danke schoon

  3. Djoko Paisan  24 January, 2011 at 04:05

    Dewi Aichi Says:
    January 24th, 2011 at 04:01

    ha ha ha ha…pak DJ, intinya begini: gunungnya nona dipindah ke Kona….wis nemplok anteng di sana…..(ngguyu kemekelen tenan aku).

    Okay….okay….
    Jadi intinya di Kona ada gunung nona…??? Gitu kan…???

  4. Dewi Aichi  24 January, 2011 at 04:01

    ha ha ha ha…pak DJ, intinya begini: gunungnya nona dipindah ke Kona….wis nemplok anteng di sana…..(ngguyu kemekelen tenan aku).

  5. Djoko Paisan  24 January, 2011 at 03:58

    Hahahahahahahaha……!!!
    Lho katanya itu rumah gunung…..!!!
    Jadi gunung “nona” yang dipindah ke mana…???
    Kona tho, bukan nona….???

  6. Dewi Aichi  24 January, 2011 at 03:53

    ha ha ha..pak DJ, tuh kan gara-gara makan pizza, jadi mabok deh….gunungnya sudah dipindah ke Kona pak….

  7. Djoko Paisan  24 January, 2011 at 03:51

    Dewi Aichi Says:
    January 24th, 2011 at 03:44

    Alhamdulillah pak DJ, banjir dan longsor tidak berada dekat tempat tinggal kami. yang kena longsor memang masyarakat yang bertempat tinggal di bukit-bukit, tanah liar…dan memang tanahnya gembur..jadi gampang longsor, itu yang dinamakan favela ..menurutku sih gunung rumah..

    Puji TUHAN ….!!!
    Dj. turut senang, mbak DA baik-baik saja….
    Itu rumah gunung, sama yang di PAKEM ya…..????
    Atau yang di Sleman….??? Hahahahahahaha….!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.