Cinta Kandas Karena Keegoisanku

Kine Risty


“Re! Tunggu aku kembali untuk melamarmu ya?” Suara Danil memecah keheningan senja itu.

Aku sedih karena harus berpisah dengan laki-laki tampan yang ada di depanku . Dia telah mengisi hari-hariku dengan sejuta kasih sayang yang sebentar lagi harus terpisah dalam waktu yang lama.Kita berjanji dua tahun lagi bertemu dengan di saksikan debur ombak laut biru.

Enam bulan berlalu! Tak ada kabar darinya maupun dariku. Hingga suatu ketika dia menelponku. Bahagia rasanya bisa mendengarkan suaranya kembali walau hanya lewat kawat.Tapi setelah menginjak bulan ke delapan, Aku dan dia sudah mulai jarang berkomunikasi. Kita sama-sama lelah dengan hubungan long distance. Dia sibuk dengan kerjaanya, demikian juga aku.

Suatu ketika aku terkejut ketika Danil berkata, kalau tidak dapat mendapatkan aku, dia akan menikahi kakak kandungku. Hancur rasanya hati ku saat itu tapi aku mencoba menganggap Danil bercanda.Aku merasa ada yang berubah dari Danil. Dia seolah-olah cuek dengan keadaan ini. Suatu ketika aku meminta mengakhiri hubungan ini. Aku sangat lelah harus memikirkan dirinya yang jauh disana. Dia menolak dan akan tetap bersikukuh menungguku sampai pulang . Akupun tidak mengiyakan.

“Danil! Seandainya ada wanita yang lebih mencintaimu, pilihlah dia sebagai pendamping hidupmu” pintaku kepada Danil .

Sejak saat itu dia lebih perhatian kepadaku. Akupun mulai luluh dan memberinya kesempatan untuk mencintaiku kembali.

Suatu hari aku termakan hasutan saudara sepupuku bahwa Danil mempunyai pacar baru. Setelah ku tanyakan kepada Danil dia menyangkalnya. Aku mulai tak percaya dengan Danil. Bahkan aku menyuruh temanku berpura-pura telpon ke Danil dan mengaku salah sambung.Tapi ternyata danil menjadi akrab dengan sahabatku. Aku mulai menjauh dan mengganti nomer telponku.

Suatu hari piring yang aku pegang terbelah menjadi dua. Firasatku menjadi tidak enak. Dan benar saja , dari informasi mamaku, Danil mengalami kecelakaan di tabrak mobil hingga kepalanya terluka parah.Tapi tuhan masih sayang dengan Danil. Setelah menjalani perawatan beberapa bulan, Danil sehat kembali.

***

Terrrrrrrrrrrrrr…!! Aku acuhkan sms yang masuk ke hapeku. Aku masih asik dengan pekerjaan yang begitu banyak, seakan-akan tak ada habisnya. Setengah jam kemudian cacing-cacing diperutku berdemo menuntut haknya. Akupun menghentikan kerjaku dari pada penyakit mag ku melilit dan menyerangku.

Kutelusuri tangga menuju lantai satu. Aku teringat sms yang belum aku baca karena ke asikan bekerja. Sms dari mamaku ternyata!

“De kamu dapat undangan dari Danil! Dia akan menikah seminggu lagi. Gimana, mama beliin kado apa buat dia? Kamu yang sabar ya sayang, mungkin dia bukan yang terbaik buat kamu”

Deg!! Jantungku serasa berhenti tiba-tiba. Lemas rasanya menyerang tubuhku tanpa permisi. Aku berhenti dan terduduk ditangga tanpa tahu harus menuntut kepada siapa. Rasa sakit memenuhi kisi-kisi hatiku yang mulai membeku. Rasa lapar tak ku hiraukan lagi. Ingatanku kembali melayang setahun yang lalu. Dimana aku dan dia berjanji akan bertemu di pelaminan dengan batas waktu dua tahun kembali ke tanah air tercinta. Satu tahun baru berlalu! Semua telah hancur berkeping-keping karena ke egoisanku.

Hari itu cuaca begitu cerah, kulangkahkan kaki menuju masjid yang terletak di Wan Cai. Aku sengaja mengambil libur hari ini.

“Pasti kamu sekarang sedang bahagia di sana bersama kekasih hatimu, Danil!” bisikku sambil melangkah menuju masjid.

Hari ini, Danil sedang melangsungkan pernikahanya. Jujur rasanya aku jadi enyesal dengan semua sikapku. Tapi nasi telah menjadi bubur, dan aku hanya bisa berdoa untuk dia disana, semoga selalu bahagia dngan belahan hatinya.

Setelah aku selesai sholat dhuhur, sms masuk di hapeku.

“De! Maafin Daniel ya, Telah melukai hatimu. Kalau boleh jujur aku tetap menyimpan hati ini hanya untukmu. Aku berdoa semoga engkau menemukan pengganti diriku yang lebih mencintai dan menyayangimu selalu. Maaf, kalau aku lancang sms kamu. Kemarin aku minta nomer kamu ke mama. Cepet pulang ya de jangan terlalu lama di negeri orang. Salam Danil!”

Tak terasa butiran kristal itu telah memenuhi kelopak mataku dan jatuh membasahi sajadah di depanku. Inilah saatnya aku belajar dari pepatah ”kalau tak selamanya cinta itu harus bersama dan tidak selamanya cinta itu harus memiliki.”

Bukti cinta sejati adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai berbahagia dengan orang lain (*)KR



26 Comments to "Cinta Kandas Karena Keegoisanku"

  1. KIne Risty  22 January, 2011 at 06:18

    @PAK DJ..
    Haloo..pak..!! Nah dikalimat ini ” Kita berjanji dua tahun lagi bertemu dengan di saksikan debur ombak laut biru” mereka berdua sama2 pergi dari kampung halaman..dan berjanji akan kembali dua tahun lagi tapi ternyata dlam setahun Daniel telah menikah lagi dengan gadis lain. sedang kan “Re yang di panggil daniel dengan sebutan De( adek) wakkakkaa” masih belom kembali ketanah air. sedangkan daniel telah kembali ketanah air dan menikah…begitu pak..
    terima kasih ya ! next Risty, akan belajar menulis dengan lebih baik lagi xixiixixii….
    selamat pagi..

    @Donald…wkakkakkaka cinta bikin jantungan…
    waduh waktu suka dengan ketampanan/kecantikan ya..kalau begitu mencintai waktu saja ach ..thanks ya telah mampir..

  2. donaLd  22 January, 2011 at 02:49

    Deg!! Jantungku serasa berhenti tiba-tiba…. Kok bisa ya…?
    hehee… mbak Kine… memang cinta bikin pusing ya,…. Tapi dengan berjalan waktu, si doi bisa tambah jelek loohh…. waktu mencintainya, rasanya cantik/tampan banget, lama2 bosan juga…….

  3. Djoko Paisan  22 January, 2011 at 02:40

    Hallo Kine….
    Maaf Dj. yang selalu nggak mudeng….
    Lha di kalimat pertama ditulis…..
    “Re! Tunggu aku kembali untuk melamarmu ya?” Suara Danil memecah keheningan senja itu.

    Nah disini Dj. pikir si Danil yang pergi….
    Lho kok ada kalimat di akhir cerita…
    ( Kemarin aku minta nomer kamu ke mama. Cepet pulang ya de jangan terlalu lama di negeri orang. Salam Danil!” )

    Maaf Dj. yang selalu nggak mudengan….hahahahahaha….!!!

    Salam Damai dari Mainz

  4. Lani  22 January, 2011 at 00:23

    ADHE : makane aku bilang PUTUS SATU TUMBUH SE 1000

  5. Mawar09  22 January, 2011 at 00:18

    Kine Risty: terima kasih ya artikelnya. Setuju dengan komentar Adhe!

  6. KIne Risty  21 January, 2011 at 22:02

    @Adhe…setujuu..

    @Anoew..kalau putus ha te es lari ke UGD

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.