Bagaimana Keluar Dari Situasi Kebakaran Hotel

Sakura – Jepang


Halo teman-teman semuanya.

Saya punya file lama yang mudah-mudahan berguna, jadi saya kirimkan kepada Baltyra.

Saya menuliskan hal ini, untuk share kepada semua. Sebab, yang namanya takdir, termasuk bencana, kita nggak tahu, kapan saja bisa terjadi. Misalnya musibah kebakaran. Celakanya, misalnya kebakaran mengepung kita di saat kita ada di lantai-lantai atas suatu bangunan hotel, yang ada cuma jendela dan kita sudah gamang duluan melihat betapa tingginya posisi kita berada dari permukaan tanah. Nggak mungkin loncat dari jendela, bisa mati konyol duluan, sementara keluar lewat pintu ruangan juga tidak mungkin, asap dan api sudah mulai menjalar ke mana-mana, sementara kita sendiri sesak napas oleh asap.

(huffingtonpost.com)

Yang saya tuliskan ini berdasarkan ingatan saya menonton siaran TV Jepang, tentang kebakaran hotel (karena sebelum disiarkan di TV, 2 minggu sebelumnya ada kebakaran gedung apartment di Jepang yang merenggut korban 3 jiwa).

Pertama, jika asap sudah membuat kita sesak nafas, cepat kita ambil handuk yang sudah dibasahi air, diperas, kemudian bernafaslah lewat handuk basah tersebut, karena handuk basah bisa menfilter asap dan uap air yang ada bisa melonggarkan sesak nafas. Lalu, untuk menghindari kecepatan tersambarnya tubuh kita oleh api, segera basahi atau guyur dengan air semua baju yang kita kenakan.

Bagaimana keluar dari ruangan kamar, sementara api sudah mulai mengepung dan bala bantuan belum datang? Ambil sprei, kalau bisa, cari 2 sprei dan beberapa sprei sekaligus. Kita bisa turun ke kamar yang ada di bawah kita, misalnya ada kamar yang belum terbakar dan aman di lantai bawahnya. Sprei diikatkan pada bagian kaki tempat tidur.

Sebelumnya, tarik tempat tidur ke posisi di depan jendela, atau atur sedemikian rupa sampai kira-kira kaki tempat tidur cukup kuat untuk menahan merosotnya tubuh kita nanti saat turun dengan sprei. Perlu diingat, pertama, kita harus membundel dulu ujung dari sprei yang akan kita ikatkan, lalu baru kita ikat dengan bentuk ikatan double. Kenapa perlu diikat dulu ujung sprei? Supaya kalau terjadi pelonggaran ikatan secara tiba-tiba, ada semacam sedikit penahan supaya sprei tidak langsung terlepas dengan kaitan dengan kaki tempat tidur atau dengan ujung sprei lainnya.

Jika ada 2 sprei, masing-masing ujung sprei yang akan digabungkan, masing-masing harus diikat bundel dulu. Baru digabungkan kedua ujung sprei tersebut, dengan ikatan double juga. Jangan lupa, bagian bawah ujung sprei untuk kita merosot, juga harus dibundel. Hal ini untuk memudahkan kita jump ke kamar lantai di bawahnya atau ke permukaan tanah. Posisi ujung sprei yang dibundel ini, akan membuat sprei tidak tergerai-gerai tertiup angin, sehingga menghindari terjadinya sobekan sprei dengan cepat oleh hembusan angin.

Persiapkan mental, kuatkan tekad, untuk merosot dengan sprei. Siapkan diri, baju yang dikenakan, buat supaya mempermudah kita merosot. Dengan hati-hati, turunlah dengan sprei yang yang sudah dipersiapkan tadi, kalau gabungan sprei-sprei yang ada tidak cukup panjang, usahakan cukuplah menjangkau kamar yang tepat ada di lantai bawah kita. Ambil sprei dari kamar tersebut, gabung dan ikatkan, berikutnya, turun lagi ke kamar yang ada di bawahnya.

Keluar dari kepungan asap dan api di hotel ini dengan cara merosot dari sprei ini, mudah-mudahan bisa jadi satu cara pemyelamatan diri sebelum petugas pemadam kebakaran atau bala bantuan datang melihat kita. Jangan berdiam diri dalam ruangan yang sudah mulai terkepung api, karena akan terjadi “flash over”, saat “flash over”, api akan meledak hingga terjadi kilatan-kilatan. Suhu udara pun akan naik cepat. Kita bisa mati konyol juga. Apakah “flash over itu?” Ini saya ambil dari Wikipedia:

…” A flashover is the near simultaneous ignition of all combustible material in an enclosed area when the majority of surfaces in a space are heated to the temperature at which the flammable gases that are being produced from the combustible materials in the space are hot enough to ignite. Flashover normally occurs at 500 °C (930 °F) or 1,100°F for ordinary combustibles, and an incident heat flux at floor level of 1.8 Btu/s*ft2 (20 kW/m2).

An example of flashover is a situation in which a piece of furniture is ignited in a domestic room. The fire involving the initial piece of furniture can produce a layer of hot smoke which spreads across the ceiling in the room. The hot buoyant smoke layer grows in depth, as it is bounded by the walls of the room. The radiated heat from this layer heats the surfaces of the combustible materials in the room, causing them to give off flammable gases via pyrolysis. When the surface temperatures become high enough, these gases ignite. The resulting flame spread across all combustible surfaces in the room is very rapid, and can engulf the entire space in fire within a few seconds”….

Jelasnya bisa baca di Wikipedia.

Mudah-mudahan dalam situasi panik kita masih bisa berpikir yang terbaik untuk penyelamatan diri kita.

Salam

24 Comments to "Bagaimana Keluar Dari Situasi Kebakaran Hotel"

  1. Sakura  12 March, 2011 at 17:30

    Ya alhamdulillah saya baik-baik saja, cuma kucing saya yang stress. Terima kasih Mbak Kornelya.

  2. Kornelya  12 March, 2011 at 00:44

    Mba, sakura , pie kabare. Mudah-mudahan semuanya baik-baik saja, selamat dari guncangan gempa. Salam. Kornelya

  3. [email protected]  26 January, 2011 at 15:39

    Kalo di indonesia… pemadam kebakaran sebelum memadamkan api… pasti negosiasi dulu, bayar berapa. udah kena kebakaran, masih di palak ama tukang pemadam kebakaran… makanya di indonesia, gak perlu nunggu pemadam kebakaran, semua swadaya aja, angkat ember, atau dari sebelah2, nyemprotin air.

    kalo gedung tinggi di indonesia itu yang agak repot… di Indonesia (dijakarta aja deh) kota yang besar itu, belum punya mobil kebakaran yang bisa mencapai lantai diatas 30…
    Jadi… gedung2 di CBD, gedung bolpen (BNI46)… kalo disitu kebakaran… terima nasib aja.
    sukur2 hydrant nyala..
    sukur2 sprinkler airnya mantap
    sukur2 tangga darurat gak digembok
    ….
    sukur2 gak terjadi kebakaran.
    ….
    ingat2 siapkan 1 ember, kalo darurat, rame2 kencing di ember terus sirem ke api…. just incase gak ada air… =)

  4. Sakura  26 January, 2011 at 15:32

    Halo Nia, halo Awesome, thanx ya udah baca, bener dua-duanya..tengkyuuu…
    iya bener, buka jendelanya pelan-pelan, takut malah di luar ada api yg lebih besar…
    iya ya, saya juga nggak kepikiran bikin tralis yg bisa dibuka kayak pintu pagar, tapi rumahnya masih kosong sekarang, biarin aja deh, toh nggak ada yg bisa dijarah, sebab semua barang sudah dipindahkan ke rumah orang tua, termasuk pompa air, langsung diselamatkan…hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.