Ronde Jago Salatiga

Handoko Widagdo


Salatiga, 18 Januari 2011

Salah satu keunggulan Salatiga adalah kekhasan kulinernya. Kota kecil nan sejuk ini mempunyai beberapa icon kuliner, seperti: bakso ABC, gethuk kethek (monyet), enting-enting gepuk dan Ronde Jago. Untuk kali ini saya hanya menyajikan Ronde Jago sebagai oleh-oleh dari kota di kaki Gunung Merbabu.

Jika anda di Salatiga ketika malam menjelang, dan udara sejuk menyapa kulit, cobalah untuk menikmati Ronde Jago. Dijamin kehangatan akan menyertai anda melalui malam yang dingin.

Ronde Jago berada di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di belakang pasar Salatiga. Tepatnya di seberang jalan depan Hotel Wahid. Lokasinya sembunyi di balik bangunan pasar. Bagi yang belum biasa, tentu agak sulit menemukannya. Meski didepan gang, ada neon box yang menjadi tanda.

Tempatnya yang tersembunyi ini konon karena pemiliknya tertipu. Dulunya, warung ronde ini tepat menghadap jalan. Karena diberitahu bahwa jalan akan dilebarkan, maka sang pemilik menyerahkan lahannya dan memundurkan warungnya. Eh…bukan jalan yang diperlebar…namun bangunan kios pasar yang muncul. Jadilah sekarang posisinya tersembunyi di balik kios-kios pasar. Namun, meski tersembunyi, pelanggannya tidak berkurang. Bahkan Mas Bondan Mak Nyuss, Mas Doyok dan beberapa selebritis meninggalkan kesannya di warung ini.

Nama Jago sendiri berhubungan dengan sejarahnya. Warung Ronde yang sudah buka sejak tahun 1964 ini dulunya buka bersama dengan distributor Jamu Jago. Maka jadilah namanya menjadi Ronde Jago.

Lodong (stoples) tua masih digunakan untuk menyajikan jajanan yang bisa kita nikmati saat menyeruput ronde. Ting-ting kacang khas Salatiga adalah salah satunya.

Jadi, jangan lupa untuk mencobanya saat dikau melintas di Salatiga.



About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

32 Comments to "Ronde Jago Salatiga"

  1. silvia  27 January, 2011 at 20:21

    Nitip ah semangkuk

  2. Linda Cheang  27 January, 2011 at 17:40

    Pak Hand : nanti satu masa di tahun ini, aku mau sempatkan ketemu satu lagi teman lamaku yang terdampar di Salatiga. Nanti ta’ kenalkan sama teman-teman seBaltyra. Siapa tahu justru malah tetangganya Pak Hand, hahaha…

    So, pasti mau minta temanku itu bawa aku icip-icip Ronde jago

  3. Handoko Widagdo  26 January, 2011 at 17:05

    Mas Edy coba kalau lewat Salatiga masuk kota supaya bisa nyruput ronde.

    Mas Warno pasti tidak asing dengan Ronde Salatiga

    Mas Makin, modelnya dibayar dengan semangkok ronde

    Alvina, jika ada waktu, saat ke Solo kita bisa ke Salatiga sorenya.

    Maturnuwun Mas Djoko

    Mbak Dyah, sayangnya saya gak sempat menikmati batagor dan mie kopyoknya.

    Mbak Wien, silahkan nyruput wedang teh dan membayangkan ronde salatiga

  4. wiwien  26 January, 2011 at 12:28

    Gitu itu bisa dirasakan di Sanggau ya pak Han hahahahaha..

  5. Dyah  26 January, 2011 at 09:46

    Jangan lupa Batagor dan mie kopyoknya juga uenak lho

  6. Djoko Paisan  25 January, 2011 at 23:56

    Mas Hand….
    Matur Nuwu mas…..
    Jadi ingat saat kecil, disamping rmah ada yang jualan ronde….
    Semoga satu saat bisa menikmatinya….
    Salam manis untuk keluarga di Solo ya….

  7. Alvina  25 January, 2011 at 21:23

    Handoko,
    Gak tahu kapan lewatin Salatiganya. Kapan2 aza dech…
    Ada gak cabangnya di Solo/ Yogya?

  8. Makin  25 January, 2011 at 21:12

    spertinya bayar modelnya ni yg mahal..hehehe

  9. Cak Warno  25 January, 2011 at 20:58

    Wuih mantab disruput kala udara mulai dingin,….aku tunggu oleh-oleh berikutnya dari negeri gajah putih Mas Han

  10. Edy  25 January, 2011 at 20:45

    Kalau pas mudik saat di salatiga ini kan selalu diarahkan jalan byass yg jauhnya ampun2, jadi tidak bisa melewati k otanya, padahal kalo lewat dlm kota bisa mampir jajan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.