Kerja dan nongkrong di desa di Australia

Ijah


Sejak dulu saya ingin hidup di desa dengan banyak hewan ternak dan tanaman pertanian. Maklum sejak lahir saya hidup di kota besar. Mau jadi petani?? Weiitss…nanti dulu. Petani indo belum ada ceritanya jadi makmur. Mulai pembatasan lahan, kebijakan pro konsumen sampai infrastruktur yang tidak menjamin hidup petani di indo maju. Lalu bagaimana? salah satu jalannya, pilih sekolah di desa, di ‘desa’ Adelaide hahahahaaha…

Saya selalu suka padang luas, langit penuh bintang, kumpulan hewan ternak dan bau harum jerami bercampur bau home made cake. Oleh sebab itu sebisa mungkin saya sempatkan untuk bekerja di farm saat summer. Summer kali ini saya pergi ke Gumeracha, tepatnya di Kenton Valley, salah satu wilayah perkebunan Cherry di Adelaide Hills.

Wilayah perkebunan cherry di Adelaide tersebar di enam wilayah utama yaitu di Gumeracha, Montacute, Uraidla, Lobethal, Echunga dan Willunga. Masing-masing perkebunan menyediakan shed door sales, ini ketika mereka menjual langsung produk cherrynya atau juga hanya menyajikan pemandangan kebun dan pengunjung bisa mengamati proses produksi cherry. Ada juga perkebunan yang menyediakan pick your own yaitu mengatur acara petik cherry untuk khalayak umum di kebunnya. Saya bekerja di perkebunan Kenton Valley, pekerjaan casual sebagai sopir dan tukang grading. Pekerjaan selama musim panen dan produksi (Desember dan Januari).

Sebagai sopir karena para pekerja membawa mobil sendiri. Jangan dibayangkan kami mengendarai truk atau mobil kap terbuka seperti di indo. Mobil para pekerja keren-keren ada CRV, Mazda Z, Camry bahkan Prius. Saya menyopiri Camry milik teman.

Kami pun datang dari berbagai bangsa. Teman sesama grading (tukang pilah ukuran cherry) macam-macam nationalitynya meliputi Kamboja, Indonesia, China, Perancis dan Spanyol.  Sebagai grading, kami memilah cherry berdasar ukuran diameternya, 28, 26 atau 24 mm. Kami juga memilah buah busuk, first grade dan second grade. Yang busuk tentu saja dibuang, yang first grade untuk dikemas dalam kotak dan diexpor, sedangkan second grade dijual murah meriah dan dikemas dalam kantong plastic.

Kalau misalnya buah first grade ukuran 28 mm dijual $15 per kilo, buah second grade cukup dijual $6 per kilo. Buahnya masih layak dimakan. Buah dikategorikan sebagai second grade karena dia memiliki cacat di kulit luarnya misalnya karena pecah buah (crack) atau tergores. Sebelum grading, cherry yang sudah dipetik dicuci dan dimasukkan ke dalam freezer selama sehari. Untuk sampai dalam tahap mengemasnya didalam kotak, cherry harus melewati 5 grader, jadi cherry yang dikemas benar-benar cherry pilihan baik ukuran maupun tampilannya.

Di pabrik ada satu pekerjaan lagi yaitu piping, kerjanya mengeluarkan biji cherry. Musim kali ini alat pipping di pabrik rusak, terpaksa dilakukan dengan tangan dengan cara memencetnya. Alhasil jempol kami jadi merah kehitaman terkena warna cherry. Hasil piping ini kemudian dibuat sebagai bahan dasar ice cream, sauce, selai dan aneka cake.

Perkebunan tempat saya bekerja merupakan perkebunan keluarga. Di pabrik pengemasannya, keluarga si petani juga ikut bekerja. Mulai kakek sampai cucunya. Mereka mengepak, menyiapkan buah dan kotak. Urusan melipat kotak diserahkan ke anak-anaknya yang seusia SD dan SMP. Sedangkan ibu petani, saya menyebutnya bu bos, bagian mengepak dan mengintruksikan model gradingnya apakah perlu disiapkan satu steam dan satu biji atau tidak. Ada juga mandornya, ini orang Kamboja, saya memanggilnya mbak mandor. Orangnya baik dan selalu menggunakan kata ‘please’, thank you’ dan ‘would you’. Sopan sekali dan tidak bossy hihihi…

Melihat semua keluarga petani terlibat, saya jadi ingat waktu saya kecil dulu. Menjelang lebaran, ibu saya selalu memproduksi mebel dalam jumlah banyak. Selain pekerja, anak-anaknya juga dikerahkan untuk membantu. Kakak saya kerap jadi sopir, melayani pembeli dan membantu produksi. Waktu itu saya masih SD jadi yang saya kerjakan biasanya mengisi bantal dengan kapuk atau mengantongi kapuk dalam kantong-kantong kertas.

Kembali ke tempat saya bekerja. Tempat produksi dikelilingi kebun cherry (tentu saja), padang luas penuh sapi, rumah pertanian dgn unggasnya dan juga café model pedesaan yang menjual makanan homemade berbahan dasar cherry macam cake, crepe, pie, muffin, ice cream, sauces, sirup dan selai. Di café tersebut juga dijual cherry-cherry segar produksi keluarga petani tersebut dan juga aneka homemade gifts dan patchwork.

Café ini dibuka saat musim panen dan produksi, Desember dan Januari setiap hari. Diluar musim panen dan produksi yaitu Februari sampai April, café ini hanya buka Kamis sampai Sabtu saja. Setiap selesai bekerja kami nongkrong dulu di café ini. Ngopi, makan cake dan juga membeli cherry untuk konsumsi sendiri atau titipan teman-teman lainnya. Bau cake yang harum dan pengunjung lainnya yang ramah membuat kami betah.

Menu favorit saya adalah cherry crepes. Plain crepes, whipped cream, saus cherry dan hiasan cherry segar paling enak dimakan disaat hari panas. Jangan lupa ice cream vanilla cherry nya yang creamy. Huaaaaa…benar-benar melegakan.

Terkadang juga dijual produk pertanian lain macam telur dan lemon. Telur itu adalah telur ayam di rumah pertanian. Anak pemilik kebun yang masih kecil seusia SD kira-kira mengumpulkannya dan dia girang sekali ketika saya membelinya. Sama seperti saya dulu ketika ada yg membeli bantal bikinan saya hahahahhaa…

27 Comments to "Kerja dan nongkrong di desa di Australia"

  1. yasir  18 March, 2014 at 22:18

    Sy juga berminat tolong di info kan caranya

  2. hariyanti  31 January, 2014 at 19:37

    senang membaca….artikel mbak…..jadi teringat anak saya yang belum lama di australia…metik jeruk di adelaide…tetapi katanya berat banget,,,,terus pindah ke melbourn,,,petik boncis,,agak lumayan,,,,memang katanya ,,perlu fisik yang kuat,,,,, kalau boleh tahu alamat di adelaide dimana mbak…????

  3. Vidi  26 August, 2013 at 09:00

    saya juga mba….saya baca artikel ini sangat tertarik. tolong bertahu saya gimana cara kerja di ausi

  4. junaidi  12 May, 2013 at 10:21

    membaca artikel ini sangat2 mengingspirasi untuk bekerja di australia,tolong anda ceritakan awal mula anda bisa bekerja di australia,terimaksih atas pencerahan nya.

  5. Nefosia Perdana Putra  1 April, 2013 at 08:46

    Mr/Mrs Ijah salam kenal dengan saya,, maaf bisa tau caranya supaya bisa bekerja disana tolong di beriotakan ke email saya ya, tanks berat

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.