Utamakan Bini Muda

Daveena


Ini postingan paling gak penting dan paling nyantai buat menyambut Senin yang rasanya bakalan hiruk pikuk. Yaaah saya katakan nyantai sebab semua lelaki yang berpoligami kelihatannya sudah memahami dan otomatis mengamalkan “ajaran” utamakan bini muda. Yang jadi bini tua pastinya juga sudah tahu kalau lakinya bakalan mengutamakan madunya dan yang jadi bini muda pasti sedang kipas-kipas karena sedang diutamakan….hei, hati-hati mba’ kalau saat ini anda pada urutan kedua berarti ntar masih ada yang ketiga atau keempat. Dan buat yang ke empat…hati-hati juga, jangan-jangan ntar dijambak atau bahkan disantet ma yang tuaan.

——————-Emangnya Gue Salah———————

Istriku “mumbul” lagi…padahal aku cuman senggol-senggol dikit. Eh tiga bulan kemudian dia muntah-muntah trus mumbul deh. Segala susuk, pil, spiral sudah dicoba lagi-lagi gampang amat dia mumbul, aku jadi khawatir, suatu saat aku batuk-batuk, dia juga mumbul. Padahal isteriku mulai ngomong, “mbok yo cari penghasilan tambahan kek, nguli di proyekan, ngenek angkutan geeto.” Sementara aku merasa rezeki sudah disediakan sing Maha Kuasa tinggal tunggu tanggal mainnya.

Demi menghilangkan kekhawatiran isteri dan mertua dan anakku maka aku memutar otak dan kutemukan jawabannya. Aku harus mencari seorang gadis yang akan kujadikan pelampiasan, dengan tetap menyangi serta menyanjugn isteri dan yang pasti harus sulit “mumbul”, bahkan nyaris mandul.

————-pertemuan yang anggun di bis—————-

Kenalin..Sari, 24 tahun, cerai dua kali, tinggal di jln Anggur – Cipete dua rumah dari rumahmu, dia menyalamiku.

Hah, kita tetangga? Aku Joko Supir Bajaj…rumahku …berarti kau sudah tahu.

Kenapa cerai??,  tanyaku. “Tidak bisa ngasih anak!”, jawab Sari lempeng.

“INI DIA”…hatiku berteriak. Dia butuh lindungan, aku butuh badan.

Dia butuh kasih sayang, aku butuh ranjang.

Dia butuh tempat cerita, aku butuh membuang derita.

Kami sama-sama butuh dada…. Malam ini, aku akan pulang ke rumahnya…

—————- cinta pada pandangan pertama——————-

Judul menggoda, banner merah menyala lengkap dengan affirmasi Seno Gumira di pintu masuk tiap toko buku Gramedia membuat saya tertarik. Sebagai perempuan hemat, saya robek dulu kemasan plastiknya dan membaca kutipan di atas yang membuat saya terpingkal-pingkal. Pendekatan kontemporernya  membuat kita jadi santai membaca pendekatan poligami disini….tidak seperti kisah Aa dan Teteh yang bikin adrenalin perempuanku meledak-ledak. Penulisnya yang memakai nickname  PinkGirlGowild menyoroti masalah poligami dengan pendekatan insider…dia menjadi aku – orang pertama. Aku si lelaki polygamist, aku si isteri tua, aku si bini muda dan aku si anak buah perkawinan mereka. Poligami disini tidak berkaitan dengan suatu agama tertentu karena PinkGirl adalah perempuan oriental dimana budayanya juga mengenal poligami.

PinkGirl tak selalu mengemasnya dalam canda seperti di atas, ada lara yang tertoreh, ada birahi yang tercecer dan ada duka yang mengalir termasuk dari si anak.

Wahai para isteri dan ibu kami

Bangunlah dan menentang ayah kami

Jangan hanya terlentang

Menunggu ditunggangi

Teriaklah dan menentang ayah kami

Jangan hanya terlentang menunggu giliran

Ditungganginya.

Judul    : Utamakan Istri Muda

Penulis : PinkGirlGoWild

Cetakan Pertama : Januari 2011

ISBN 978-979-22-6560-6

Imprint dari Gramedia Pustaka Utama

————-Penutup—————–

Salah satu berita headline Warta Kota Minggu hari ini mengutip ucapan Djenar Maesa Ayu, ”Saya suka pria dengan Penis Besar.”  Ternyata berkaitan dengan release novel terbarunya berjudul “Aku dan 14 Lelaki”.  Rasanya perlu juga kubeli bukunya biar aku dapat referensi enakan mana …menjadi deret hitung seorang lelaki atau menjadikan lelaki sebagai deret hitung?

36 Comments to "Utamakan Bini Muda"

  1. Lani  29 January, 2011 at 01:53

    DAVEENA : menurutku sih dua2nya wakakak…….gemblunk wes! bablas keprucut iki………

  2. J C  28 January, 2011 at 19:54

    Waduuuuuhhhh thema buku ini kok medeni ya…

    *Buto ora melu-melu ah*

  3. daveena  28 January, 2011 at 15:20

    Lani…bukannya enak ditunggangi gitu? mohon pencerahan dari Subo…hihihi

  4. Lani  28 January, 2011 at 14:31

    DAVEENA : aku malah gak ketawa dgn yg mumbul lagi………cm itu tuh……kok nunggu ditunggangin??????? emank nunggang kebo?????? jaran??????? apa sapi???????

  5. daveena  28 January, 2011 at 14:22

    Lani…hehehe, banyak juga yang kemekelen baca “istriku mumbul lagi….” hehehe

  6. Lani  28 January, 2011 at 12:45

    DAVEENA : wakakakak…….nyekakak aku “jangan nunggu ditunggangin”………..wahahahah……..wah, kesuwen neh….nek ming nunggu………ngekel aku

    ODB: ya wes lah aku relakan di salip……….krn mmg ditempat kerja gak ada computer, jd aku trima ngalah wessss……

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  28 January, 2011 at 11:45

    Pas, pa kabar? Iya nih…udah lama ta basuo… baik2 kan semuanya. Kami oke-oke aja, meski cuaca jarang oke.

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  28 January, 2011 at 11:44

    Daveen, mau butut atau baru tetap aja di kepala, nggak bakal ada yang injek-injek topi sambil jalan. Pasti dipanggul psikiater.

  9. daveena  28 January, 2011 at 11:42

    Iwan….hehehe, perumpamaan yang tepat…tapi bukannya biasanya orang malu pake topi butut

  10. [email protected]  28 January, 2011 at 11:41

    mas iwan… lama tak berjumpa… =)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.