Pria Idaman? Yang Bagaimana Siyy…?

Donald Sitompul


Sering menjadi pertanyaan kaum perempuan tentang sosok pria idaman, yang bagaimana yang disukai dan diidam-idamkan. Tentu setiap perempuan mempunyai kriteria sendiri?

Pernah sekali waktu dalam sebuah chatting dengan seorang teman wanita, ia bercerita banyak hal tentang seorang pria yang sedang dekat dengannya? Tetapi, ada tapinya loh… Ketika panjang lebar ia menceritakan kehebatan dan kekagumannya akan sosok pria ini, bagaimana si pria begitu sabar saat mendekatinya, selalu ada saat dibutuhkan dan seterusnya… Bahkan ketika ia sakit si pria mau bersusah payah menemaninya di rumah sakit, pokoknya nggak ada matinya deh

Lebih jauh dalam chatting tersebut ia juga ‘curhat’, selain si pria itu, ada lagi seorang pria lain yang begitu gencar mendekatinya, naah… Kalau yang pertama begitu baik dan perhatian tidak demikian pada pria kedua. Pria kedua ini terlihat begitu suka ‘ge-er‘an, tapi pedenya bukan main serta rada centil dan kenes… Hahahaaa……

Keren bukan? Teman chattingku ini, rupanya walau sudah pernah menikah sebelumnya (dan kemudian bercerai dari suaminya dengan alasan klasik, sang suami selingkuh dengan sekretarisnya sendiri, sehingga ia memilih berpisah…) sebelumnya dengan tiga putra-putrinya, tetap mampu menarik perhatian kaum Adam untuk mendekatinya. Ia memang menarik, selalu tampil ceria dan terkesan sebagai perempuan aktif yang selalu eksis di belantara rimba beton kota Jakarta.

Saat curhat tersebut, ia menceritakan keluh kesahnya tentang pria-pria yang mendekatinya tersebut, pria pertama yang kuceritakan di atas yang katanya begitu baik dan perhatian ternyata belakangan ia ketahui begitu ‘ramah’ juga kepada perempuan-perempuan muda…

Sehingga bila ia kencan berdua dengannya di sebuah mal besar di pusat kota, seringkali ia dilanda api cemburu, karena selalu ada saja ABG yang menyapa dan bermanja-manja padanya. Tak terlalu sempurna juga bukan? Apakah teman pria temanku ini seorang lelaki idaman? Sejujurnya ia tahu banyak tentang pria ini, termasuk kecenderungan seksualnya yang juga diceritakannya tak lazim…

Ia merasa ragu kepada pria pertama tersebut mengingat pengalamannya sebelumnya setelah kegagalan pernikahannya. Bagaimana dengan pria kedua? Pria kedua tampil sedikit metropolis, tampil bersih, kelimis dan aroma Boucheron, parfum yang istimewa, agak centil untuk ukuran seorang lelaki, tetapi selalu mampu memberikan perasaan ‘surprise‘, karena selalu memberi kelucuan-kelucuan tak terduga. Bahkan kelucuannya kadang sudah sampai pada taraf konyol, ridiculous… Hiks..

Kemudian ia menceritakan, bahkan si pria kedua begitu beraninya, pada kencan kedua sudah mengajak menikah sesegera mungkin. Woowww… Begitu cepatnya! Belakangan akupun tahu kalau si pria kedua juga pernah gagal dalam pernikahannya, karena ditinggal sang istri dengan seorang putri cantik berusia 4 tahun…

Temanku ini dilanda kebingungan, manakah yang ia pilih kemudian? Si pria pertama yang baik hati dan penuh perhatian, tetapi seorang womanizer? Atau pria kedua yang selalu memberi kejutan-kejutan walau tampil centil?

Aku mencoba memberikan beberapa saran, tetapi sambil bertanya padanya,

Sebenarnya bagaimana siy, kriteria pria idaman itu?

Iya, aku tahu pria, kan perasaan wanita mampu menuntunku untuk menjawabnya, tetapi mungkin menjadi rasional alasannya…,” ujar temanku.

Cobalah kamu pertimbangkan kembali, bila perasaanmu mampu menuntunmu…!

Ia kemudian mengatakan sejumlah kriteria, ya salah satunya, perhatian, sikap melindungi, cerdas, humor dan lain-lain kriteria yang menurutnya ia suka bila seorang pria lakukan tersebut padanya. Dan… Ini satu lagi yang dapat menjadi faktor warning bagi pria, kenyamanan dalam hal finansial. Begitu. Ia begitu menekankan faktor terakhir, sambil mendehem… Dengan menunjukkan ikon tertawa ngakak pada saat chatting tersebut……. :D

Tampaknya ia memperhitungkan semua faktor sebelum mengambil keputusan, pria mana yang kemudian menjadi pilihannya di kemudian hari. Aku terpana, kemudian teringat dengan artikel di sebuah situs portal wanita, yang kemudian memberikan 10 kriteria pria idaman yang tak satupun rupanya memasukkan kriteria terakhir (versi temanku di atas) sebagai faktor yang membuat perempuan memimpi-mimpikan sang romeo saat malam tiba.

Siapapun pria yang diimpikannya itu semoga menjadi sumber pelimpahan kasih sayangnya.

35 Comments to "Pria Idaman? Yang Bagaimana Siyy…?"

  1. lani  1 February, 2011 at 10:23

    PAM-PAM : waaaaaaah……….GR abisssssss neh………….hehehe

  2. P@sP4mPr3s  1 February, 2011 at 10:15

    wah… kesimpulannya dari komentar no 33 :

    bahwa….
    JC & PAM2…
    adalah pria idaman…

    hmmm…
    hmmm…
    hmmm…

  3. Lani  31 January, 2011 at 21:09

    kesimpulan dr komentar JC…….halaaaaaah koyok kowe ora opo? podo to koyok Pam-Pam??????? kkkkkkkk ediaaaaaan po

  4. Linda Cheang  31 January, 2011 at 20:03

    yang pasti aku tidak sudi tunggu2 pria idaman yang begitu sempurnanya, sampe nunggunya ajah harus jadi jerangkong gitu, hehehe, wekk!

  5. J C  31 January, 2011 at 15:51

    Kesimpulan dari komentar PamPam —> PamPam adalah pria idaman (istrinya, ya iya lah, edian po).

Terima kasih sudah membaca dan berkomentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)