Benarkah Fengshui Membawa Hoki?

Daveena


Cina sudah menguasai dunia bahkan Amerika-pun pernah menangis meminta Cina melepas cadangan devisanya.  Keturunan Cina di Indonesia sudah membuktikan yang minoritas malah menguasai perekonomian bangsa.  Ini sangat menarik untuk didalami maka inilah yang membuatku melangkah ringan memasuki BII sebagai persinggahan karirku. Dan kali ini tulisan singkat ini sekaligus menyambut Imlek yang akan tiba tanggal 03 Februari nanti:

Orang Cina dan Fengshui

(kompasiana.com)

Aku mulai mencermati masalah Fengshui sejak bekerja  di BII yang dimiliki oleh etnis Cina dengan banyak nasabahnya yang juga berasal dari etnis Cina, bukankah ada pepatah mengatakan dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung.  Dari bangsa China-lah terlahir Fengshui. Fengshui sendiri menurut Wikipedia adalah :

Ilmu  topografi kuno Tiongkok yang mempercayai bagaimana manusia dan Surga (astronomi), dan Bumi (geografi), hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki hidup dengan menerima Qi positif. Qi terdapat di alam sebagai energi yang tidak terlihat. Qi baik disebut juga nafas kosmik naga. jenis Qi ini dipercaya sebagai pembawa rejeki dan nasib baik. namun ada pula Qi buruk yang disebut Sha Qi pembawa nasib buruk. terdapat berbagai aliran feng Shui, di antaranya adalah bintang terbang, waktu, dan topografi.

Persinggungan pertamaku nyaris 10 tahun  lalu saat aku berada di ruang kerja Ibu Ho yang ada ceritanya disini – ada meja sembahyangan di sudut dan uniknya ubo rampe seperti patung-patung para dewa diletakkan di lantai tak seperti yang kulihat di toko-toko milik pedagang Cina. Ibu Ho menjelaskan bahwa yang terjadi selama ini adalah salah kaprah karena penerapan Fengshui itu tak bisa digeneralisir, semua ada hitung-hitungannya sesuai dengan kelahiran si empunya rumah (fengshui dikaitkan dengan shio).

Maka tak benar jika dikatakan kolam ikan/ kolam hias selalu cocok ditaruh di dalam rumah…sebab setahun sebelumnya dia meletakkan kolam mini air mancur dan sejak itu bisnisnya merugi hingga dia berkonsultasi ke kuil dan menghilangkan kolam tersebut dan bisnis mengalir lancar kembali.

Ini bikin aku penasaran dan kepenasaran terbayar pada beberapa buku tulisan Lilian Tao (Pakar Feng Shui di Singapore) yang kubaca secara gratisan di Periplus. Akhirnya menjadi sedikit mengerti mengenai Fengshui  dan waktu itu melakukannya sekedar demi kelancaran komunikasi dengan nasabah. Sampai suatu hari Regional Manager baru datang dan dia tidak mau berkantor di ruang khusus RM – dia minta ruang jatah wakil RM, itupun tatanannya masih dirombak total. Melihatnya, kuajak teman-teman taruhan , “Gak sampai setahun dia di situ – dia bakalan segera turun.”

Teman-temanku menyambut taruhan itu karena kelihatannya gak mungkin banget, secara dia adalah golden boy direksi. Ternyata prediksiku yang benar…baru 6 bulan golden boy harus turun takhta. Sebenarnya memprediksi golden boy bakalan turun tuh gampang banget dan lebih ke pendekatan psikologis. Masa dah disediakan ruang mewah sebagai RM, dia malah minta ruang wakil RM yang hanya 1/3 dari ruang RM.

Cara dia merombak interior membuatku berkesimpulan pasti pikirannya complicated, padahal sebagai RM diperlukan cara berpikir yang pragmatis. Kami, pasukannya selalu inovatif dan bahkan senang bermanuver di antara rambu-rambu BI dengan tentunya selalu minta approval dari RM dulu. Sementara dia tak berani pasang badan ambil posisi apapun dan ini berakibat pada pertumbuhan Region yang stagnan.

Lain waktu Tompel (nama panggilan Tommy) yang Head of Credit mengeluh karena hingga bulan Oktober dia belum memenuhi target tahunan Regional. Saat aku masuk ke dalam ruang kerjanya (sebelumnya ga pernah), aku sangat kaget melihat aneka jam meja hadiah mati tergeletak di meja samping. Aku langsung menegurnya karena menurut Lilian Tao – jam yang kita miliki itu seperti mencerminkan denyut kehidupan kita.

Jam mati melambangkan kehidupan kita juga jalan di tempat. Jam-jam di meja Tompel  segera kubuang dan dalam hitungan hari ada beberapa proposal masuk dan Desember menorehkan noktah kemenangan bagi Tompel dan team…mereka diganjar hadiah liburan ke LN. Setahun silam ketika kuceritakan hal ini pada salah seorang temanku – seorang pebisnis…dia sangat terkejut karena dia mengalami masalah yang nyaris sama…merasa kesal karena berjalan di tempat dan teringat bahwa ada jam antik peninggalan alm. mamanya yang terletak di samping tempat tidurnya sudah lama mati. Jam segera diperbaiki dan  hidup mulai berlari pada relnya.

——–fengshui dan shio——–

Shio sebagai zodiak Tionghoa yang memakai hewan-hewan untuk melambangkan tahun, bulan dan waktu dalam astrologi Tionghoa. Pada dasarnya, hewan-hewan ini diambil melambangkan dua belas cabang bumi yang kemudian digabung bersama lima unsur membentuk 1 periode 60 tahun.

Jadinya Cina sudah memiliki perhitungan zodiak yang lebih detil dan komplit yang tidak hanya men-generalisir sekian milyar manusia pada 12 rasi.

Seorang teman sesama MDP lulusan S2 dari Amrik menceritakan korelasi Shio dengan kehidupannya, “Tahun kemarin gue diterima di Bank H (bank asing ternama) di Jakarta, gue bahkan dapat surat pernyataan dari Regional Director di Hongkong . Eh pas hari H, nama gue gak ada karena diganti ama saudaranya orang HRD.” Haaah, masa bisa seh, Bank Asing sebesar itu? “Yuup, tahun kemarin itu shio gue lagi ciong (apes).” Dan saat ini teman saya itu sudah pindah berkali-kali di beberapa perusahaan public sebagai direktur keuangan.

Perkawinannya dengan seorang artis Singapura bikin heboh di sana dan si artis mendapat julukan sebagai cewek matree yang cuman pingin jadi Thay-Thay alias Nyonya Besar. Heem bilang gini sekedar membuktikan bahwa orang dengan intelektualitas tinggi dan jabatan penting tetap selalu memegang masalah shio itu.

———-aku dan para peramal ngetop itu————

Beberapa tahun belakangan ini  tiap memasuki  tahun yang baru, media cetak dan elektronik sibuk menayangkan prediksi peramal-peramal papan atas yang umumnya selalu mengembalikan sifat tahun bersangkutan dengan shio makanya tahun 2011 dikatakan sebagai tahun Kelinci.  Yang dilansir media elektronik kubuat catatan sementara yang ada di media cetak  aku simpan. Pada akhir tahun kubuka untuk membuktikan benar salahnya prediksi-prediksi tersebut dan bisa kukatakan bahwa alm. mama Lauren memang juara.

Ada satu catatan penting di antara sekian banyak ramalannya yakni saat dia bilang Jawa Timur akan terbelah dua. Makanya pas  terjadi bencana lumpur Lapindo itu aku langsung teringat ramalan mama Lauren, sayangnya media-media itu tak ada yang ingat.  Nasabah-nasabahku waktu itu banyak yang pergi ke Mama Lauren tapi menurut mereka untuk ramalan personal, sang Mama tak secanggih ramalan nasionalnya sehingga  para nasabahku lebih memilih pergi ke Singapura untuk diramal tiap Imlek. Lagi-lagi aku yang untung sebab kan mereka selalu bawain oleh-oleh.

Karena rajin mencatat untuk analisa itu akhirnya aku menemukan benang merahnya (dan ini ditemukan bukan dengan kekuatan metafisika tapi berdasarkan logika analisa semata).  Maka pas  awal tahun 2011 itu  ditayangkan prediksi-prediksi oleh peramal, mulutku sudah lancar bicara sebelum mereka bicara – si Bocah dengan mata bulatnya terkagum-kagum. Meramal ternyata banyak mengandalkan logika…

cemara di muka rumah


muka rumah dilihat dari belakang

“Nak, pohon cemara di depan rumahmu itu ditebang deh – gak ilok ada di rumah  perempuan single lho,” kata tetangga depan rumahku. Aku sebenarnya bingung oleh dua hal, pertama – darimana dia punya asumsi seperti itu, kedua – kok tega-teganya nyuruh tebang pohon orang, “Tante, di pohon itu burung-burung liar yang indah membangun sarangnya, tiap pagi saya terbangun oleh kicau mereka.  Kalau malam saya duduk di teras ini masih ada musang yang datang menghampiri lho.

Saya percaya burung, musang itupun bertasbih pada Allah mendoakan si pemilik rumah yang masih mau menyediakan tempat buat mereka hidup. Makanya kan tante juga berasa kalau rumah saya adem serasa di Puncak, padahal ndak pasang AC” (kami tinggal di perumahan area Pancoran).

Sebaliknya tante, itu lidah mertua ngapain ditaruh mengeliling halaman rumah. Lidah mertua tuh bentuknya seperti pedang – tajam, makanya penghuni rumah tante sering berantem kan?”. Tante itu cuman terdiam tapi besoknya kulihat sudah tak ada pohon lidah mertua menutupi halaman muka  rumahnya yang 25 m itu.

Aku dan Fengshui

Sekarang ini Fengshui lebih banyak dikaitkan dengan hoki dan segala macam kelimpahan. Sedangkan aku sendiri lebih suka memaknai Fengshui sebagai upaya menghadirkan harmonisasi dengan alam. Bukankah saat kau menginginkan sesuatu maka seluruh alam semesta akan mendukung mencapai keinginanmu, demikian Paul Coelho di The Alchemist mengatakan. Dan diamini oleh Yohannes Surya dalam Mestakung (semesta mendukung) dengan pendekatannya secara Fisika. Maka cukuplah kau sayangi dan merawat alam ini dan semestapun akan mendukungnya.

Pada dasarnya delapan penjuru angin itu – semuanya adalah ciptaan Allah jadi tak ada arah yang baik, arah yang buruk. Kalau dibilang rumah tusuk sate itu pembawa sial maka anehnya di kompleks perumahan tempat kutinggal itu, para penghuni rumah tusuk sate pada akhirnya selalu menjadi eselon satu di berbagai Departemen Pemerintahan.


Gong Xi Fa Chai  buat yang merayakan….

Dan marilah kita semua hidup dalam harmoni alam

28 Comments to "Benarkah Fengshui Membawa Hoki?"

  1. daveena  7 February, 2011 at 12:26

    Cello Mita….wuah klo kantor maju …bossnya harus traktir kita berdua nih,

    Oom Dj…masa tho ganti jam cape…tinggal dibawa ke Blok M jam sa’ombyokan kwi, cuman 25rb/jam…heheheh
    monggo oom disimpan di laci saja…kan cuman tuk koleksi aja tho

    SU…saya sekedar memaknai fengshui sbg hidup harmoni dengan alam yang notabene ciptaan Sang Causa Prima…bukankah Dia juga yang menitipkan alam ini pada kita?

    all…salam manis di hari Senin

  2. Lani  6 February, 2011 at 21:24

    DAVEE, MISS NGAING-NGAING: waaaaah la iki……..sing jenenge lempar batu malah kena batuk sendiri……..wekekek….dr jam kotak diganti bulett………..duit ngalirrrrrrrr……….dikuras meneh dibuat ngongkosin kalian berdua bergemblunk ria bersama di KONA wakakakak………..good idea, klu mmg manjur duit mengalir bak sungai……kan hrs diamalkan ke sesama to?????? kkkkkk

  3. Silvia  6 February, 2011 at 20:53

    Sepakat dg komen Linda dan Kornelya. Sdh dibuktikan jika kita mempercayakan hidup kita 100% kpd Tuhan, Dia sanggup memberkati dan melindungi kita diatas nalar manusia ataupun hukum alam.

  4. Djoko Paisan  6 February, 2011 at 17:27

    daveena Says:
    February 4th, 2011 at 00:31

    @Oom Dj….mau dunk daftar sun nya itu….

    Hahahahahaha…..
    Tidak usah daftar, datang saja dan dapat yang paling depan….hahahahahaha….!!!
    Kalau jam tangan yang mati bagaimana….??
    Karena Dj. hobby ngumpulin jam tangan berbagai merk.
    Kebanyakan di laci lemari dan banyak yang mati, karena sudah berpuluh tahun hanya disimpan sebagai kolleksi dan jarang dilhat, atau hanya kadang-kadang saja….
    Wah…kalau harus diganti beterinya, cape juga…
    Salam manis dari Mainz…

  5. Cello Mita  6 February, 2011 at 16:34

    Mbak Daveena, makasih ya sharing nya..aku termasuk yg setengah2 percaya, hehe. gara2 baca ttg jam mati, aku buru2 kasih baterai yg baru tk jam yg ada di kamar tidur ku, di ruang bos ku, di kantor utama ku. Rekan kerja ku melongo ketika tiba2 aku masuk kantor pagi2 buru2 mengganti smua jam dg baterai baru (maksud nya biasa nya kan bodo amat, kqkqkq)…kita lihat perkembangan nya klo dalam waktu dekat kantor ku maju pasti aku kabarin mbak Daveena. thanks info nya. peace

  6. daveena  4 February, 2011 at 16:28

    @Iwan…yah kalo rumah sekarang itu cuman ngelihat efisiensi ruang dan gaya2an aja…

    @JC….heem mbuh kuwi sopo yo sing konsultasi soal jam…hehehe

  7. J C  4 February, 2011 at 12:45

    Daveena…hahaha…sopo iku yang ngobrol denganmu tentang jam mati?

    Hennie, kalo yang terjadi dengan mantan boss Hennie, sudah bukan termasuk fengshui lagi, tapi sudah lebih ke paranormal dan ramalan nasib dan teman-temannya. Dalam bahasa Hokkian disebut KHUA MIA artinya “melihat nasib”. Ramalan ini itu yang berdasarkan hitungan njelimet seperti yang Hennie sebutkan sudah termasuk “off-track-fengshui”

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  4 February, 2011 at 11:56

    I love Feng Shui. Rumah2 modern sekarang bergaya barat, enak dilihat tp ga enak ditempati krn gak ad konsep Feng Shuinya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.