Pagi Yang Sepi

Rosda


Aku baru saja pulang dari mengantar anak-anak ke sekolah. Sampai di komplek rumah, kuparkir mobil. Ada rasa letih. Tadi aku bangun jam 04:00 pagi, kerena papanya anak-anak hari ini kerja shift pagi. Setelah dia berangkat, aku rebahkan diri lagi di pembaringan. Aku masih ngantuk.

Samar-samar ku dengar anak-anak beraktivitas. Dan aku terlelap lagi.

“Mama, kami sudah siap, yuuk kita berangkat” kata anak gadisku yang nomor dua.

Aku segera turun dari tempat tidur.

“Mama sudah sikat gigi?” kata si sulung.

“Sudah sedari tadi Nak…papamu kan masuk pagi hari ini ” kataku sambil mencuci muka kembali. Berharap ngantukku hilang. Pakai bedak dan sedikit lipstik, ganti baju dan akupun segera turun ke bawah. Anak-anak sudah turun terlebih dahulu, memanaskan mesin mobil.

Seperti hari-hari biasa, banyak ibu-ibu yang mengantar anak-anak mereka ke school bus yang tiap hari datang menjeput mereka. Ada dua school bus yang besar, dengan kernet cewek, yang mengawasi naik turunnya para murid. Itu baik, sehingga kejadian seperti dulu, dimana ditemukan seorang murid tewas di dalam bus sekolah, tidak terulang lagi.

Pada kejadian itu, si sopir bus langsung memarkirkan dan menutup semua jendela dan pintu bus tanpa mengetahui bahwa ada seorang siswa yang belum turun dari bus tersebut. Semoga kejadian itu bukan terjadi di bus yang ini.

Kompleks tempat tinggalku lumayan luas. Sebagian besar penghuninya adalah keluarga India. Keluarga Indonesia hanya tiga. Yang lain adalah keluarga Phillipina dan beberapa keluarga Arab. Kompleks ini khusus untuk keluarga.

Terkadang, sewaktu baru pindah, aku sering bertanya dalam hati, sebenarnya aku tinggal di negara India atau negara Arab ya ?? Kok banyak sekali sih orang India di sini ??…hehheeeee

Setelah mobil kuparkir, aku mulai jalan pagi. Hanya di sekeliling kompleks. Aku tak sendirian melakukannya. Ada pasangan suami istri, ada dua pria separuh baya, ada tiga atau empat orang ibu-ibu jalan bersama. Ada yang mengenakan pakaian olah raga. Tapi sebagian besar mengenakan baju punjabi dan bersepatu olah raga.

Kecuali aku, aku mengenakan sepatu karet untuk memancing, warna krem. Aku suka pakai sepatu ini karena lentur dan nggak ribet memakainya. Tak perlu pakai kaos kaki, tak perlu diikat-ikat talinya karena memang tak ada talinya….hahahahaaaa.

Aku juga tidak pakai baju olah raga tapi pantalon yang ku kenakan cukup nyaman dengan atasan bahan kaos ber-krah turtle untuk manahan dinginnya angin pagi. Aku berjalan lebih lambat dari biasanya. Setelah enam kali putaran, kurang lebih 3-4 Km, aku belum ingin pulang. Aku ingin ngobrol sebentar dengan seseorang. Tapi siapa yang akan aku ajak ngobrol ?? Siapa yang akan aku ku kunjungi ??

Bu Cecep atau Bu Kudri ?? Aku cenderung mau mengunjungi Bu Kudri, kebetulan ibunya baru datang dari Indonesia karena bu Kudri akan melahirkan. Hamilnya sudah memasuki bulan ke delapan. Kebetulan, mereka pernah menetap di satu kota denganku sewaktu aku masih tinggal bersama orangtua.

Tapi aku belum mengenal Bu Kudri waktu itu. Aku mengenalnya di sini, beberapa tahun yang lalu. Kebetulan pula, Pak Kudri dan kakak Bu Kudri adalah adik kelasku di kampus. Jadi ada bahan pembicaraan jika aku mengunjungi mereka. Begitu pikirku. Beginilah tinggal di perantauan.

Aku jadi ingat sewaktu masih tinggal di Indonesia. Kalau lagi males di rumah, aku bisa bertandang, nonggo ke sebelah rumah. Ke rumah Yeyen. Walau hanya sekedar bertanya: “Masak apa hari ini Yen ?”

Kalau lagi males masak, aku bisa bawa bahan masakanku ke rumahnya dan bareng-bareng masak dengannya. Sambil ngobrol tentunya. Tentang apa saja. Yang ringan-ringan dan pasti sambil ketawa-ketawa, karena Yeyen dan aku selalu bisa membuat suasana menjadi Geeeer…..dia dan aku, selalu tau dimana kata-kata yang haurs di’klik’ supaya jadi lucu……hahahahahahaaa……..sampai kami selesai masak. Selesai memasak, ya bagi hasil dong….heheheheheee.

Terkadang, kami bikin acara makan bersama, paling sering di rumah Yeyen. Rita bawa rendang. Aku bawa tauco udang dan kerupuk. Ida bawa telur balado dan ikan asin goreng. Yeyen menyediaka sambel belacan/terasi dan daun singkong rebus. Nasinya ? Ya bawa masing-masing lah….

Tanpa gelar tikar, kami makan bersama-sama di terras rumah Yeyen yang selalu bersih. Duhh…nikmatnya. Kali lain kami rujakan, terkadang beli sate padang rame-rame….ahh…pokoknya sesuatu yang nggak bisa aku kakukan di sini !!

Ku langkahkan kaki menuju building tempat Bu Kudri. Dia tinggal di lantai tujuh. Hampir memasuki pintu building, aku balik kanan. Kok rasanya nggak enak pagi-pagi mengunjungi rumah orang, meskipun hubunganku cukup dekat dengannya. Siapa tau dia sedang sibuk. Mendingan aku menelpon Bu Lulu aja lah, pikirku lagi.

Mau ngobrol sampai berjam-jam pun kayaknya nggak masalah di sini (Qatar), asal sama-sama suka. Mau sepuluh kali atau dua puluh kali berteleponan sehari pun nggak oke-oke aja, asal untuk wilayah lokal….wong bayarannya cuma QR 30/ bulan, cuma bayar administrasi thok !!

Sesampai di rumah, kuletakkan tas. Ganti pakaian. Belum ingin mandi, walaupun ada heater di kamar mandi. Kulihat banyak cucian kotor, setelah ku pilah-pilah, kumasukkan ke mesin cuci. Ada keraguan menelpon Bu Lulu. Andai nanti ku telpon dan bertanya apakah aku menggangu atau tidak, pasti beliau akan menjawab: tidak. Tapi siapa tau dia sibuk, tapi sungkan mengatakannya. Orang kita kan umumnya begitu.

Achhh…sudahlah, mendingan buka pintu Facebook aja. Menyapa kesana-sini, kemudian aku buka E-mail. Ada beberapa yang masuk. Segera ku check. Kayaknya tidak perlu dibalas.

Ku lihat jam dinding…sekian lama waktu sudah berselang….dan aku merasa tak lagi membutuhkan teman ngobrol.


31 Comments to "Pagi Yang Sepi"

  1. Rosda  7 February, 2011 at 12:36

    @ Mawar, senang mengetahui caramu menyapa soabatmu…aku jadi pingin niru ahh…boleh yaa…kayaknya memang bisa bikin tertawa bila dapat sapaan seperti itu. Makasih ya udah mampir….

    @ Silvia, emang paling enak kalau ngadu ama Babe di surga…karena Dia selalu tau apa yang terbaik untuk kita. Minta teman baik, dikasi, plus pekerjaan pula. Betapa baiknya Dia. Terpujilah Tuhan.
    Sama-sama ya Sil…aku juga berterima kasih, udah mampir.

    @ Pak Dj…..kelupaan, ntar salamnya saya sampaikan ke Rajawali.
    Wajar lah kalau ibunya pak Dj nangis tiap kali ditelpon…..wong anak lanang kesayangan…hahahahaaaa

  2. Rosda  7 February, 2011 at 12:24

    Hallo Pak Dj…..apa kabar ?? Semoga sehat-sehat aja, demikian juga kami di Qatar.
    Jika winter, Qatar lumayan dingin….tergantung cuaca dari sono (Eropa dan sekitarnya)…semakin dingin disana, maka di Qatarpun semakin dingin juga. Walaupun tidak sampai angka minus.
    Tapi kalau mandi dengan air yang dinginnya kayak air es…ya pasti butuh heater, bukan ??
    Kalau cuci piring, saya buka kran yang bertanda merah dan biru…kalau buka kran yang bertanda biru saja, bisa-bisa jari-jari saya serasa beku…..hehehehee

  3. Rosda  7 February, 2011 at 12:12

    @ HN, ntar kalau tulisanmu udah terwujud, kabari aku yaa…..makasih udah mampir ke tulisanku.

    @ Hai Linda…apa kabar…terima kasih atas apresiasinya.

    @ Dedushka, aku mau lho jadi korban mencicipi masakanmu…sayangnya kita berjauhan. Tapi melalui baltyra, meski jauh dimata, dekat dihati.

    @ Mbak Lani, karena rutinitas, terkadang ada rasa jenuh….kangen dengan suasana seperti di indo…meskipun hanya sesekali saja. Kalau ngobrol dengan teman-teman yang non indo, aku juga ngelakoninya….tapi ada rasa yang berbeda bila ngobrol dengan teman setanah air….mungkin ini hanya perasaanku aja kaleeee….hahahahahaa..

  4. Handoko Widagdo  7 February, 2011 at 08:15

    Terima kasih untuk sharingnya Rosda.

  5. Lani  6 February, 2011 at 22:36

    SU : itu yg plg tepat EKSTROVERT…….hehehe……aku gak pernah merasa malu, nervous, takut, kuatir……apalagi sgt penting sekarang ini dgn pekerjaanku……hrs berani approach org dr seantero dunia yg masuk ketokoku…….la kalau aku dodolan mingkemmmmmmmmmm……..wah, la ora payu hahahah……

    yg penting buatku hajar bleeeeehhhhhhh-lah……..bunuh dulu urusan belakangan hahahhaha………mmg wani matine SU

    mengko njur menurut akiiiiii……..kudu nganggo bikini pating kliwirrrrrrrrr SU……..nek iki sing payu malah wong-e bukan dodolan-e…….wakakak……..

  6. silvia  6 February, 2011 at 21:49

    Pak Djoko, rencananya sy mau pengaruhi suami utk tinggal di Indonesia sj setelah menikah. Ga taunya ……. Ya masih bgs disini terasi dan cabe rawit msh byk

    Lani, sy tipe introvert berat dulunya. Jd kalau bicara teman saat itu adl teman yg bs bicara hal2 yg serius , bkn hy utk ngalor ngidul. Kalau spt itu kebutuhan sy akan teman tdk terpenuhi Ribet memang. Utk keluar dr zona nyaman sy dan blj lbh terbuka kdg sangat tidak nyaman bgt buat sy. Sampai skrg sy msh work in progress tuh

    Enak ky Lani yg mmg ekstrovert ya.

    Sy suka SF juga. Kota yg sgt indah. Byk mom n pop’s cafes yg asyik2. Lbh asyik dr Starbucks cafe

  7. Lani  6 February, 2011 at 21:29

    SU, MAS DJ : hehehe…….nek ngono kita berbeda ya? ktk aku pertama kali mendarat dinegnya paman Sam……langsung seneng wae, gak kaget ato homesick gak ada itu……..langsung ketemu banyak wajah melayu la mendaratnya dikota SF………kota dunia……..jd ya ok2 aja gak ada namanya kesepian…….apalagi aku orgnya suka banget cari informasi dimana letak persembunyian org2 yg bs dijadikan teman ngobrol……..yg bikin kaget cm klu pas dingin aja………tp untung Tuhan kasih pindah ke KONA……..solved the problem

  8. Djoko Paisan  6 February, 2011 at 17:02

    Bu GUCan….

    Hahahahahahaha……
    Pamtesan kok ngak bersih-bersih…lha diintip oleh u GuCan…..

    Gosok an watu, ning kali, nyemplung ning kedung….
    Jaman isih…durung usum sabun….
    Anduk ku, mung cukup anduk sarung….
    Dolananku…motor cilik, soko lempung…..

    Hahahahahaha…!!!
    Wis resik , lan wis wangi bu….
    Sekarang mau mlaku-mlaku nyang Malioboro…. Nggolek i minak…minak jinggo….!!!
    Hahahahahahahahaha…..!!!!

  9. probo  6 February, 2011 at 16:24

    Dj yang bersih mandinya…nanti ngembon-mboni kalau nggak bersih….

  10. Djoko Paisan  6 February, 2011 at 16:11

    probo Says:
    February 6th, 2011 at 16:05

    rosda…..ngobrol denganku yuuuk

    Bu GuCan….
    Kasihan amat, cari teman ngobrol ya….???
    Maaf Dj. mau mandi dulu, sudah jam 10:10….
    Nanti kalau Dj. sudah wangi, kita ngobrol ya,,,,+
    Jangan nangis ya……
    Ngobvrol saja sama teman yang lainnya dulu….hahahahaha….!!
    Salam manis dari Mainz…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.