Hitam Putih

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Baltyraer yang berbahagia…

Salam jumpa kembali dengan oret-oretan Dj. Semoga anda semua tetap sehat dan bahkan senantiasa hidup dibawah naungan Berkat juga Kasih TUHAN…!!!

Maaf, kali ini Dj. juga tidak membawa oleh-oleh makanan, hanya sekedar ingin berbagi cerita dan photo-photo saja…bolehkan…???

Hitam- Putih ….??? Apa pulak yang Dj. inginkan ini bah…??? (mungkin begitu pikir anak Dj. si Nuchan yang lama menghilang) hahahaha…!!! Nah ya, jelas.. hitam = Dj.  dan putih = istri Dj. Bhs Jermannya Schwarz – Weiss  atau Inggris  Black  and White…. ???

Tunggu sebentar….. bukan itu pulak yang Dj. maksud dengan hitam – putih.

Bukan pulak hitam di atas putih atau putih di bawah hitam…..hahahahahahaha….!!!

Ini dia ceritanya….

Nah ya, kalau kami berkunjung ke rumah mertua, sambil ngobrol, makan kueh dan minum teh….Kami sering dipamerin photo-photo tua, entah sudah berapa puluh kali kami melihatnya.

Tapi untuk menghormati mertua yang sudah sangat lanjut umurnya, maka kami melihatnya lagi dan lagi….

Mertua sangat bangga, setiap kali memperlihatkan photo-photo tua di jaman mereka masih muda….

Bosan…??? Pertama “ya”, tapi lama-lama asyik juga melihat photo-photo tua yang hanya berwarna hitam-putih…Ada juga yang menarik, melihat keadaan kehidupan mereka saat itu…Dan untuk photo-photo yang Dj. senangi, Dj. minta agar istri Dj. memintanya dan kami bawa ke Mainz…

Nah ini benar-benar photo tua dari jaman opa dari ibu mertua……Kadang melihat yang demikian sedikit aneh….semua mamakai topi dan memakai jas (Jacket). Padahal mereka hanya orang kampoeng biasa saja.

Yang di bawah ini saat istri (tengah) bersama kakak dan saudara sepupunya, di atas mobil coco, milik ayahnya. Ini mobil benar-benar sangat lucu dan mungkin sekarang hanya ada di Musium saja.. ..

Pernahkah anda memiliki waktu untuk melihat photo-photo istri atau suami, saat dia kecil…??? Pasti istri / suami anda akan sedikit malu-malu kucing….. hahahahahaha….!!!!

Bilamana kami berkumpul dan melihat photo-photo ini bersama mertua, maka seru juga ceritanya…Lama kelamaan, kami menikmatinya juga, karena hal-hal yang sekarang sudah lama tidak bisa dijumpai lagi. Sudah menjadi barang-barang antik (old Timer).

Walau saat kecil, Dj. hampir tidak pernah dipotret, maklum hidup di kampoeng, siapa yang saat itu punya kamera…Tapi ada juga photo saat duduk di bangku SMP di Bandung, juga masih hitam-putih….

Saat bersama teman sekolah di SMP piknik ke Pelabuhan Ratu dan bahkan sampai sekarang masih ada beberapa teman yang tetap kontak, baik melalui FB.

Dan pernah reunian di Bandung, bahkan ibu kepala sekolah (ibu Tan Eng Bok , sudah di atas 90 tahun) juga hadir…Walau reuni yang besarnya Dj. terlambat 2 hari datang, tapi masih bisa bertemu dangan beberapa teman.

Nah ini saat pemilihan Mr. dan Mrs. Piyama di SMPK di Jalan Bahureksa di Bandung doeloe….

Piyama…??? Ya demikian dulu panggilan kami, karena seragam kami, mirip baju tidur (Piyama)..hahahahaha…..!!! Ini Dj. muda, yang sok gaya, karena diatur oleh tukang photonya….

Yang di bawah ini saat menang, jadi juara pertama….(Sok tau….)

Tapi sekarang, setelah era photo berwarna, ya bahkan digital photography di mana-mana….??? Semalam, oleh Junior Dj. dipameri hasil jepretanya yang tanpa warna (hitam-putih)… bagus juga hasilnya. Olehnya Dj. juga pamerkan akan koleksi Dj. dengan photo hitam-putih….

Nah ini dia hasilnya, bukan photo tua, tapi tanpa warna, semoga bisa dinikmati, walau masih dalam taraf belajar….Dari dulu, belajar mulu…kapan ngajarnya…??? Hahahahahahaha…!!!!

Saat di atas kapal, dari Banyuwangi nyeberang ke Bali, bersama kekasih hati…..hahahahaha… (halaaah…!!! gombal…!!!! )

Saat musim panas di Pantai Scheveningen, Den Haag, di Holland.

Di musim dingin di Mainz…

Di Glosar, Jerman… jangan lama-lama lihatnya ya…., nanti niler…. ahahahahaha….!!!!

Di Breda bertemu mbakyu N….saat itu, Dj. benar-benar tertegun akan penampilan mbakyu yang anggun, selalu berseri menghiasi wajah yang sangat cantik dan setiap kata yang keluar selalu pas. Sangat kelihatan kalau mbakyu memang cendikiawan…!!!

Apalagi setelah dihadiahi buku ciptaannya dengan tanda tangan asli dari mbakyu…suenengnya seperti anak kecil…

Pengamen jalanan di Mainz, asal dari Amerika Latin (Indian)

Sarana untuk City Tour di kota Mainz…. Kalau di kota besar, biasanya Bus bertingkat.

Tapi karena kota Mainz, kota kecil saja, jadi cukup dengan kereta-keretaan yang kecil, tapi cantik kan….???

Photo-photo di bawah ini, Dj.ambil saat mudik kemarin. Anak asuh Dj. di Semarang…saat menunggu kedatangan kami…. (melamun, entah apa yang dia impikan).

Photo di bawah ini diambil dari dalam mobil yang sedang berjalan di kota Solo, dekat pasar Klewer…..  Dj. beri judul…. ” SI  MAS  TUKANG  BECAK “.

Kalau di Semarang, Solo atau di Jogja, kami sering naik becak, entah kemana saja, sampai si mas tukang becak kecapaian. Baru kami ajak makan siang bersama dan jalan lanjuuut….

Kadang sulit juga mencari becak, sering serba salah…Cari orang yang sudah tua, dia tidak kuat lama….Cari yang masih muda, yang tua tidak dapat uang…..

Tapi Susi beri Dj. jalan…ya kasi saja yang tua yang menawarkan jasanya, uang dan kita naik yang tukangnya masih kuat.

Bila hari kami di Jogja, kami ditanya oleh mas Tukang becak…Mau kemana boss… (hahahaha….sok jadi boss) Dj. jawab… Kerumah mbah Maridjan….!!! Dia tambah bingung, lha jauh banget dan jalannya naik terus, mana kuat boss….???

Hahahahahahahahha….!!!! Lha ditanya, ya Dj. jawab asal-asalan saja…Akhirnya kami hanya muter-muter Jogja, sampai ngelu..lha tidak ketemu bu GuCan…..hahahahahaha….!!!

Angkringan “Lik Gembus” yang sering didatangi Lembayung….hahahahaha… biarin..Dj. ngarang sendiri…..

Di depan pasar Klewer, penjual Tape pohong (singkong). Ibu ini sangat ramah, dia tau diphoto tidak marah, malah senyum manis….

Penjual ikan (Pindang bandeng), dia tidak tau kalau Dj. ambil photo, entah apa yang sedang dia pegang…

Anak-anak yang manis-manis dari penjual batik di Pasar Klewer….

Di bawah ini yang Dj. lihat di jalan Malioboro, Jogja… Becaknya sedikit lain daripada yang di Solo….Penutup ban depannya, melengkung bunder….

Seorang seniman sedang melukis di atas ubin yang baru dan bersih, hasilnya sangat menarik…Apalagi setelah dibingkai….

Seorang pedagang pernik-pernik yang sangat ramah…hahahahahaha….!!!! Ada yang kenal…???

Group pemusik di malam hari di jalan Malioboro, sangat rame, sampai kedengaran dari kamar di hotel Ibis.

Tugu Jogja di waktu malam.

Jam di jalan Malioboro….

Jalan Malioboro di waktu malam…..

Candi Prambanan 2010

Candi Borobudur…..

Grobak kayu bakar dan rumput di Kali Adem, di atas / di lereng  Gunung Merapi.

Penjual kueh Putu Bumbung… dengan bunyi yang sangat khas…. Tuuuiiiiiii….tttt……!!!! Menandakan bahwa putunya sudah matang…..

Penjual Kueh Pacong di Jalan Veteran Bandung… (KINGSLEY). Di sana juga terkenal Batagor dan Sio May nya….hhhhmmmmm….!!! Kalau anda ke Bandung, bisa minta antar Linda.

Okay…..banyak sudah yang Dj. pamerkan dan semoga tidak membikin anda bosan ya….

Terimakasih untuk kebaikan hati pengasuh BalTyRa yang selalu memuat oret-oretan Dj. Dan juga terimakasih kepada anda semua, yang setia mampir, membaca, serta selalu memberi komentar. Semoga anda semua, selalu diberkati TUHAN , Yang Maha Pengasih….

Salam manis dari si tukang becak di Simpang Lima Semarang….

Yang sedang menyenangkan anak-anak asuh keliling Simpang Lima.

Dan tukang becak di Frankfurt….



About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

80 Comments to "Hitam Putih"

  1. Djoko Paisan  12 March, 2011 at 13:37

    Hallo Samantha….
    Terimakasih sudah mampir…..
    Maaf juga baru bangun dan lihat komentar Samantha…
    Benar sekali, kami banyak menyimpan photo-photo dan dijadikan album di Hard Disc.
    Jadi bila mana nanti anak-cucu besar, mereka bisa melihat nenek-moyangnya….hahahahaha….!!!
    Salam manis dari kami di Mainz….

  2. Samantha Lie  12 March, 2011 at 06:21

    Hi Om Dj, maaf nih terlambat koment nya… baru belajar koment di Baltyra…
    Wah foto hitam putihnya byk jg, bgs jd ada kenang2an tuk di lht sm anak cucu….
    Jd ada sejarah kel. jg…haha…

  3. Djoko Paisan  26 February, 2011 at 14:10

    Hallo Kita….
    Selamat Pagi dari Mainz….
    Termakasih sudah mampir dan juga untuk pujiannya….
    Bisa jadi demikian…karena orang-orang pemusik jalanan itu bisa kemana-mana, kan mereka orang-orang bebas merdeka….hahahahahahaha…..!!!
    Lho memang Kita tinggal dimana, atau saat itu sdedang liburan dan jalan-jalan juga ke jalur metronya Paris; di Brussel; sampe di Berlin ???
    Lain kali, kalau sudah di Jerman, mampir ke Mainz dong….
    Salam Sejahtera dari Mainz….

  4. kita  26 February, 2011 at 14:02

    Om Dj; nice picture; btw yg tukang ngamen dari Ameika Latin itu aku ingat wajahnya. Punya fotonya juga. Mereka ngamen di mana2x. Aku ketemu mereka di jalur metronya Paris; di Brussel; sampe di Berlin!

  5. Djoko Paisan  11 February, 2011 at 19:57

    SU….
    Habat…..!!!
    Jadi idee korsinya dari angka “4” ya….????
    Dj. pikir Pambers memang usaha Forniture…..
    Kalau angka 4 itu di China kan angka mati, benar nggak…???
    Okay…salam manis dari Mainz ya…

  6. SU  11 February, 2011 at 17:24

    Itu loh Pak Djoko, Pam kan bilang dia di rapot dulu Bahasa Indonesianya dapat 4. Angka 4 kan bentuknya seperti kursi….kan lumayan bisa dijadiin modal buat bikin toko furniture. Hihihi

  7. Djoko Paisan  10 February, 2011 at 23:19

    Hahahahahahahaha…..!!!!

    Bu GuCan…..
    Kemulan kuwandel buanget….??? rangkep pitulikur….???
    Pantesan….???
    Salam manis dari Mainz…

  8. probo  10 February, 2011 at 16:09

    Dj…maaf ya disenggol nggak ngerasa, soale wis kemulan kuandel buangettttt,

  9. Djoko Paisan  10 February, 2011 at 03:16

    Onder de Boom USA. Says:
    February 10th, 2011 at 03:08

    Mas Djon nama baru nihh yeeee?

    Hahahahahahahaha…..!!!
    Koh ODB…
    Maaf…Dj. baru sadar itu nama kok bisa ganti sendiri…???
    Padahal Dj. tidak suruh ganti….hahahahahahaha….!!!!
    Djok ya Djoko, mana bisa jadi Djon….?? Hahahahahahahahaha….!!!!

  10. Djon ko Paisan  10 February, 2011 at 03:13

    Onder de Boom USA. Says:
    February 9th, 2011 at 23:54

    Mas Djoko dari Mainz ke Breda atau Den Haag seberapajauhnya? naik mobil lhoo Sekarang sang primadona lagi di Betawi mau cobain Bakso Mercon yang di BSD

    Koh ODB….
    Kalau lansung ke Breda atau Den Haag Dj. belum pernah, karena biasanya ke Amsterdam dulu…
    Kalau ke Amsterdam, bisa 5 jam dengan mobil, tergantung mau berapa kali dan berapa lama istirhat nya.
    Kalau dari Mainz ke Den Haag, Dj. rasa sama saja, sekitar 5 jam juga….
    Nah kalau ke Breda, sebenarnya llebih dekat, jadi mungkin bisa sekitar 4 jam….
    Salam Sejahtera dari Mainz….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *