Program Pelatihan Bambu di Fiji Sukses Besar

Cechgentong


KBRI  Suva bekerjasama dengan Integrated Human Resource Development Programme (HRDP), suatu LSM di bawah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Fiji adakan pelatihan bamboo bagi 15 orang warga desa Nawaqabena.

Duta Besar RI menyatakan puas dan berharap pengetahuan yang telah diberikan dan tenaga ahli kerajinan Indonesia dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kapasitas diri sendiri, masyarakat dan desa tempat tinggalnya. Sehingga diharapkan desa yang dulunya miskin menjadi sejahtera bahkan menjadi pusat industri kerajinan bamboo di Fiji. Biasanya untuk membuat furniture dari bamboo membutuhkan waktu pelatihan 3-6 bulan. Namun dalam kenyataannya hanya 2 bulan sudah bisa.

Dok. KBRI SUVA

Guna menampung semua kegiatan produksi kerajian dari bamboo sedang dibangun workshop di desa Nawaqabena yang memiliki banyak tanaman bamboo yang belum diberdayakan. Targetnya adalah memasarkannya ke resort atau hotel.

Acara ditutup dengan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta pelatihan dan melihat display berbagai produk kerajinan bamboo yang dihasilkan selama 2 bulan.

Sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan Bambu, Tempurung Kelapa dan Batik dengan Kementerian Sosial dan Perempuan Fiji dan Fiji National University (FNU) berturut-turut selama 3 bulan. Saat ini KBRI Suva sedang menjajaki kerjasama dengan FNU untuk melembagakan pelatihan tersebut dalam kurikulum pendidikan pelatihan di FNU.

Fiji TV, surat kabar Fiji Times dan Fiji Sun memberitakan acara penutupan dimaksud. Disamping itu, Westpac Bank akan memberikan bantuan penyuluhan manajemen dan micro finance kepada peserta serta mengundang untuk mendisplay hasil buatnnya agar diketahui masyarakat luas dalam Westpac Expo tanggal 5 Februari 2011 di Garden City, Suva.

Sejak Program pelatihan kerajinan ini digulirkan pada bulan September tahun lalu berbagai media baik cetak maupun elektronik banyak meliput kegiatan dimaksud. Hal ini meningkatkan posisi diplomasi soft power Indonesia terhadap masyarakat dan pemerintah Fiji. (ek.to.suva)

Sumber berita bisa dilihat  DI SINI

28 Comments to "Program Pelatihan Bambu di Fiji Sukses Besar"

  1. cechgentong  17 February, 2011 at 09:20

    Mas Handoko, iya saya pernah dengar. terma kasih info

  2. cechgentong  17 February, 2011 at 09:19

    Lani, terima kasih kembali hehehe

  3. cechgentong  17 February, 2011 at 09:17

    Pak DJ, pisgor sambil dengan suling bambu enak banget lho apalagi kalo di pematang sawah

  4. Handoko Widagdo  17 February, 2011 at 08:06

    CGT, namanya Budi Christiana. Dia kerja untuk AusAid dan kemudian diminta oleh kedutaan untuk menangani padi. Tapi saat ini dia sedang di Indonesia.

  5. Lani  17 February, 2011 at 04:47

    VEE : wakakakak…….dikau ngintil trs dibelakangku………tu………wa………..tu……….wa……….

    CECH : bagus artikelnya………hayooooooo tambah lagi ttg FIJI ditunggu

  6. Djoko Paisan  17 February, 2011 at 03:13

    Cechgentong….
    Kalau sudah banyak bambu, mengapa tidak diajari bikin suling…..???
    Lain kali diajari juga bikin pisang goreng ya…
    Biar pisang gorengm juga terkenal disana….hahahahahahaha….!!!
    Salam Damai dari Mainz…..

  7. cechgentong  17 February, 2011 at 03:05

    Mawar009, terima kasih juga

  8. cechgentong  17 February, 2011 at 03:04

    mbak Hennie, terima kasih juga atas apresiasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.