Akhir Dari Cerita Ceker Ayam

Tira Soekardi – The Girl From The Island


Ceker ayam…. adalah anggota gerak dari kelompok unggas yang berfungsi untuk berjalan, mengais makanan di tanah. Ternyata di Indonesia ceker ayam adalah bagian yang bisa dimanfaatkan. Di negara barat ceker ayam adalah bagian yang dibuang tidak dikonsumsi tapi dikonsumsi untuk makanan ternak. Di indonesia, jeroan dan kepala dan bahkan kakipun dimakan, bener-bener rakus ya orang indonesia itu.

Ceker ayam bisa diolah di dapur kita bisa berupa semur, atau campuran pada sop, atau untuk membuat kaldu untuk membuat bubur pada bayi. Untuk warung-warung baso bisa digunakan untuk mie ayam dengan ceker ayam, bahkan untuk industri kecilpun bisa dibuat kripik ceker ayam. Waah…banyak juga ya pemanfaatannya.

Ternyata pada kandungan gizi pada ceker ayam tergolong cukup baik, ceker ayam mengandung gelatin yang berguna dalam pembentukan kolagen yang penting untuk pembentukan otot yang elastis. Dan bila dimasak dengan cara yang tepat atau optimal ternyata kadar kalsium dan proteinnya akan lebih banyak. Pemasakan yang optimal adalah dengan cara dipresto sehingga semua bagian ceker ayam bisa dimakan seutuhnya. Bila yang takut gemuk , bagian telapak kaki bawah tidak perlu dimakan karena mengandung lemak.

Jelas kandungan kalsium dan gelatin cukup banyak ,maka gak salah kalau ceker ayam banyak digunakan untuk membuat kaldu untuk membuat bubur pada bayi sehingga pembentukan tulang dan otot pada bayi akan lebih baik.

Tapi ternyata tidak semua orang menyukai ceker ayam. Salah satunya keluarga saya sangat tidak suka dengan ceker ayam, karena kesannya menjijikan kok kaki buat dimakan, apalagi kalau ceker ayamnya dalam bentuk utuh terlihat di masakannya. Makanya kami gak pernah makan mie ceker ayam yang sering dijual di warung-warung baso. Hii…geli rasanya dan jijik lihatnya….kok bisa-bisanya ya orang indonesia dengan lahapnya makan ceker ayam.

Ketika suami mengalami kecelakaan dan patah tulang di kaki atas dan bawah bagian kiri, ternyata banyak saran untuk mengkonsumsi ceker ayam tiap hari agar peartumbuhan tulang lebih cepat. Betapa berat untuk mengkonsumsi sesuatu yang sangat tidak disukai. Untuk mengatasi rasa jijik dan geli harus mengkonsumsi maka diakali bagaimana ceker ayam itu bisa tertelan ke perut. Setiap makan ceker itu maka disiapkan krupuk untuk menutupi rasanya dan biar ceker itu bisa tertelan, ha…ha… suatu perjuangan berat….dan setiap hari , tiga kali, perlu kerja keras biar ceker bisa tertelan. Berarti pengeluaran bertambah karena harus membeli krupuk dan setiap hari harus ada dan tidak boleh telat untuk membeli, karena kalau tidak ada kerupuk ceker ayam itu tidak bisa tertelan.

Ternyata memang benar khasiatnya , pertumbuhan tulangnya baik , dan cepat padahal umur sudah di atas 40 tahun. Ternyata dengan semakin baiknya pertumbuhan tulang bahkan sekarang sudah dapat berjalan walau belum sempurna dan dapat beraktifitas lagi tentunya ceker ayam juga perlu disingkirkan dengan segera.

Akhirnya dengan perasaan riang memutuskan untuk menyudahi makan ceker ayam yang sangat menyiksa itu. Bye….bye…. ceker ayam, terimakasih sudah memberikan kontribusi pada penyembuhan patah tulang suami saya, semoga amal baiknya selalu akan kami ingat sepanjang sisa hidup kami…

Inilah akhir dari cerita tentang ceker ayam, habis manis sepah dibuang…..

Dan ceker ayam walau hanya berupa kaki dan bentuknya yang bikin geli dan menjijikan ternyata punya manfaat yang baik juga ya? Terimakasih ceker…….

20 Comments to "Akhir Dari Cerita Ceker Ayam"

  1. Kornelya  20 February, 2011 at 03:29

    Ceker ayam? Ngga nolak. Bojoku dulu juga bersikap jijik pada menu berbasis ceker ayam dan kaki b2, setelah berpengalaman mencicipi masakan China di Shanghai & Beijing. Sikap dan seleranya berubah. Salam.

  2. J C  18 February, 2011 at 08:43

    Ceker ayam paling enak dimasak ala resto dimsum…muantep tenan…kalo punya high pressure cooker enak dan gampang masaknya, kalo pake kompor biasa bisa 3-4 jam, plus nambah airnya untuk steam bolak-balik…

    Kalo masalah patah tulang, entahlah, aku belum pernah dan jangan sampe lah patah tulang…

  3. Lani  18 February, 2011 at 07:24

    CAK ANWARI : njur setelah makan CEKER AYAM………kepanasen to? la kuwi njur pamer dada menthok di S’pore lagi hahahahah

  4. Anwari Doel Arnowo  18 February, 2011 at 07:21

    Ceker ayam?
    Di dalam tulisan saya di BALTYRA: Fracture Clinic pada akhir tahun 2010, saya tul;is bahwa saya di beri tau oleh para dokter ahli tulang di Saint Michael Hospital di Queen Street, Toronto, ON bahwa penyembuhan tulang retak atau patah, tidak bisa terlaksana, baik dengan obat maupun vitamin. Mereka juga menjawab pertanyaan saya, dan menyatakan tegas-tegas sekali bahwa apakah berumur 22 atau 52 atau 72 seperti saya, problem penyembuhan tulang itu sama persis. Tidak benar bahwa makin tua makin susah. Saya sembuh secara alami, tanpa operasi dan tanpa obat, hanya di gips (casted) dan berhati-hati sekali dalam keseharian. Digips hanya sembilan minggu dan lepas dari gips dua minggu saya sudah sembuh. Masih sakit-sakit di sana sini, itu menurut mereka yang senasib dengan saya adalah biasa. Menurut family doctor saya, biasanya akan hilang sendiri enam bulan sejak jatuh. Dalam hal saya itu berarti akan terjadi nanti akhir Maret 2011.
    Saya dengar soal ceker ayam memang sudah lama, sebelum saya mencapai umur 24 tahun. Saya paling doyan dan mungkin sudah ratusan kali saya memakannya. Apa karena ini, saya sekarang bisa sembuh? Memang ada yang harus diwaspadai dalam mengonsumsi ceker ayam. Apa? Apabila memakan ceker ayam, sebaiknya jangan musim hujan seperti saat ini !! Apalagi ini ??
    Karena ayam tidak ada yang memakai sandal atau sepatu, jadi mungkin sekali kaki-kakinya dan ceker-cekernya kotor berlumpur karena keluyuran di tempat becek.

    Selamat menikmatinya seperti telah saya lakukan. Kalau belum, dicoba saja. Saya survived lebih dari 70 tahun kok !!

    Kirim salam,
    Anwari Doel Arnowo

    18 Februari, 2011
    TengerangBantenIndonesia

  5. Lani  18 February, 2011 at 02:13

    laaaaaaaah………utk DUNIA PERCEKERAN………..aku ora melu2, ora doyan! jd silahkan dinikmati sendiri ya……….aku mung ndelog wae wis le podo balapan mangan CEKER……embuh kuwi dibacem, digoreng, direbus, dimasak apapun monggo wesssssssssss

  6. Djoko Paisan  18 February, 2011 at 00:37

    probo Says:
    February 17th, 2011 at 21:41

    tira..aku penggemar ceker ayam lo…..sup ceker ayam…cepet nyebuhin flu….
    ceker bacem…..ceker tepung…..enak lo…berarti termasuk rakus ya..hehe

    Bu GuCan…
    Hati-hati ya dengan ceker ayam, it tidak sehat untuk mata….
    Mengapa…??
    Coba dicekerkan ke mata, kan bisa luka….hahahahahahahaha….!!!

  7. Djoko Paisan  18 February, 2011 at 00:35

    Tira…
    Dj. pikir akan ada resep masakan ceker ayam…..
    Hahahahaha…..!!!
    Kecelik, taunya ceker ayam untu obat tho….
    Dj. pernah sekali nyobain, enak sih.
    Tapi kalau ada makanan yang lain, ya makan yang lainnya saja deh….
    Terimakasih dan salam manis dari Mainz….

  8. probo  17 February, 2011 at 21:41

    tira..aku penggemar ceker ayam lo…..sup ceker ayam…cepet nyebuhin flu….
    ceker bacem…..ceker tepung…..enak lo…berarti termasuk rakus ya..hehe

  9. HennieTriana Oberst  17 February, 2011 at 21:17

    Ceker ayam yang di foto itu pasti enak ya.

  10. Mawar09  17 February, 2011 at 12:49

    Ceker ayam di restaurant Dim Sum memang enak, asal ngga yang besar ukurannya. Kalau krupuk ceker sih enak banget deh, pernah dikasih dari Bali.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.