Momong Cucu (2)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


HALLO  SOBAT  DI  BALTYRA SEMUANYA  YANG  BERBAHAGIA…..

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa yang sudah menayangkan oret-oretan Dj. sebelumnya….Ijinkan Dj. untuk melanjutkan cerita momong cucu ala Dj. ini yang ke 2 kalinya…

Karena kalau semua Dj. jadikan satu, maka akan sangat panjang dan “mungkin” akan membosankan….

Okay…anda semua sudah kenal dengan cucu Dj. yang satu ini (David Nathanael Paisan). Sekarang dia sudah berusia 5 tahun, cakepkan…??? Siapa dulu opanya….hahahahahaha…!!!!

Nah ya, week end yang lalu di pagi hari, Dj. telpon dia dan menanyakan, apa dia mau ikut berbelanja di Super Market? Agar orang tuanya bisa mengerjakan yang lain dan kalau dia di apartmentnya, maka biasanya dia hanya main sendirian di kamarnya, kasihan juga….

Dan dengan tidak banyak berpikir dia langsung menjawab dangan kata “JA”…!!! Tapi nanti ke Mc. Donald ya opa dan mama ikut boleh….??? Dj. jawab Okay….!!!

Jujur Dj. sangat senang membawa dia jalan, karena sudah bisa diajak guyonan…

Contohnya kalau dia menyanyi atau berkata sesuatu, Dj. suka plesetin dan dia langsung protest….

Seperti kalau dia nyanyi tentang Bumuckel….

Hurra…hurra…. der Bumuckel mit rotem haar….

Hurra…hurra…. der Bumuckel ist wieder da…. !!!

Hurra…hurra… der Bumukel ist da….!!!!

Dj. sering plesetin, bukan Bumuckel tapi Dj. katakan Muhackel…..

Dia protes…!!!  Opa….!!!! Bukan Muhackel, tapi Bumuckel….!!!  B U M U K E L…..!!!!

Dj. bilang okay, tapi saat nyanyi, Dj. gunakan kata Muhackel lagi….dan pura-pura tidak bersalah…

Dia protest lagi…. Dengan sedikit teriak….Opa, kamu sangat bodoh dan sudah tidak bisa ditolong lagi….hahahahahahaha….!!!

Mungkin di Indonesia, tidak ada cucu yang berani berkata demikian ke eyangnya, seperti David ke Dj. Tapi hal ini Dj. anggap sebagai keberanian dia yang menganggap opanya sebagai temannya.

Dan bukan kata-kata marah, karena setelah itu, kami sama-sama tertawa kembali….Sengaja Dj. harap dia mau kritis dan tidak hanya menerima begitu saja…., ngajari dia untuk selalu aktif berpikir….

Kami tidak jadi ke Mc. Donald, tapi ke  KFC bersama maminya….

Nah ya…di mana-mana sama, harus antri dulu untuk memesan apa yang ingin kami makan.

Mungkin sedikit lain dengan KFC di Indonesia,  KFC di Mainz, tidak ada nasi, apalagi sambal hahahaha…. Hanya daging ayam goreng yang dibungkus tepung yang pedes (merica) atau yang netral, ada juga salad, kentang goreng dan jagung rebus manis juga selalu ada …

Demikian juga soal kechup dan ketjap… David sudah bisa membedakan….Kalau dia makan dengan nasi di rumah, dia minta Indonesische ketjap yang item, tapi manis…

Di KFC Mainz tidak gaduh seperti KFC di Kuta (Bali) atau di Surabaya yang mana kami pernah kunjungi….Musiknya terlalu keras, kadang kita tidak bisa dengar suara sendiri…..hahahahahaha….!!!!

Di Mainz, hanya ada beberapa TV di dinding dengan program musik yang cukup nyaman untuk didengar. Orang menikmati makanannya dengan suasana cukup tenang….

Salad untuk maminya David, yang mana dia ada gluten alergi dan tidak boleh makan pasta, atau yang bertepung.

Untuk minumannya kami hanya beli gelas kertas 1X saja, bisa ambil sendiri minuman yang disukai sepuasnya…..All You can drink…baik Cola, Sprite, air soda atau yang lainnya….

Dan untuk David, dia minum yang lainnya (bukan cola) dan untuk ayam dia cukup 2 potong, salad satu mangkok dan kentang goreng…..

Yang aneh, David paling suka makan salat dan tomat.

Di KFC ada dua robot yang siap menanti baki yang penuh sisa makanan (sampah). David selalu keheranan, di mana kalau baki ditaruh, maka si robot bisa berkata..terimakasih….!!!

Dan kalau sudah penuh, maka si robot akan berjalan ke dapur dengan sendirinya. Bila ada yang menghalangi jalannya, maka dia akan berhenti dan minta jalan, atau kalau ada yang akan menaruh baki lagi, dia akan katakan…sorry…sudah penuh, harap menunggu sebentar.

David mengikuti robot (yang sudah penuh dengan baki), dari belakang dengan penuh keheranan….

Sampai si robot masuk ke dapur….Dj. yakin di Indonesia juga sudah banyak robot yang semacam ini. Apalagi di Jepang… karena disana pusatnya untuk technology yang seperti ini….Benar kan, mas Junanto…???

Tapi kalau di Indonesia, pakai robot, maka akan menambah angka pengangguran ya….???

Sebelum kami keluar dari KFC, maka Susi masih membeli untuk dibawa pulang, karena ingat Dewo dan Dewi yang tidak ikut. Kami meninggalkan KFC dan David terlihat puas dan berseri…

Setelah dari KFC, maka kami ke kota, karena maminya David ada keperluan untuk membeli sesuatu. Dan kami ke Cafe, sambil menunggu maminya David, Davidpun merasa sedikit haus, (katanya).

Olehnya David pun melirik ke omanya, dia selalu bertanya sebelumnya, apakah dia boleh memesan susu panas  dengan madu (kesukaannya). Jelas boleh, apa saja yang dia inginkan….

Karena kesabaran omanya, maka David lebih senang ngobrol dan cerita apa yang dia alami. Tapi kalau dengan Dj. hanya sering diskusi…nah ya, namanya anak kecil, tapi seumur David, dia sudah cukup cerdas dan tidak ada yang dia takuti, tapi respek terhadap sesuatu.

Setelah semua kebutuhan terpenuhi, maka kamipun pulang ke rumah….Hanya David yang dalam perjalanan, minta ke omanya agar nanti di rumah dibikinkan Palacingki…..!!!

Dj. jadi senyum sendiri, saat mendengar hal itu, aneh tapi nyata, karena Dj. juga sedang memikirkannya….hhhhmmmm…!!!

Apakah kami memiliki pikiran yang sama…??? Entahlah…yang jelas Dj. juga sangat senang makan palacingki. Bisa jadi karena makan makanan di KFC yang sedikit asin, maka mulut ingin makan yang manis….

Anda tau, apa itu Palacingki…??? (bhs. Slowakia)  Benar…!!! Tidak lain adalah Pannecake dan dia minta dengan olesan Nutela…..Hanya untuk Dj. biasa Susi bikin dengan kelapa parut yang dicampur gula jawa cair (kinca), untuk isi dari pannecake.

Hhhhhhmmmmmm…..silahkan ambil sendiri-sendiri, di dapur masih sangat buanyak….hahahahaha….!!!!

Terimakasih untuk kebaikan anda semua, baik pengasuh BalTyRa yang setia menayangkan oret-oretan Dj. Dan anda semua yang setia membaca dan membubuhkan komentar yang menyenangkan…

Semoga kebaikan anda semua, selalu diingat TUHAN….!!! Berkat dan Kasih TUHAN menaungi anda semuanya….!!! Moohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan.

Salam manis dari Mainz, untuk anda semua di manapun anda berada…..


Dj. 813



About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

130 Comments to "Momong Cucu (2)"

  1. Djoko Paisan  26 February, 2011 at 15:05

    Hahahahahahaha…
    Yu Lani…
    Lha mas Handoko kan priyayi soko Solo, dadi Dj. yo ajar boso…..
    Eling-eling sitik, lah nek ono sing ngajak boso, rak yo untung Dj…..
    Ben ae, koyo ketoprakan yo.,….hahahahahahaha….!!!
    Lho Yu Lani meh areb tekan Solo yo…???

  2. Lani  26 February, 2011 at 14:59

    HADOOOOOOH……malah ketoprak-an…….wayangan…….opo ludruk-an……..mas DJ karo Handoko………weleh2 nunggu pesawat 5 jam????? wah iso turu nang kursi…….mala mengko ketinggalan pesawat ke SOLO wakakakak

  3. Djoko Paisan  26 February, 2011 at 14:35

    O…dados mekaten tho mas….
    Lha injiih dipun sekecakaken….
    Mugi Gusti nderek lampahipun Panjenengan….
    Taklim kilo kangge Kaluago wanten Solo.

  4. Handoko Widagdo  26 February, 2011 at 14:31

    Lha wonten Baltyra rencangipun sampun kathah. Mila nggih mung nyakruk wonten lounge Garuda kemawon

  5. Djoko Paisan  26 February, 2011 at 14:29

    Wadooooh….!!!
    Gangsal jam…???
    Lha kok mboten dipun anggih mlampah-mlampah wonten Kuta, ngajak mas Anoew, dahar wonten KFC….
    Hahahahahahahaha….!!!!

  6. Handoko Widagdo  26 February, 2011 at 14:23

    Punika nengga pesawat wonten Denpasar 5 jam Mas. Dumigi Solo mangke sekinten jam 9 ndalu

  7. Djoko Paisan  26 February, 2011 at 14:20

    Lho sampun dugi dateng Ngriyo / Solo nopo pundi…???
    Punopo tasih winten Den Bagus Pasar…???

  8. Handoko Widagdo  26 February, 2011 at 14:18

    Maturnuwun Mas Djoko. Binerkahan.

  9. Djoko Paisan  26 February, 2011 at 14:15

    Mas Handoko….
    Sugeng Injang saking Mainz mas….
    Matur Nuwun sanget, sampun kerso maringi koment wonten mriki….
    Sampun kulo padosi wanten pasar Klewer, lha jebule panjenengan wonten Timor Ngeles…te…
    Injih sampun dipun lajengaken tidak ipun, mugi Gusti tansah maringi panjenengan sakulowargo, Berkah Pangestu….!!!
    Suwun mas….
    Pareng….!!!

  10. Handoko Widagdo  26 February, 2011 at 09:40

    Kangmas Djoko, nyuwun pangapunten bilih kula mboten cepet atur komen wonten momong cucuk 2. Sak punika kula taksih wonten ing tlatah Timor Leste. Komen punika kula serat sinambi nengga pesawat ingkat ajeng ngaburaken kula dumateng denpasar. Salam kagen mbakyu saha David

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.