Muhammad Umar Al-‘Alam (Sedang apa kau nak?)

Ibnu Khamais – Den Haag

 

Halo para pembaca, Sasayu ingin menampilkan karya tulisan seorang teman yang note-notenya di Facebook menurut Sasayu menggelitik para pembaca. Tentunya note di bawah ini dan yang berikutnya sudah seizin si penulis untuk ditampilkan di Baltyra.

 

RSJ Menur, Februari 2011

Teruntuk anakku Umar yang tercinta dan terkasih,

Apa kabarmu nak? Sudah lama ya kita tak tak bertegur sapa. Aku harap kau baik-baik saja di sana, sedang asyik masyuk dengan bidadari-bidadari di surga. Cantik-cantik tidak? Kalau cantik semua tolonglah kau pilih satu favoritmu, lantas kau bawa nanti main-main ke bumi.

(flickr.com)

Nak aku ingin tanya, tahun berapa kau ingin dilahirkan dari rahim ibumu? Masihkah kau mengajukan proposal tanggal lahir kepada Tuhan? Kalau iya, jangan lupa pesan nomor cantik yah! Biar necis tanggal lahirmu. Atau itu masih rahasia buat bapak?

Nama Ibumu masih rahasia juga kah? Janganlah kau terlalu menyukai si rahasia itu. Si rahasia tak suka kau rahasiakan. Atau kau masih takut bermain-main ke dunia? Dunia yang kata malaikat, tetanggamu, kejam. Janganlah kau percaya kata malaikat. Mereka tak punya cukup pengalaman hidup di sini. Tak punya akal mereka. Nanti kalau kau di sini, tentunya Tuhan akan memberimu akal, budi yang baik, serta orang tua yang menyayangimu sepenuh hati.

Nak, ayah sudah hampir 22 lho. Tepatnya bulan depan. Begitu cepat yah umur berganti? Ayah harap nanti, kalau kau menapaki umur segitu, kau paling tidak sudah mengantongi satu gelar keren di belakang namamu.

Tolong beri tau ayah juga kau ingin kuliah di mana? Amerika, Inggris, Perancis, Belanda, atau Jerman? Bakat dan minatmu apa? Technology, Science, Bisnis, Jurisdiksi, Medisin, atau komunikasi? Kalau kau suka Technology biar nanti kau kuliah di MIT, Massachusetts Institute of Technology, keren yah kedengarannya? Di situ riset-riset terkemuka dan teknologi mutakhir berasal. Harvard Business School, nanti ayah daftarkan, kalau kau ingin menjadi bisnisman handal macam kakekmu. Ah, kau pilih sajalah nanti. Biar ayah mulai menabung sedari sekarang.

Muhammad Umar Al-‘Alam anakku sayang, masih inginkah kau jadi presiden? Kalau masih, ayah setuju dan pasti mendukungmu. Asal jangan kau coba jadi calon ketua umum PSSI, nanti kau saingan sama Nurdin Halid. Berat nak! Politik Kotor! Salah-salah kau bisa mati muda macam Adjie Massaid. Kan kasian anak-istrimu kau tinggal mati.

Oiya, tolong ya, kalau semisal kau bertemu Adjie di alam sana.  Titip salam! Tanyakan juga, bolehkah Angelina Sondakh menikah lagi? Kalau boleh nanti kucarikan duda kaya raya yang taat beragama. Atau kalau dia suka berondong, biar nanti saya mengajukan diri. Hehe..

Anakku sayang sudah sekian saja surat dari ayah, sedang malas berpanjang-panjang ria. Kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umur panjang nanti kita lanjutkan lagi.

 

Salam rindu,

Ayahandamu

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Ibnu Khamais! Make yourself at home. Terima kasih Sasayu yang sudah memerkenalkannya ke Baltyra.

21 Comments to "Muhammad Umar Al-‘Alam (Sedang apa kau nak?)"

  1. lani  23 February, 2011 at 08:42

    DAVEE : hadoooooooh……jenenge anak-e njur ngelingke aku sama si gantenk…………KEANU REEVES hikkkkkks……..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.