Gaji Direktur Bank Terlewati

Daveena

 

“Alhamdulillah, ternyata penghasilan saya setahun ini sudah melewati gaji direktur Bank M,” demikian kata Datuk K mengawali Monday Miting kami di hari Senin pertama 2011 lalu.

Dia menerangkan lebih lanjut bahwa akhir tahun kemarin dihabiskan di Gazebo rumahnya untuk membuat perhitungan tutup buku perusahaan sekaligus berbagai perhitungan yang lain. Beberapa perhitungan dijabarkan dan kemudian dia menjelaskan mengenai beberapa closingan besar yang dia tangani sendiri di akhir tahun 2010. Salah satunya menyangkut suatu jumlah yang cukup besar, puluhan Milyar tepatnya dan sebulan sebelum si empunya uang yang merupakan perusahaan asuransi sudah konfirmasi bahwa saat jatuh tempo dana tersebut akan dicairkan karena akan dipergunakan untuk memenuhi  syarat RBC (semacam modal minimum) yang ditetapkan regulator dhi. Departemen Keuangan. Agen yang menangani akun ini sampai tergeletak sakit karena s stress bakalan kehilangan income yang jumlah wuah.

Intinya – Tak Bisa Menerima Kata Tidak

Datuk K akhirnya turun tangan sendiri – dia  menemui direksi perusahaan tersebut dan menanyakan sebab musabab rencana penarikan dana Perusahaan itu dari tempat kami, direksi bersangkutan menerangkan masalah RBC  yang harus dipenuhi dalam beberapa tahap selama tahun 2011. Mencermati masalah tersebut Datuk K membuat penawaran untuk pencairan secara partial; cara tersebut sebenarnya ada dalam sistem kami tapi tak pernah ditawarkan dan terpikirkan oleh Agen bersangkutan (karena berarti komisi jauh lebih kecil). Dengan sistem partial maka tiap bulan dana perusahaan tersebut bisa dicairkan secara prorata.

Hitung punya hitung, ternyata sistem pencairan secara prorata selama 12 bulan (1 tahun) masih belum bisa memenuhi kebutuhan cash yang harus dipenuhi klien pada regulator. Datuk K tidak menyerah, dia menawarkan sistem partial 6 bulan dan voila ketemulah angka yang cocok dengan kebutuhan klien. Bonusnya – setelah melihat angka partial itu berisi nominal yang ganjil, klien memutuskan untuk menambah portfolionya di perusahaan kami beberapa Milyar lagi agar tercapai pembulatan angka…

Memang komisi yang diterima jauh lebih kecil dari sistem sebelumnya yang berupa penempatan full amount pada jangka waktu 1 tahun, tapi heei hasil dari sistim partial  masih sangat berharga juga apalagi dana tersebut sudah berniat keluar. Bravo…prok-prok, semua merasa salut pada perjuangan Datuk K. Datuk K memang selalu mengajarkan berjuang sampai titik darah penghabisan dengan catatan pantang menjadi “pengemis” kapitalis. Baginya, kehadiran kami pada klien adalah menawarkan suatu kerjasama saling menguntungkan (simbiosis mutualisme)  – jadi dia sangat pantang mengemis-ngemis pada klien. Pernah dia kehilangan kesabaran saat seorang calon klien selalu mematahkan argumennya- hingga akhirnya dia mengatakan,”Pak, bahkan jika yang jualan Malaikatpun – Bapak tak akan percaya.”

Dia juga-lah yang memulai tradisi menjadikan dokter yang menangani kesehatannya menjadi kliennya. Ceritanya waktu itu Datuk K mengalami kecelakaan di hari Sabtu dan harus segera menjalani operasi salah satu urat di telapak tangannya. Sangat mahal tapi tentunya bukan masalah karena asuransi kesehatan mengcovernya – masalahnya hari Senin dia harus memimpin Monday Miting dan Datuk K pantang meninggalkan miting. Dia minta izin supaya bisa keluar dari RS pada hari Senin dengan alasan miting di kantor tak bisa ditinggalkan.

Dokter memberi izin dan mengawasi kepergiannya yang masih mencangking infus yang melekat di tubuhnya, sampai kantorpun infus masih nempel dan baru dilepas menjelang miting. Saat harus buka jahitan ke RS itulah, dokter spesialis yang menanganinya menanyakan kerjaan Datuk K yang kelihatannya sedemikian penting…dan sekali dia bertanya maka dia tak kan bisa lepas dari “sihir” dan daya pikat Datuk K…maka jadilah dia klien Datuk K.

Bahkan pada klien yang meninggal duniapun terbukti ahli warisnya masih setia pada perusahaan kami dan tidak mencairkan serta membagi dana tersebut diantara para ahli warisnya – semua tak lepas dari upaya Datuk K mempertahankan  klien itu.

Tidak bergantung pada orang lain

Walaupun sebagai pucuk pimpinan bagian penjualan, dia berhak atas Override (komisi atas seluruh penjualan tim) tapi penghasilan terbesar Datuk K adalah dari penjualan pribadinya…Yuup, selain selalu melakukan pemecahan masalah pada akun-akun anak buah, Datuk K juga rajin dan piawai berjualan sendiri. Makanya saya heran saat di Kompasiana ada tulisan yang bilang kalau dia sudah sales leader sehingga tinggal uncang-uncang kaki saja. No no no, itu bukan perilaku seorang leader dalam bidang penjual – menjadi leader bukan berarti injek kepala anak buah biar rajin berjualan. Dia harus memotivasi, membantu closing anak buah dan berjualan sendiri sebagai wujud kemandirian dan pembuktian atas kepiawaiannya dalam berjualan.

Conclusion

Penasaran dengan statement Datuk K yang bilang kalau penghasilannya sudah melewati gaji direktur Bank M, saya dan Michael yang merupakan tim langsung dari Datuk K langsung konfirmasi ke ruang kerjanya dan dengan senang hati Datuk K membuka perhitungannya. Luar biasa….semangat dan konsistensi berkarya telah membuahkan hasil….terkonfirmasi  bahwa penghasilan Datuk K memang sudah melewati gaji Direktur Bank M (sesuai pada artikel Infobank mengenai Gaji-Gaji Eksekutif perbankan)…

Memang secara prestise dan fasilitas pasti lebih gaya direktur Bank M tapi dengan rupiah yang sama besar sementara beban kerja dan tekanan yang lebih ringan tentu lebih menyenangkan apa yang dikerjakan Datuk K…

15 Comments to "Gaji Direktur Bank Terlewati"

  1. rya  1 March, 2011 at 14:13

    gimana ya bisa sesukses Datuk K? bagi rahasia dong..

  2. daveena  26 February, 2011 at 12:09

    @Pampres…. hmmm ada juga setressnya tapi tentunya tak seberat direktur bank M itu

    @JC….menurut Infobank …biar bank M jauh lebih besar dari BII tapi gaji dirut BII terbesar in banking industry which is sekitar RP. 9 M/ tahun…jadi kira2 aja deh berapa

  3. daveena  26 February, 2011 at 12:06

    @awesome….hehehe, pintu terbuka lebar…
    @Oom Dj…dilewati?? wuah susah tuh….tapi skrg juga dah bersyukur dengan apa yang diperoleh.
    salammmm….

  4. Anastasia Yuliantari  26 February, 2011 at 07:39

    Hmm…gaji direktur bank???? Bagaimana kalau gaji istri direktur bank????

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  26 February, 2011 at 06:46

    Datuk K pasti sering baca buku-bukunya Lee Iococca waktu kuliah. Kalau saya malah nionton film-film Lee Majors dan Bruce Lee. Jadinya kardus,

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.