Siapa yaa??

Rosda

 

“Hai bu apa kabar ?” katanya.

Dia menyorongkan pipinya. Kusambut. Kami bercipika-cipiki. Dia juga menyapa suamiku.

“Baaiik,….di mana-mana lagi tak ada bawang ya ?? Kecuali di sini, kayak nya selalu ada” kataku.

“Tapi harga bawang di sini selalu lebih mahal dibandingkan di tempat lain ” katanya lagi.

“Yachhhh…daripada nggak punya bawang sama sekali, apa boleh buat, walaupun mahal mau tak mau harus dibeli juga” aku menimpali.

“Gitu lah bu….karena butuh, harus diuber-uber kemana-mana ” jawabnya sambil tersenyum. Tangannya terus memilih-milih bawang yang besar dan bagus.

Aku tak beli bawang, karena masih punya stock. Aku ke sini mencari daun sop yang kecil-kecil. Biasanya selalu tersedia di sini. Di supermarket lain, daun sop nya guede-guede. Dan aku menemukan yang kucari. Setelah hilir mudik mencari-cari bahan keperluan RT yang lain, kembali aku berpapasan dengan wanita sintal itu. Dia masih memilih-milih bawang. Wajahnya manis, usianya kurang lebih 35 tahun.

“Bu, saya pamit deluan yaaa…” kataku sambil melambaikan tangan.

“Iya bu….monggooo…” katanya, membalas lambaian tanganku.

Menuju keluar supermarket tsb, suamiku bertanya, “Siapa ibu tadi ?”

“Aku lupa, tapi nggak enak kalau tak menyambut sapaannya. Lihat saja bahasa tubuhnya, sepertinya dia mengenalku dengan baik”  kataku sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal.

“Kau terlalu sering begitu…lain kali ya tanyaklah, siapa dia”

“Nggak enak aja rasanya…takut dia tersinggung” kataku.

 

*Shoprite Supermarket – Matarqadim.

———————————————————————————–

Suami dan aku sedang jalan menuju keluar Lulu Hypermarket, ketika berpapasan dengan seorang ibu muda.

“Hallo bu….udah siap belanja nih ??”

Dia menganggukkan kepala sambil mengulurkan tangannya. Tersenyum. Aku juga, kami bersalaman. Ragu-ragu dia menyorongkan pipinya, bermaksud cipika-cipiki, sampai dua kali. Mungkin karena aku sibuk dengan fikiranku, aku tak merespon bahasa tubuhnya. Dalam hati aku bertanya, siap ya ibu ini ??

“Udah.., saya udah siap, ibu baru datang. Sendirian ??”

“Sama bapaknya anak-anak….dia masih di luar, cari parkir”

“Apa kabar pak ??” dia menyapa suamiku.

“Baik..” jawab suamiku.

Dia mengalihkan matanya padaku, “Bu, saya jalan dulu ya…mau buru-buru nih “

“Monggo..monggo..silakan…”

Kamipun berjalan kearah yang berlawanan.

“Pasti kau tak tau siapa ibu itu kan ??” suamiku tembak langsung.

“Dia sampai dua kali menyorongkan pipinya…tapi kau tak meresponnya….dia jadi ragu-ragu”  katanya lagi.

Sejenak aku diam. Sedang mikir-mikir, siapa ya ibu itu ??

“Sudah ingat ??”

“Belum…” jawabku

Kami berjalan beriringan. Memasukkan belanjaan ke bagasi, melaju di jalan raya. Selama dalam perjalan, aku diam membisu, penasaran, mencoba mengingat dengan keras siap ibu itu. Sampai di rumah. Tetap tak bisa ingat. Sampai saat ini, wajah ibu muda itu terbayang, tapi tetap belum ingat siapa dia. Keterlaluan !!

——————————————————————————

 

Suatu hari, aku lagi jalan-jalan ke Villaggio, mau jeput anak-anak yang hang out dengan teman-temannya disitu. Tanpa sengaja, terlihat olehku si ibu yang pernah aku jumpa di Shoprite Supermarket itu. Aneh bin ajaib. Aku ingat dia !!!

Duhh senangnya….!!

Ternyata dia adalah teman dari seorang teman kami. Sebut saja nama teman kami itu, pak Yogi. Kami bertemu ibu itu di rumah pak Yogi. Saat itu, kami sama-sama mengantar pak Yogi sekeluarga ke bandara. Mereka pulang ke Indonesia untuk tidak kembali lagi ke Qatar.

Siapa ya nama ibu itu ??…hehehehehee…aku tidak ingat.

———————————————————————————–

 

Tadi aku ke rumah sakit. Check mata si bungsu. Lagi-lagi seorang ibu menegurku.

“Ibu Rosda, kan ??” katanya.

“Iyaaa…maaf, ibu ini siapa ya ??”

“Saya ibu Sri….yang tinggal di depan rumah bu Isa. Dulu saya tetanggaan dengan bu Darmaji ” katanya.

“Ohh ya ??…” kataku, mencoba mengingat-ingat kapan aku pernah ketemu bu Sri.

Syukurnya tiba-tiba datang seorang ibu lain, temannya ibu Sri.

Legaaaaa….aku bisa menyingkir dengan cepat.

Lagi-lagi aku tak ingat siapa bu Sri. Kapan dan dalam rangka apa kami pernah bertemu.

 

Ini hanya sebagian dari orang-orang yang aku lupa siapa mereka ketika mereka menegurku.

Ada rasa bersalah dalam diri, kenapa aku tidak mengatakannya secara terus terang bahwa aku lupa siapa mereka-mereka itu pada saat bertemu ?? Apakah ini karena faktor U ??

Kayaknya nggak juga yaa…seingatku sedari dulu aku mengalami hal ini.

Paling sulit mengingat wajah seseorang. Bahkan aku tidak ingat wajah pencuri yang ku pergoki dalam rumahku sendiri. Amit-amit jabang bayiii… !!

Tapi jangan tanya kalau untuk mengingat jalan yang pernah kulalui, kayaknya selalu ingat.

Soalnya aku takut kesasar nggak bisa pulang kalau kesatu tempat yang belum parnah kulalui. Apalagi kalau alamatnya nggak jelas. Jadi, aku akan selalu mengamati dengan seksama apa yang bisa kujadikan titian ingatan, apakah bangunan dengan bentuk atau warna tertentu, kolam, pepohonan atau aku akan menghitung berapa kali belok kiri dan kanan jika jaraknya tidak terlalu jauh….heheheeeee

Semoga ini bukan suatu penyakit…..

 

43 Comments to "Siapa yaa??"

  1. Rosda  1 March, 2011 at 11:51

    Mbak Lani, keren banget arti nama Lani dalam bahasa sana…..Pua Lani atau Lei Lani, mudah mengingatnya, apalagi artinya sangat bagus.

  2. Rosda  1 March, 2011 at 11:46

    Siapa yaa ??
    Ehhh…Bang Anung rupanya.
    Kabarku baik-baik aja Bang….kemana aja ?? Lagi sibuk yaa ??
    Meskipun Bang Anung sering lupa ama debt collector, tapi kalau aku yang jadi debt collector nya pasti Bang Anung tak akan lupa….

  3. Lani  1 March, 2011 at 02:43

    ROSDA : LANI =HEAVEN, KDG AKU PAKAI NAMA PUA LANI = HEAVENLY SCENT……ATO LEI LANI = BUNGA DR SURGA………pdhal wong gemblun ning jenenge uapiiiiiiiiiiik men yoooooooooo hehehe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.