Kenali Tari-tarian Indonesia (3): Tari Golek

Probo Harjanti

 

Golek, sebagai kata kerja berarti mencari, tapi sebagai kata benda golek bisa berarti boneka (kayu). Kalau kita ingat wayang golek, itu adalah wayang dari boneka kayu. Penutup pertunjukan wayang kulit pun biasanya disajikan tarian boneka kayu, itu juga biasa disebut golek. Golek di akhir cerita wayang, merupakan simbol agar penonton wayang nggoleki tuntunan dari tontonan yang baru saja dilihat.

Di sini, golek sebagai kata kerja menyatu dengan golek sebagai kata benda, lewat golek yang berarti boneka, kita diajak nggoleki (mencari) makna tontonan.

Ternyata bukan hanya pertunjukan wayang kulit yang diakhiri dengan adegan golek. Ada opera tari Jawa yang melakukan hal yang sama, tetapi goleknya golek hidup. Maksudnya, ada tarian yang menyerupai fungsi golek di akhir lakon wayang kulit, tetapi bukan golek dari kayu, tapi justru manusia. Ya, seorang gadis menari di akhir pertunjukan opera tari Jawa yang bernama Langen Mandra Wanara. Sama fungsinya, mengajak orang mencari intisari cerita dan tuntunannya. Tentang opera tari Jawa ini, akan dibuat tulisan tersendiri.

Dua hal di atas, dimungkinkan merupakan awal dari lahirnya berbagai macam tari Golek. Sebuah tarian yang biasa dibawakan remaja putri. Selama ini, tari Golek hanya selalu dikatakan sebagai tarian yang menggambarkan remaja putri yang sedang berhias diri, atau bersolek. Memang di dalam tari Golek, ada bagian yang menggambarkan seorang perempuan yang sedang berhias diri, seperti:

tasikan : memakai bedak,

atrap cundhuk : memasang cundhuk, hiasan yang dipasang di sanggul

atrap jamang : memasang jamang, semacam mahkota.

atrap slepe : memasang sabuk,

dolanan supe : memain-mainkan cincin,

ngilo : berkaca.

miwir rikma : merapikan rambut, semacam menyisir, dan lain-lain

Yang terlihat (di panggung) memang orang yang sedang bersolek, sehingga oang menyatakan bahwa tari Golek menggambarkan gadis remaja yang sedang berdandan. Tetapi, penulis percaya, tari Golek tidak sedangkal itu maknanya.  Golek dimungkinkan berarti mencari. Mencari tuntunan dan jati diri. Ketika berada di akhir pertunjukan Langen Mandra Wanara fungsinya mengingatkan orang untuk mencari tuntunan dari sajian certa, ketika berdiri sendiri sebagai tarian tunggal (solo) lepas, berfungsi sebagai tari tontonan atau pertunjukan. Yang dimaksud tari tunggal lepas adalah tari yang biasanya dibawakan secara perorangan, dan tidak menggambarkan tokoh. Tari Golek sebagai tarian lepas, menurut hemat penulis, menggambarkan pencarian seorang perempuan terhadap: ilmu, pengalaman, bekal hidup (sekaligus bekal mati), potensi, dan jati diri.

Tari golek ada banyak jenis. Nama aslinya kadang tenggelam dengan nama gendhing (lagu ) pengiringnya. Yang jelas apa pun namanya, tari golek ada bagian kenesnya dan anggunnya.

Sebagian di antara tari golek:

Golek Clunthang, Golek Cangklek, Golek Asmarandana, Golek Kenyo Tinembe, Golek Surung Dayung (Kudhup Sari), Golek Lambang Sari, Golek Ayun-ayun, Golek Pamularsih dan lain-lain.

 

Gerak tinting

 

Tasikan

 

Atrap jamang

 

Golek sebenarnya tari tunggal, tapi bisa dibawakan secara kelompok

 

Gemulainya penari golek yang secantik golekan

 

Gerak seblak

 

Yang klasik tak pernah membuat bosan

 

Dolanan supe (cincin)

 

Kebanyakan tari Golek diawali dan diakhiri sembahan dalam posisi bersila, gambar di atas adalah jengkeng sesudah bersila.

 

 

69 Comments to "Kenali Tari-tarian Indonesia (3): Tari Golek"

  1. probo  8 December, 2013 at 10:20

    dih anoew….tulisan lawas banget dikomen…..makasih ya…wis mampir

  2. anoew  6 December, 2013 at 19:11

    indahnya ya budaya sendiri. penarinya cantik, gerakannya indah dan gemulai, juga hening sekaligus khidmat tanpa harus memakai suara grombyangan

    itu, penari-penarinya.., muyus tenaaaaan… ckckckck…

  3. probo  6 December, 2013 at 18:10

    mangga kemawon…..
    badhe via FB utawi e-mail mangga….

  4. Agus  5 December, 2013 at 19:25

    Mbak Probo

    Terima kasih tentang tulisan-tulisan anda tentang Tarian-tarian klasik dari Ngayogyakarta. Boleh saya japri untuk diskusi lebih lanjut? kemana saya bisa menghubungi?

    Matur nembah nuwun
    Agus

  5. probo  19 November, 2013 at 13:15

    Fariha, dulu saat saya sekolah, konon katanya temanya erotis. percintaan
    tetapi seiring berjalannya waktu, golek itu simbol pencarian…..golek= mencari
    mencari apa? banyak hal yang ahrus dicari di dalam perjalanan hidupnya

  6. fariha  9 November, 2013 at 20:03

    mba ?? saya mau nanya tema dari tari golek itu apa yaa ?? thanx!!

  7. fariha  9 November, 2013 at 20:02

    mba .,,, saya mo nanya?? tema dari tari golek itu apa ya?? thnx!!

  8. derawidya  9 September, 2013 at 06:03

    Mba kenalkan saya dera, mahasiswa s1 seni tari upi bandung, kebetulan saya punya tugas ttg estetika tari golek ayun ayun, saya materinya belum punya kira2 mba bisa membantu saya ? Balas ke email ku yah mba widyawiyqrtidera@yahoo.co.id terimakasih ya

  9. probo  22 April, 2012 at 19:39

    Rusma, terima kasih sudah mampir
    buka japrinya ya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Image (JPEG, max 50KB, please)